KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

( KTSP )

SEKOLAH DASAR NEGERI SIRNABAKTI  01

TAHUN PELAJARAN 2015 – 2016

UPTD PENDIDIKAN KECAMATAN PAMEUNGPEUK

KABUPATEN GARUT

2015

LEMBAR PENGESAHAN

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) ini telah mendapat pertimbangan / pengesahan dari Komite Sekolah Dasar Negeri Mancagahar 01 pada tanggal 27 Juli 2015, diketahui oleh Kepala UPTD Pendidikan Dasar Kecamatan Pameungpeuk, Pengawas TK/SD Kecamatan Pameungpeuk dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut yang berlaku mulai tahun pelajaran 2015 – 2016

Mengesahkan

Ketua Komite SDN Mancagahar 01

ABDUL KOHAR

Kepala SDN Mancagahar 01

Hj.SUHAEDAH , S.Pd.SD

 NIP.196005131982012004

Mengetahui

Kepala UPTD Pendidikan Dasar

Kecamatan Pameungpeuk

Drs.R.WACHYUDI,M.M

NIP.196502151988031004

Pengawas TK/SD

Kecamatan Pameungpeuk

HANIPAH,S.Pd.,MM

NIP.196209111983052008

Menyetujui

Kepala Dinas Pendidikan

Kabupaten Garut

Drs,H.MAHMUD,M.Si

NIP. 195806061983051004

SURAT KEPUTUSAN

SEKOLAH DASAR NEGERI SIRNABAKTI 01

UPTD PENDIDIKAN  KECAMATAN PAMEUNGPEUK

Nomor : 422.1 / 05 – SD / 2015

Tentang

KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

SEKOLAH DASAR NEGERI SIRNABAKTI 01

TAHUN PELAJARAN 2015 – 2016

Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa

Kepala Sekolah Dasar Negeri Mancagahar 01

Menimbang

:

  1. Bahwa sekolah dasar adalah satuan pendidikan yang bertugas menyelenggarakan dan memberikan pelayanan pendidikan kepada warga masyarakat.
  2. Bahwa Sekolah Dasar Negeri Sirnabakti 01 memiliki tugas untuk menyusun program kerja sebagai pedoman dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat.
  3. Bahwa demi terselenggaranya pembelajaran dan pelayanan pendidikan yang baik perlu disusun Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

Mengingat

:

  1. Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
  2. Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
  3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
  4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
  5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Permendiknas No. 22 dan 23 Tahun 2006.

Memperhatikan

:

  1. Keputusan Rapat Kepala SD UPTD Pendidikan Dasar Kecamatan Pameungpeuk pada tanggal 24 Juli 2015
  2. Keputusan Rapat K3S SD Kecamatan Pameungpeuk pada tanggal 20 Juli 2015

MEMUTUSKAN

Menetapkan

:

 

Pertama

:

Menyusun, menerbitkan, mengesahkan, dan memberlakukan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sekolah Dasar Negeri Mancagahar 01 mulai Tahun Pelajaran 2015 – 2016

Kedua

:

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sekolah Dasar Negeri Sirnabakti 01 berisi pendahuluan, visi, misi, tujuan, struktur, dan muatan kurikulum, kalender pendidikan, silabus, dan rencana pelaksanaan pembelajaran.

Ketiga

:

Upaya perbaikan dalam rangka penyempurnaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) SDN Sirnabakti 01 dilakukan terus menerus untuk disesuaikan dengan tahap perkembangan siswa, keadaan, dan pembangunan nasional serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

Keempat

:

Segala pembiayaan yang berhubungan dengan pemberlakukan surat keputusan ini dibebankan kepada Anggaran Belanja dan Pendapatan Sekolah SDN Sirnabakti 01

Kelima

:

Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan, dan apabila terdapat kekeliruan dalam penetapannya akan diperbaiki sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di

:

Pameungpeuk

Pada tanggal

:

27 Juli 2015

Kepala SDN Sirnabakti 01

Hj.SUHAEDAH , S.Pd.SD

NIP. 1959

 

Tembusan disampaikan kepada :

  1. Yth. Pengawas TK / SD Kecamatan Pameungpeuk
  2. Yth. Kepada UPTD Pendidikan Dasar Kecamatan Pameungpeuk
  3. Yth. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Rasional

Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional BAB IV Pasal 10 menyatakan bahwa Pemerintah dan Pemerintah Daerah berhak mengarahkan, membimbing, dan mengawasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selanjutnya pasal 11 Ayat (1) juga menyatakan bahwa Pemerintah wajib memberikan layanan dan kemudahan, serta menjamin terselenggaranya pendidikan yang bermutu bagi setiap warga tanpa diskriminasi.

Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pusat dan Daerah, merubah sistem pengelolaan pendidikan yang bersifat sentralistik menjadi desentralistik. Desentralistik pengelolaan secara demokratis memberi kewenangan kepada sekolah untuk menyusun kurikulum yang mengacu kepada Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, mengamanatkan tersusunnya kurikulum pada tingkat satuan pendidikan, jenjang pendidikan dasar dengan mengacu kepada standar isi dan standar kompetensi lulusan.

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. KTSP merupakan paradigma baru dalam pengembangan kurikulum yang memberikan dana, sumber belajar, serta mengalokasikannya sesuai dengan prioritas kebutuhan, serta lebih tanggap terhadap kebutuhan setempat.

Di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan dijelaskan :

  1. Kurikulum dan Silabus SD/MI/SDLB/Paket A, atau bentuk lain yang sederajat menekankan pentingnya kemampuan dan kegemaran membaca dan menulis, kecakapan berhitung serta kemampuan berkomunikasi.
  2. Sekolah dan komite sekolah, atau madrasah dan komite madrasah, mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan di bawah supervisi Dinas Pendidikan Kabupaten / Kota.
  3. Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang  memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pembelajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.

Berdasarkan ketentuan diatas, maka daerah atau sekolah memiliki ruang gerak yang seluas-luasnya untuk melakukan modifikasi dan mengembangkan variasi-variasi penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan keadaan, potensi, dan kebutuhan daerah, serta kondisi siswa. Untuk keperluan di atas, perlu adanya panduan pengembangan silabus untuk setiap mata pelajaran, agar daerah atau sekolah tidak mengalami kesulitan.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas, maka SDN Sirnabakti 01 menyusun KTSP yang disesuaikan dengan potensi, kebutuhan, keberagaman peserta didik dan lingkungan.

Semangat optimisme untuk mengadakan perubahan dan peningkatan kualitas pendidikan kiranya perlu dimiliki oleh seluruh pelaku pendidikan khususnya di SDN Sirnabakti 01 UPTD Pendidikan Dasar Kecamatan Pameungpeuk.      

  1. Visi, indikator Pencapaian Visi, Misi, Strategi, dan Tujuan Tingkat Satuan Pendidikan Sekolah Dasar Negeri Sirnabakti 01

  1. Visi Sekolah Dasar Negeri Sirnabakti 01

Terwujudnya peserta didik yang berakhlaqul karimah, sehat, cerdas, dan berkarya melalui olah hati, olah fikir, olah rasa, dan olah raga.

  1. Indikator Pencapaian Visi
  1. Terciptanya perilaku peserta didik yang santun, berbudi luhur, dan berakhlaq mulia
  2. Terwujudnya peserta didik yang sehat jasmani dan rohani
  3. Terciptanya peserta didik yang berprestasi
  4. Terciptanya inovasi pada bidang akademik maupun non akademik
  5. Terciptanya hubungan yang harmonis dan sinergis dengan masyarakat sekitar sekolah.

 

  1. Misi Sekolah Dasar Negeri Sirnabakti 01
  1. Menanamkan keyakinan terhadap Allah SWT. dan perilaku yang dicontohkan Rosulullah SAW.
  2. Menanamkan kesadaran pentingnya hidup sehat dan lingkungan yang sehat.
  3. Terlaksananya program akademik yang konsisten sesuai dengan IPTEK da IMTAQ.
  4. Terlaksananya program ekstrakurikuler yang unggul dan bermanfaat
  5. Terwujudnya kinerja guru dan tenaga kependidikan yang profesional
  6. Meningkatkan kesadaran untuk memelihara lingkungan

  1. Strategi Sekolah Dasar Negeri  Sirnabakti 01
  1. Menanamkan sikap disiplin dan tanggung jawab di kalangan personal sekolah.Mewajibkan tenaga pengajar memahami tujuan pendidikan nasional dan hakekat kurikulum.
  2. Setiap tenaga pengajar mampu :

  1. Tujuan Pendidikan di Sekolah Dasar Negeri Sirnabakti 01
  1. Menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini
  2. Menjadi sekolah yang berprestasi minimal di tingkat kecamatan
  3. Melaksanakan Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan (PAIKEM) serta dinamis, dialogis, dan produktif
  4. Menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bekal untuk melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi
  5. Menjadikan sekolah sebagai pelopor penggerak masyarakat
  6. Menyediakan tim yang siap berkompetisi (akademik maupun non akademik)

BAB II

STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

  1. STRUKTUR KURIKULUM SEKOLAH DASAR NEGERI SIRNABAKTI 01

Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik pada satuan pendidikan dalam kegiatan pembelajaran.

Susunan mata pelajaran tersebut terbagi kedalam lima kelompok, yaitu :

  1. Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia
  2. Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian
  3. Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi
  4. Kelompok mata pelajaran estetika
  5. Kelompok mata jasmani, olah raga, dan kesehatan

Struktur kurikulum SDN Mancagahar 01 meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama enam tahun mulai kelas I sampai kelas VI, yang disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran dengan ketentuan sebagai berikut :

  1. Kurikulum SDN Sirnabakti  01 memuat 8 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri
  2. Substansi mata pelajaran IPA & IPS merupakan “IPA terpadu” dan “IPS terpadu”
  3. Pembelajaran di kelas I, II, dan kelas III dilaksanakan melalui pendekatan Tematik.
  4. Pembelajaran di kelas IV, V, dan kelas VI dilaksanakan melalui pendekatan  mata pelajaran secara parsial
  5. Alokasi waktu satu jam pelajaran adalah 35 menit
  6. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 36 minggu. Muatan lokal yang dikembangkan adalah muatan lokal wajib Bahasa Sunda, muatan  lokal pilihan I Bahasa Inggris, dan muatan lokal pilihan II adalah Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH).
  7. Pengembangan diri dilakukan dalam kegiatan belajar aktif yaitu Kaligrafi dan Kegiatan Keagamaan (baca tulis Al-Qur’an) yang dilakukan dalam bentuk pelayanan konseling.
  8. Pada komponen mata pelajaran setiap kelas ada penambahan jam pelajaran disesuaikan dengan kebutuhan (setiap penambahan jam pelajaran tidak melebihi dari 4 jam pelajaran

Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada struktur kurikulum berikut ini :

Struktur Kurikulum Sekolah Dasar Negeri Sirnabakti 01

Komponen

Kelas dan Alokasi Waktu

I

II

III

IV

V

VI

A. Mata Pelajaran

  1. Pendidikan Agama

3

3

3

3

3

3

  1. Pendidikan Kewarganegaraan

2

2

2

2

2

2

  1. Bahasa Indonesia

6

6

6

5

5

5

  1. Matematika

6

6

6

5

5

5

  1. Ilmu Pengetahuan Alam

2

2

2

4

4

4

  1. Ilmu Pengetahuan Sosial

2

2

2

3

3

3

  1. Seni Budaya dan Keterampilan

4

4

4

4

4

4

  1. Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan

4

4

4

4

4

4

B. Muatan Lokal

  1. Wajib Bahasa Sunda

2

2

2

2

2

2

  1. Pilihan I Bahasa Inggris

-

-

1

2

2

2

3.    Pilihan II PLH

2

2

2

2

2

2

C. Pengembangan Diri

  1. Kaligrafi

  1. Keagamaan (Baca Tulis Al-Qur’an)

2

2

2

2

2

2

Jumlah Jam

35

35

36

38

38

38

D.Ekstra Kurikulum

1.Pramuka

2.Maching Band

3.Bidang Olah Raga

Ekstra kuruiku

ler

Ekstra kuruiku

ler

Ekstra kuruiku

ler

Ekstra kuruiku

ler

Ekstra kuruiku

ler

Ekstra kuruiku

Ler

KETENTUAN NASIONAL

KOMPONEN

KELAS DAN ALOKASI WAKTU

I

II

III

IV

V

VI

A. Mata Pelajaran

     1.   Pendidikan Agama

2

2

2

3

3

3

     2.   Pendidikan Kewarganegaraan

2

2

2

2

2

2

     3.   Bahasa Indonesia

5

5

5

5

5

5

     4.   Matematika

5

5

5

5

5

5

     5.   Ilmu Pengetahuan Alam

2

2

3

4

4

4

     6.   Ilmu Pengetahuan Sosial

2

2

2

3

3

3

     7.   Seni Budaya dan Keterampilan

4

4

4

4

4

4

     8.   Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

2

3

3

4

4

4

B.  Muatan Lokal

     9.   Bahasa Daerah ( Madura )

2

2

2

2

2

2

   10.   Bahasa Inggris

-

-

-

-

-

-

C.  Pengembangan Diri

2*)

2*)

2*)

2*)

2*)

2*)

Jumlah : 177 jam

26

27

28

32

32

32

Keterangan :  dapat ditambah maksimal 4

  1. B.MUATAN KURIKULUM DI SD NEGERI SIRNABAKTI 01
  1. Mata Pelajaran Wajib

Mata Pelajaran di SD Negeri Mancagahar 01 terdiri dari 8 mata pelajaran, yaitu :

  1. Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Agama Islam di Sekolah Dasar bertujuan untuk :

  1. Pendidikan Kewarganegaraan

Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :

  1. Bahasa Indonesia

Mata Pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :

  1. Matematika

Mata Pelajaran Matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :

  1. Ilmu Pengetahuan Alam

Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :

  1. Ilmu Pengetahuan Sosial

Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :

  1. Seni Budaya dan Keterampilan

Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :

  1. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan

Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :

  1. Muatan Lokal
  1. Bahasa Sunda

Mata Pelajaran Bahasa Sunda bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :

  1. Bahasa Inggris

Mata Pelajaran Bahasa Inggris bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :

  1. Kegiatan Pengembangan Diri

Kegiatan pengembangan diri di alokasikan dalam kegiatan pembelajaran , yang meliputi :

  1. Kaligrafi
  2. Baca Tulis Al-Qur’an

4.  Ekstra Kurikulum

Kegiatan Pembiasaan

  1. Kegiatan Hari Besar Islam

  1. Penanaman Akhlak Mulia

  1. Pengaturan Beban Belajar Sekolah Dasar Negeri Sirnabakti 01

Satuan Pendidikan

Kelas

Satu Jam Pembelajaran

Tatap Muka

(menit)

Jumlah

Pembelajaran

Per Minggu

Minggu efektif / Tahun Pelajaran

Waktu Pembelajaran

Per Tahun

Jml Jam Per Tahun

SDN Mancagahar 1

I

II

III

IV

V

IV

35

35

35

35

35

35

30

30

30

30

30

30

36

36

36

36

36

36

  (35x28) = 980 x 36 = 35.280 mnt

(35x29) = 1015 x 36 = 36.540 mnt

(35x30) = 1050 x 36 = 37.800 mnt

(35x36) = 1260 x 36 = 45.360 mnt

(35x36) = 1260 x 36 = 45.360 mnt

(35x36) = 1260 x 36 = 45.360 mnt

35.280 : 60 =588 jam

36.540 : 60 =609 jam

37.800 : 60 =630 jam

45.360 : 60 =756 jam

45.360 : 60 =756 jam

45.360 : 60 =756 jam

  1. Ketuntasan Belajar

Standar Ketuntasan Belajar Minimal / Kriteria Ketuntasan Minimal

Ketuntasan belajar setiap indikator yang telah ditetapkan dalam suatu kompetensi dasar berkisar antara 0 – 100 %, sedangkan kriteria ideal untuk masing-masing indikator 75 %.

Sekolah menentukan kriteria ketuntasan belajar untuk masing-masing mata pelajaran sebagai berikut :

Komponen

Ketuntasan Belajar

  1. MataPelajaran                                     1.Pendidikan Agama

2. PKn

3.Bahasa Indonesia

4Matematika

5Ilmu Pengetahuan Alam

6.Ilmu Pengetahuan Sosial

7.Seni Budaya dan Keterampilan

8.Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan

75 %

71 %

72 %

70 %

75 %

70 %

75 %

75 %

  1. Muatan Lokal
  1. Wajib Bahasa Sunda
  2. Pilihan I Bahasa Inggris
  3. PLH
  1. Pengembangan Diri
  1. Pramuka
  2. Keagamaan (Baca Tulis Al-Qur’an)

70 %

65 %

75 %

B

B

 

        Remedial Teaching

Remedial Teaching akan dilakukan oleh guru kelas bersangkutan atau konselor. Bentuk bimbingan akan dilakukan secara kelompok atau perorangan tergantung tingkat kesuliutan siswa.

Dalam Remedial Teaching akan diberikan perlakuan khusus bagi siswa tertentu, yaitu :

Pengayaan

Pengayaan akan diberikan kepada siswa yang telah melebihi nilai ketuntasan belajar dan lebih cepat daripada yang lainnya. Pengayaan akan dilakukan sebagai berikut:

  1. Kenaikan Kelas

Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran

a.Kriteria Kenaikan Kelas

1-Nilai rapor diambil dari nilai pengamatan, nilai harian (formatif), nilai tugas/PR (fortofolio) dijumlahkan dicari nilai rata-rata, kemudian dijumlahkan dengan nilai akhir semester (sumatif) dibagi dua, untuk menentukan nilai setiap siswa dalam satu mata pelajaran, sesuai dengan standar ketuntasan belajar yang telah disepakati

2-Memiliki rapor di kelasnya masing-masing

b.Penentuan Kenaikan Kelas

1-Penentuan siswa yang naik kelas diputuskan berdasarkan hasil rapat Dewan Guru dengan mempertimbangkan Standar Ketuntasan Belajar, penilaian  sikap/budi pekerti dan kehadiran siswa yang bersangkutan

2-Memperoleh nilai rata-rata baik untuk Pengembangan Diri

2.1.Siswa yang dinyatakan naik kelas pada rapor ditulis naik ke kelas . . .

2.2.Siswa yang tidak naik kelas harus mengulang di kelasnya

  1. Kelulusan
  1. Sesuai dengan ketentuan PP 19/2005 Pasal 72 Ayat (1), peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan dasar dan menengah setelah :

1-Menyelesaikan seluruh program pembelajaran

-Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran, kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan

1)Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi

2)Lulus Ujian Nasional  

  1. Kriteria Kelulusan

Hasil ujian dituangkan ke dalam blangko nilai ujian, yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk penentuan kelulusan dengan kriteria sebagai berikut :

1)Memiliki rapor kelas VI        .

2).Telah mengikuti ujian sekolah dan memiliki nilai untuk semua mata pelajaran yang diujikan, minimal nilai masing-masing mata pelajaran adalah 6,00

  1. Penentuan Kelulusan

-Penentuan siswa yang lulus ditentukan oleh sekolah melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan nilai rapor, nilai ujian sekolah, sikap/perilaku budi pekerti siswa yang bersangkutan dan memenuhi kriteria kelulusan

-Siswa yang dinyatakan lulus diberi ijazah, dan rapor sampai dengan semester dua kelas VI Sekolah Dasar

-Siswa yang tidak lulus tidak memperoleh ijazah dan  mengulang di kelas VI selama satu tahun

  1. Pendidikan Kecakapan Hidup

Pendidikan kecakapan hidup di Sekolah Dasar Negeri Sirnabakti 01 adalah Baca Tulis Al-Qur’an dan Komputer

Program Pembelajaran Baca Tulis Al-Qur’an

 di Sekolah Dasar Negeri Sirnabakti 01

No

Kelas

Materi

1

I

  1. Lancar membaca dan menulis Iqro 1 sampai dengan Iqro 2
  2. Hafal Surat Al-Fatihah, An-Naas, Al-Falaq, Al-Ikhlash

2

II

  1. Lancar membaca dan menulis Iqro 3 sampai dengan Iqro 4
  2. Hafal Surat Al-Lahab, An-Nasr, Al-Kafirun, Al-Kautsar

3

III

  1. Lancar membaca dan menulis Iqro 5 sampai dengan Iqro 6
  2. Hafal Surat Al-Maun, Al-Quraisy, Al-Humajah, Al-Ashri

4

IV

  1. Lancar membaca Al-Qur’an sampai dengan satu juz 1
  2. Mampu menulis Surat Al-Fatihah, An-Naas, Al-Falaq, Al-Ikhlash

5

V

  1. Lancar membaca Al-Qur’an sampai dengan dua juz
  2. Mampu menulis Surat Al-Lahab, An-Nasr, Al-Kafirun, Al-Kautsar

6

VI

  1. Lancar membaca Al-Qur’an sampai dengan juz 3
  2. Mampu menulis Surat Al-Maun, Al-Quraisy, Al-Humazah, Al-Ashri

Program Pembelajaran Komputer di Sekolah Dasar Negeri Sirnabakti 01

Kelas

Negeri

IV

  1. Pengenalan bagian-bagian komputer
  2. Menghidupkan dan mematikan komputer dengan urutan yang benar
  3. Games

V

  1. Mengetik huruf dan angka
  2. Mengetik puisi
  3. Games

Kelas

Negeri

VI

  1. Membuat surat
  2. Membuat kolom/tabel
  3. Games

  1. Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global

Keterampilan lokal dan Global di Sekolah Dasar Negeri Sirnabakti 01 adalah membuat kerajinan kayu

Program Keterampilan Lokal dan Global Sekolah Dasar Negeri Sirnabakti 01

Kelas

Materi

I

  1. Memperkenalkan bahan-bahan yang digunakan untuk menghaluskan kayu
  2. Mengamplas kayu

II

  1. Mengamplas kayu
  2. Memplitur dengan bahan jadi

III

  1. Mendempul kayu yang berlubang
  2. Mengamplas kayu
  3. Memplitur dengan bahan jadi

IV

  1. Mendempul kayu yang berlubang
  2. Mengamplas kayu
  3. Memplitur dengan bahan jadi

V

  1. Membentuk kayu menjadi benda seperti sendok nasi
  2. Mendempul kayu
  3. Mengamplas kayu
  4. Memplitur dengan bahan jadi

VI

  1. Membentuk kayu mejadi benda seperti hiasan dinding
  2. Mendempul kayu
  3. Mengamplas kayu
  4. Memplitur dengan bahan jadi
  5. Mengemas hasil kayu dari bahan kayu  

BAB III

KALENDER PENDIDIKAN

Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun pelajaran. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun pelajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif dan hari libur.

Alokasi waktu seminggu efektif belajar, waktu libur dan kegiatan lainnya tertera pada tabel di bawah ini :

Kalender Pendidikan Sekolah Dasar

Tahun Pelajaran 2015 – 2016

BAB IV

PENUTUP

Kurikulum Sekolah Dasar Negeri Sirnabakti 01 ini merupakan langkah kerja yang dilaksanakan pada tahun pelajaran 2015-2016, namun keberhasilan program ini sulit untuk diprediksi, karena yang dihadapi adalah sumber daya yang selalu bergerak dan berkembang secara dinamis seirama dengan lajunya perkembangan pendidikan.

Walaupun demikian dengan  tatanan sistem kerja yang professional akan memudahkan untuk mengevaluasi hasil kerja, memperbaiki kegagalan atau mengerjakan  pekerjaan yang tertunda, sehingga secara berkesinambungan Kurikulum Sekolah Dasar Negeri Sirnabakti 01 akan selalu memprioritaskan  program  unggulan, mengkaji dan mengevaluasi hasil kerja yang lalu dan meningkatkan kualitas yang akan datang.

Salinan kerja yang harmonis antara guru, kepala sekolah, pengawas, komite sekolah, dan masyarakat akan  memperingan langkah untuk mencapai keberhasilan yang diharapkan di Sekolah Dasar Negeri Sirnabakti 01.

Dengan mengharap ridho dan perlindungan dari Allah SWT., semoga dapat melaksanakan kurikulum ini secara optimal.

REFERENSI

Badan Nasional Standar Pendidikan, 2005, Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran, Jakarta, BNSP

.............................................................,   2006, Standar isi SD/MI, Jakarta, BNSP

.............................................................,   2006, Standar Kompetensi Lulusan, Jakarta,                  

     BNSP  

.............................................................,   2006, Panduan Penyusunan Kurikulum

    Tingkat Satuan Pendidikan, BNSP

Kelompok Kerja Pengawas Sekolah,     2006, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan

   Garut

Pendidikan dan Latihan, 2006, Rintisan MBS, Pakem, dan PSM, Garut, LEC