LAPORAN KEMBARA ILMU

KE NANGGROE ACEH DARUSSALAM

24 – 27 Oktober 2016. (Isnin – khamis)


KEMBARA ILMU ACHEH

1.0 PENGENALAN

Perundangan Islam ialah satu sistem perundangan yang meliputi undang-undang yang ditetapkan oleh Allah dan undang-undang yang ditetapkan oleh manusia (mujtahid). Kaedah dan sumber yang digunakan adalah melalui mekanisme ijtihad. Undang-undang Islam merupakan sebahagian daripada syariah Islam yang luas. Isu-isu perlaksanana syariat kini bangkit di serata dunia Islam. Hukum hudud yang menjadi tema perkasanaan Islam secara syumul cuba di martabatkan seutuhnya. Isu ini telah memberi pengaruh besar pada kehidupan manusia dalam segala bidang termasuk bidang ekonomi, sosial dan geo-politik sesebuah komuniti. Perundangan jenayah Islam pula meliputi kesemua kesalahan- kesalahan jenayah dalam Islam, hukuman terhadap kesalahan jenayah tersebut serta kaedah perbicaraan dan pembuktian bagi setiap kesalahan jenayah yang ditetapkan. Dalam hal ini, kesalahan jenayah Islam berbeza daripada kesalahan jenayah konvensional. Sejauh mana isu-isu pemerkasaan syariat ini telah memberikan kesan kepada kehidupan umat Islam khususnya di Malaysia dan di Indonesia. Apakah perlaksanaan syariat ini telah menyelesaikan semua permasalahan yang dihadapi oleh umat Islam sebagaimana yang diperkatakan. Atau terdapat isu-isu berbagkit yang sedang diambil daripada pihak- pihak yang berautoriti dalam menghadapi isu ini. Oleh itu ABIM Selangor melalui Pejabat Senator YB Dr MUhammad Nur manuty mengikuti rombongan bersama ke Acheh untuk melhat dengan kajian secara langsung dengan pemerintah atau kerajaan Acheh isu-isu aplikasi syariat yang lebih menyeluruh. Sebagaimana diketahui Nangroe Aceh Darussalam telah meletakkan syariat Islam di hadapan dan perlaksanaannya secara pentadbiran juga dalam undang-undang dan telah diaplikasikan mengikut kemampuan yang mereka miliki Sehubungan dengan itu amat wajar untuk kita melihat dengan lebih jelas perlaksanaannya serta perkara-perkara yang berbangkit kesan darinya.

2.0 OBJEKTIF

Kembara Ilmu Ke Nangroe Aceh Darussalam ini mempunyai dua objektif utama :

i) Mengetahui dan memahami isu-isu berkaitan perlaksanaan syariat Islam termasuk kesan pada aktiviti sosial, ekonomi dan politik .

ii) Menjalin hubungan dan kerjasama dengan pelbagai pertubuhan Islam dan politik serta pemerintah di Nangroe Aceh Darussalam.

iii) Menziarahi tempat-tempat utama kesan dan aktiviti pembangunan pasca Tsunami.

3.0 LATAR BELAKANG ACHEH1

Aceh adalah sebuah provinsi atau wilayah di Indonesia. Aceh terletak di hujung utara pulau Sumatera dan merupakan provinsi paling barat di Indonesia. Ibu kotanya adalah Banda Aceh. Jumlah penduduk provinsi ini sekitar 4500000 orang. Terletak berhampiran dengan Kepulauan Andaman dan Nikobar di India dan terpisahkan oleh Laut Andaman. Aceh dianggap sebagai tempat dimulainya penyebaran Islam di Indonesia dan memainkan peranan penting dalam penyebaran Islam di Asia Tenggara. Pada awal abad ke-17, Kesultanan Aceh adalah negara terkaya, terkuat, dan termakmur di kawasan Selat Malaka. Sejarah Aceh diwarnai oleh kebebasan politik dan penolakan keras terhadap

1

Itinerary Kembara Ilmu ke Nangroe Aceh Darussalam oleh An-Najwa Travel And Tours Sdn Bhd, A9-2 Jalan Excella, Off Jalan Ampang Putra, Taman Ampang Hilir 55100 Kuala Lumpur


jajahan orang asing, termasuk bekas penjajah Belanda dan pemerintah Indonesia. Jika dibandingkan dengan dengan provinsi lainnya, Aceh adalah wilayah yang sangat konservatif (menjunjung tinggi nilai agama). Peratusan penduduk Muslimnya adalah yang tertinggi di Indonesia dan mereka hidup sesuai syariah Islam. Berbeza dengan kebanyakan provinsi lain di Indonesia, Aceh memiliki otonomi yang diatur tersendiri kerana berdasarkan sejarah.

Aceh memiliki sumber alam yang banyak, termasuk minyak bumi dan gas alam. Terdapat kajian menyatakan cadangan gas alam Aceh adalah yang terbesar di dunia. Aceh juga terkenal dengan hutannya yang terletak di sepanjang jajaran Bukit Barisan dari Kutacane di Aceh Tenggara sampai Ulu Masen di Aceh Jaya. Sumber alamnya iaitu Minyak bumi, Gas alam.Emas , Hutan, Kayu , Kopi, Ikan , Rempah- rempah, Kakao, Pinang Sebuah taman nasional bernama Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) didirikan di Aceh Tenggara. Aceh adalah daratan yang paling dekat dengan episentrum gempa bumi Samudra Hindia 2004. Setelah gempa, gelombang tsunami pada 26 Disember 2004 sebahagian besar pesisir barat provinsi ini. Sekitar 170000 orang terkoran atau hilang akibat bencana tersebut. Bencana ini juga mendorong terciptanya perjanjian damai antara pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Dalam sector perindustrian Aceh memiliki sejumlah industri besar di antaranya PT Arun: Kilang Pencairan Gas Alam di Lhokseumawe PT Pupuk Iskandar Muda (PIM): Pabrik Pupuk Iskandar Muda di Lhokseumawe PT Aceh Asean Fertilizer (AAF): Pabrik Pupuk Asean di Lhokseumawe PT Kertas Kraft Aceh (KKA): Pabrik Kertas di Lhokseumawe PT Semen Andalas Indonesia-Lafarge (SAI): Semen Andalas di Aceh Besar ExxonMobil: Kilang Gas Alam di Lhokseumawe. Biasanya lokasi ini mendapat tempat di hati pelancong untuk melihat keunikan Acheh dan lain-lain seperti Kuburan Kerkhoff, Masjid Raya Baiturrahman, Muzium Aceh, Taman Putroe Phang (Puteri Pahang), Kuburan Kerkhoff, Danau Laut Tawar, Danau Aneuk Laot, Pantai Lhok Nga, Muzium Tsunami Acheh, Kapal Tsunami di Pekan

3.1 Kesultanan Acheh

Kesultanan Aceh merupakan kelanjutan dari Kesultanan Samudera Pasai yang hancur pada abad ke-14. Kesultanan Aceh terletak di utara pulau Sumatera dengan ibu kota Kutaraja (Banda Aceh). Dalam sejarahnya yang panjang itu (1496 - 1903), Aceh telah mengukir masa lampaunya dengan begitu megah dan menakjubkan, terutama kerana kemampuannya dalam mengembangkan pola dan sistem pendidikan tentera, komitmennya dalam menentang imperialisme bangsa Eropah, sistem pemerintahan yang teratur dan sistematik, mewujudkan pusat-pusat pengkajian ilmu pengetahuan, hingga kemampuannya dalam menjalin hubungan diplomatik dengan negara lain.

Aceh Darussalam pada zaman kekuasaan zaman Sultan Iskandar Muda Meukuta Perkasa Alam (Sulthan Aceh ke 19), merupakan negeri yang amat kaya dan makmur. Menurut seorang penjelajah asal Perancis yang tiba pada masa kejayaan Aceh pada zaman tersebut, kekuasaan Aceh mencapai pesisir barat Minangkabau hingga Perak. Kesultanan Aceh telah menjalin hubungan dengan kerajaan-kerajaan di dunia Barat pada abad ke-16, termasuk Inggris, Ottoman, dan Belanda. Kesultanan Aceh terlibat perebutan kekuasaan yang berkepanjangan sejak awal abad ke-16, pertama dengan Portugal, lalu sejak abad ke-18 dengan Britania Raya (Inggris) dan Belanda. Pada akhir abad ke-18, Aceh terpaksa menyerahkan wilayahnya di Kedah dan Pulau Pinang di Semenanjung Melayu kepada Britania Raya. Pada tahun 1824, Persetujuan British-Belanda ditandatangani, di mana British menyerahkan wilayahnya di Sumatra kepada Belanda. Pihak British menyatakan bahwa Aceh adalah koloni mereka, meskipun hal ini tidak benar. Pada tahun 1871, British membiarkan Belanda untuk menjajah Aceh, kemungkinan untuk mencegah Perancis dari mendapatkan kekuasaan di kawasan tersebut.

3.2 Perang Aceh

Perang Aceh dimulai sejak Belanda menyatakan perang terhadap Aceh pada 26 Mac 1873, Setelah melakukan beberapa ancaman diplomatik, namun tidak berhasil merebut wilayah yang


besar. Perang kembali pada tahun 1883, namun gagal dan pada 1892 dan 1893, pihak Belanda menganggap bahawa mereka telah gagal menawan Aceh. Bahkan, pada hari pertama perang berlangsung, 1 unit kapal perang Belanda, Citadel van Antwerpen mengalami 12 tembakan meriam dari pasukan Aceh. Dr. Christiaan Snouck Hurgronje, seorang ahli yang berpura-pura masuk Islam dari Universitas Leiden yang telah berhasil mendapatkan kepercayaan dari banyak pemimpin Aceh, kemudian memberikan cadangan kepada Belanda agar serangan mereka diarahkan kepada para ulama, bukan kepada sultan. Saran ini ternyata berhasil. Pada tahun 1898, Joannes Benedictus van Heutsz dinyatakan sebagai Gabenor Aceh, dan bersama Leftenannya, Hendrikus Colijn, menawan sebagian besar Aceh. Sultan M. Dawud akhirnya meyerahkan diri kepada Belanda pada tahun 1903 setelah dua isterinya, anak serta ibundanya terlebih dahulu ditangkap oleh Belanda. Kesultanan Aceh akhirnya jatuh pada tahun 1904. Saat itu, Ibukota Aceh telah sepenuhnya ditawan Belanda. Namun perlawanan masih terus dilakukan oleh Panglima-panglima di pedalaman dan oleh para Ulama Aceh sampai akhirnya jepang masuk dan menggantikan peran belanda. Perang Aceh adalah perang yang paling banyak merugikan pihak belanda sepanjang sejarah penjajahan Nusantara.

3.3 Zaman Penjajahan Dan Bangkitnya Nasionalisme

Pada masa kekuasaan Belanda, bangsa Aceh mulai mengadakan kerja sama dengan wilayah-wilayah lain di Indonesia dan terlibat dalam berbagai gerakan nasionalis dan politik. Aceh semakin mula terlibat dalam gerakan nasionalis Indonesia. Saat Volksraad (parlimen) dibentuk, Teuku Nyak Arif terpilih sebagai wakil pertama dari Aceh. (Nyak Arif lalu dilantik sebagai gabenor Aceh oleh gabenor Sumatra pertama, Mr. Teuku Muhammad Hasan). Saat Jepun mulai istihar perang untuk mengusir kolonialis Eropah dari Asia, tokoh-tokoh pejuang Aceh mengirim utusan ke pemimpin perang Jepun untuk membantu usaha mengusir Belanda dari Aceh. Perundingan dimulai pada tahun1940. Setelah beberapa rencana pendaratan dibatalkan, akhirnya pada 9 Februari 1942 kekuatan tentera Jepun mendarat di wilayah Ujong Batee, Aceh Besar. Kedatangan mereka disambut oleh tokoh-tokoh pejuang Aceh dan masyarakat umum. Masuknya Jepun ke Aceh membuat Belanda terusir secara mutlak dari tanah Aceh.

Awalnya Jepun bersikap baik dan hormat kepada masyarakat dan tokoh-tokoh Aceh, dan menghormati kepercayaan dan adat istiadat Aceh yang bernapaskan Islam. Rakyat pun tidak segan untuk membantu dan ikut serta dalam program-program pembangunan Jepun. Namun ketika keadaan sudah stabil, pelecehan terhadap masyarakat Aceh khususnya kaum perempuan mulai dilakukan oleh tentera Jepun. Rakyat Aceh yang beragama Islam pun mulai diperintahkan untuk membongkok ke arah matahari terbit di waktu pagi, sebuah perilaku yang sangat bertentangan dengan akidah Islam. Kerana itu rakyat Aceh mula tentangan terhadap Jepun di seluruh daerah Aceh. contoh yang paling terkenal adalah perlawanan yang dipimpin oleh Teungku Abdul Jalil, seorang ulama dari daerah Bayu, dekat Lhokseumawe.

3.4 Pasca Kemerdekaan Indonesia

Sejak tahun 1976, organisasi pembebasan bernama Gerakan Aceh Merdeka (GAM) telah berusaha untuk memisahkan Aceh dari Indonesia melalui kuasa tentera/pemberontakan. Pada 15 Ogos 2005, GAM dan pemerintah Indonesia akhirnya menandatangani persetujuan damai sehingga mengakhiri konflik antara kedua pihak yang telah berlangsung selama hampir 30 tahun. Pada 26 Desember 2004, sebuah gempa bumi besar menyebabkan tsunami yang melanda sebagian besar pesisir barat Aceh, termasuk Banda Aceh, dan menyebabkan kematian ratusan ribu jiwa. Di samping itu, telah muncul aspirasi dari beberapa wilayah Aceh, khususnya di bagian barat, selatan dan pedalaman untuk memisahkan diri dari Aceh dan membentuk provinsi-provinsi baru. Aceh yang bergabung semula dengan Indonesia dengan jaminan Soekarno akan menerapkan syariat Islam, namun kecewa kerana syariat Islam tidak dijadikan sebagai landasan negara seperti dijanjikan. Sehingga pada tanggal 13 Muharram 1372 H/21 September 1953 M, Teungku Muhammad Daud Beureu'eh atas nama rakyat Aceh mengumumkan bergabung dengan Negara Islam Indonesia yang didirikan oleh Kartosoewirjo. Pasca Gempa dan Tsunami 2004, yaitu pada 2005, Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka sepakat mengakhiri konflik di


Aceh. Perjanjian ini ditandatangani di Finlandia, dengan peran besar daripada mantan petinggi Finlandia, Martti Ahtisaari. Sistem pemerintahan yang berlaku di Aceh saat ini ada dua, iaitu Sistem Pemerintahan tempatan Aceh dan Sistem Pemerintahan Indonesia.

3.5 Warisan Acheh

Senjata tradisional

Rencong adalah senjata tradisional suku Aceh, bentuknya menyerupai huruf L, dan bila dilihat lebih dekat bentuknya merupakan kaligrafi tulisan bismillah. Rencong termasuk dalam kategori belati.Selain rencong, bangsa Aceh juga memiliki beberapa senjata khas lainnya, seperti sikin panyang, peurise awe, peurise teumaga, siwah, geuliwang dan peudeueng.

Rumah Tradisional

Rumah tradisonal suku Aceh dinamakan Rumoh Aceh. Rumah adat ini bertipe rumah panggung dengan tiga bagian utama dan satu bahagian tambahan. Tiga bagian utama dari rumah Aceh yaitu seuramoë keuë (serambi depan), seuramoë teungoh (serambi tengah) dan seuramoë likôt (serambi belakang). Sedangkan satu bahagian tambahannya yaitu rumoh dapu (rumah dapur).

Makanan Khas

Aceh mempunyai aneka jenis makanan yang khas. Antara lain timphan, gulai bebek, kari kambing, Gulai Pliek Udan meuseukat yang langka. Di samping itu emping melinjo asal kabupaten Pidie yang terkenal gurih, dodol Sabang yang dibuat dengan aneka rasa, ketan durian (boh drien ngon bu leukat), serta bolu manis asal Peukan Bada, Aceh Besar juga bisa jadi andalan bagi Aceh. Di Pidie Jaya terkenal dengan kuih khas Meureudu iaitu adèe. Sedangkan di kabupaten Aceh Utara dapat dijumpai kuliner khas lainnya iaitu martabak durian yang lazat. Kuliner Bireuen yang paling terkenal adalah sate matang yang merupakan sate daging lembu atau kambing yang dibakar yang pada awalnya berasal dari kota Matang Glumpang Dua. Makanan khas Kota Langsa yang sangat terkenal hingga ke seluruh Indonesia adalah Sop Sumsum iaitu berupa sup tulang daging lembu yang berisi sumsum di dalam tulangnya dan tulang daging lembu tersebut telah dipotong untuk dapat dinikmati sumsumnya menggunakan sedutan atau mengeluarkan sumsum ke atas piring.

Pahlawan

Bangsa Aceh merupakan bangsa yang gigih dalam mempertahankan kemerdekaannya. Kegigihan perang bangsa Aceh, dapat dilihat dan dibuktikan oleh sejumlah pahlawan (baik pria maupun wanita), serta bukti-bukti lainnya (empat jenderal Belanda tewas dalam perang Aceh, serta kuburan Kerkoff Peucut yang pernah mencatat rekor sebagai kuburan Belandaterluas di luar Negeri Belanda). Pahlawan Perempuan Cut Nyak Dhien, Cut Nyak Meutia, Laksamana Malahayati, Pocut Baren, Teungku Fakinah Pahlawan Lelaki Sultan Iskandar Muda, Teungku Chik Di Tiro, Teuku Umar, Panglima Polem, Teuku Nyak Arif, Mr. Teuku Muhammad Hasan


4.0 PERKONGSIAN OLEH BAPAK RIZAL (TRAVEL TOUR)

1. Acheh dikenali sebagai banda aceh, kota raja, serambi mekah dan Nangore bermaksud negeri

2. 95% adalah muslim dan kopi adalah minuman yang terkenal dan jenis terbaik di dunia iaitu

Arabica, agusta dan luak kopi. Sangar kopi sedap dan terkenal iaitu kopi dan susu mm 3. Aceh terletak di penghujung pulau, kawasan gunung berapi yang banyak kerana itu tanah begitu

subur

4. Kubur besar tsunami dikuburkan sebnyak 46718 orang. Lokasi dikenali kuburn massal siruh. Mayat ditanam secara islam walaupun bercampur dan tidak dikenali. Lebih kurang 250k terkorban atau lebih

5. Wali negeri – sultan sebagai orang no. 1 dan gabenor adalah orang no. 2 di aceh tetapi dalam

system kerajaan gabenor adalah yang dinamalan pertma

6. 15 ogos 2005 kerajaan Indon berdamai dengan GAM kerana tidak mahu pertumpahan darah

berlaku lagi.

7. Undang2 syariah Isalam sebagai undang2 sendiri di Aceh dan parti local bertanding di sini adalah satu-satunya seumpanya di seluruh Indonesia. Hukuman sebat dilakukan pada setiap hari jumaat sejak 2005. Tidak tahu dimana kawasan akan dilakukan hukuman tersebut tetapi yang pasti di kampong pesalah di masjid selepas selesai solat jumaat.

8. Aceh pernah menjadi sebuah kerajaan yang hebat suatu masa dahulu, kewujudan kerajaan Islam Samudera-Pasai dan kerajaan Islam Lamuri menjadi bukti kegemilangan Aceh. Bahkan negeri ini berfungsi sebagai pusat Islam Nusantara sebelum ia berpindah ke Melaka.

9. Kerajaan Aceh Darussalam di bawah pemerintahan Sultan Iskandar Muda adalah zaman kegemilangan tamadun Aceh. Kegemilangan ini yang kemudiannya hilang akibat penjajahan dan peperangan.

10. Aktiviti di tepi laut lazimnya jam 7 pagi sehingga 6 petang untuk kawal kawasan dan elakkan aktiviti maksiat dan rakyat acheh merasakan apabila wujudnya undang2 islam ia lebih selamat

11. Masjid Rahmatullah. Lokasi ini adalah dekat dengan laut beberapa ratus meter sahaja. Antara lokasi yang sangat teruk terjejas namun atas izin Allah masji ini hanya mngelami kerosakkn kecil sedangkan bangunan dan rumah di kawasan sekitar seperti padang jarak padang terkukur.

12. Selepas kejadian tsunami ia menjadi lokasi tempat berkumpulnya helicopter penyelamat dan mendarat bagi mana-mana Negara mahupun pertubuhan keselamatan membantu. Turut digambarkan menjadi kawasan pertukaran wang asing dan lain-lain berkaitan

13. Pemerintah dan masyarakat dunia khususnya pakar psikologi berfikir bagaimana ingin membuat aceh kembali tersenyum selepas kejadian dan ujian tsunami namun hingga ke hari ini orang-orang aceh tetap tersenyum seperti biasa kerana mereka percaya kepada ajal maut di tangan ALLAH dan yang pasti DIA berkuasa memberikan rezki mahupun menariknya bila-bila

14. Di kawasan ini atau pun di kawasan lain, banyak rumah didirikan oleh penumbang daripada Negara-negara luar namun tidak ramai yang ada lagi, hilang di tsunami atau berhijrah bagi mana- mana rumah yang kelihatan kosong


15. Sepanjang perjalanan bapak rizal memberitahu lokasi-lokasi yang dibangunkan oleh Negara luar contohnya Turki, China, Oman, Arab Saudi, Jepun dll tetapi malaysia hnya disebu banyakt membantu dari sudut perubatan dan NGO contohnya MERCY

16. Air tsunami air belerang bercampur dengan air laut yang masin menjadi satu racun yang segera memberi kematian dan Allah maha besar menunjukkan perubatan moden gagal mengubati mangsa tsunami tetapi air kelapa bisa memberi kesembuhan. Mana2 mangsa tsunami yang minum air kelapa di lihat dapat sembuh dan pulih.

17. Orang aceh adalah pejuang bukan pemberontak di tanah sendiri. Inginkan martabatkan islam di wilayah sendiri dan tak nak dijajah. Dari sudut ekonomi sangat mandiri dan berusaha sendiri. Sangat anti dengan orang china. Kami percaya jika orang cina pegang dan kuasai ekonomi maka habisla peluang bangsa sendiri di bumi sendiri. Orang aceh akan pastikan orang-orang cina tidak mempunyai suara mahupun berkereta besar. Jika mereka melampau akan di halau oleh orang aceh kerana mereka ini menumpang

18. Wanita diwajibkan bertudung, jika melihat ada wanita tidak bertudung sepanjang kembara ini di mana-mana itu mungkin orang luar atau bukan beragama islam. Pada setiap jumaat waktu solat jumaat kedai akan tutup dan semua orang akan menunaikan solat dan mungkin ada yang musafir sahaja tinggal.

19. Pendidikan di aceh mengutamakan agama Islam sebagai unsur utama walau bagaimanapun

pelajar juga boleh memilih pendidikan formal oleh pemerintah.

20. Syarat utama ingin menjadi gabenor(MB) selain mempunyai ciri-ciri yang terbaik, dia mesti lulus bacaan alquran yang akan dibuat kepada setiap calon di masjid utama aceh iaitu Baiturrahman. Bacaan tersebut dgn ilmu tajwid akan disemak dan diperdengarkan kpda masyarakat dan akan menjadi panduan untuk rakyat memilih siapa yang layak menjadi pemimpin

21. Gunung Selabang iaitu antara gunung berapi yang aktif dan ditakuti meletus oleh rakyat aceh, ketika belanda menjajah mereka telah membina terowong/lubang ke laut untuk kurangkan afktif dan seperti tempat gunung itu bernafas. Rakyat di acheh sebenarnya takut akan meletusnya gunung berapi dan persediaan menghadapinya juga turut dikakukan, ALLAH maha berkuasa bukan gunung berapi yang meletus tetapi Tsunami dari laut yang datang dan memberi 1001 ujian paling besar di Aceh

22. Bagi orang Aceh panggilan Teungku adalah khusus untuk Ulamak. Dan Tengku adalah kerabat

diraja atau bangsawan

23. Mungkin masyarakat luar Aceh melihat peristiwa ini sebagai suatu bencana alam sahaja. Tetapi bagi Aceh yang rata-rata penduduknya beragama Islam menganggap tsunami adalah satu teguran dan peringatan daripada Allah.

24. Justeru, Aceh memelihara tinggalan akibat dari tsunami untuk dijadikan iktibar dan pengajaran kepada generasi kemudian. Rata-rata penduduk Aceh melihat tsunami lebih daripada sekadar bencana. Sebaliknya, ia adalah peluang untuk Aceh membuka kembali ‘buku baru’ bagi negeri itu dengan meninggalkan segala kepahitan yang lalu.


5.0 DIALOG NUSANTARA DI UIVERSITAS ISLAM NEGERI AR RANIRY

Tantangan dalam Aplikasi Syariah di Aceh Darussalam: Isu dan Penyelesaian Ucap Utama oleh Dr. H. Syamsul Rijal, M.Ag Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dan Kerjasama UIN Ar Raniry

1. Perundangan adalah salah satu instrument politik di dalam Islam

2. Islam hadir di mana-mana antaranya kerana wisata, berniaga, mewujudkan silang budaya yang

rumpun di nusantara

3. Kami masyarakat di aceh adalah sebuah wilayah yang memperjuangkan Islam bukan baru tetapi telah lama dan boleh lihat daripada sejarahnya. Rakyat kene berani dalam mendepani cabaran daripada pemerintah.

4. Masa kini terbaru aceh telah menghapuskan riba. Sememangnya banyak pandangan menjelaskan tentang riba. Melihat kepada keadaan semasa riba tidak boleh dihapuskan atau tidak boleh lari. Namun kami berani memperkatakan mana yang betul dan enggak.

5. Kami berani mensyariahkan seluruh bank-bank konvensional termasuk bank pemerintah dan

menukarkannya kepada system Islam dan selari dengan syariah.

6. Sememangnya tiada yang dapat sempurna sebaiknya, namun kita harus melihat sejauhmana kita berusaha untuk mendapatkan yang lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa untuk negara dan agama kita.

7. Kemajuan Islam itu melihat kepada sejauhmana kemajuan ekonomi yang dipegang. Kita jangan

hanya bersandarkan kepada symbolism semata-mata.

8. Transformasi Islam juga harus dilihat dalam ekonomi. Contohnya seorang wanita berjilbab, namun bukan kepada pemakaian jilbabnya itu semata-mata namun melihat kepada bagaimana kemasnya pemakaiannya, fesyennya pelbagai, yang boleh dikomersilkan namun mengikut hokum agama.

9. Contoh ketika zaman saidina abu bakar yang memerangi orang yang tidak membayar zakat secara serius. Ini menujukkan hal ehwal ekonomi iaitu kewangan itu saling juga berkait dengan kebajikan dan kenegaraan

10. Aceh kini telah jelas dengan pendirian yang ada. Kita jangan Islam semata-mata di masjid, hanya dengan rukuk dan sujud namun kita harus sentuh isi Islam itu sendiri. Apa ruhnya dan apa yang diajar di dalam agama bukan kepada tempat-tempat tertentu, hal-hal tertentu namun keseluruhannya mestilah bersandarkan antara satu sama lain kepada agama islam

11. System halal harus disokong. Kita sebagai umat Islam perlu punyai pendirian dan kerjasama dalam mencari penyelesaian dan bukannya mencari permusuhan dan perbezaan siapa yang bagus atau sebaliknya.

12. Selanjutnya akan dikongsikan oleh dosen dan doktur yang akan berdiskusi bersama bapak-bapak


6.0 DISKUSI DAN PERKONGSIAN –

Prof Dr. Al Yasa’ Abu Bakar, (Fiqh dan Usul Fiqh) Fakultas Syariah & Hukum

1. Perkembangan Perundangan Islam di Acheh terdiri daripada 3 hal dibawah

i. Acheh adalah satu daerah yang istimewa iaitu satu daerah yang mempunyai autonomi

yang diberikan khusus oleh pemerintah ii. Keistemewaan wilayah aceh adalah pemerintahan Islam iii. Bagaimana kita boleh melihat pelaksanaan hukom syariah

2. Merujuk consti-perlembagaan Indonesia terdapat 5 daerah/ wilayah/ negeri yang istimewa. Perbezaannnya antara wilayah/ negeri-negeri lain antara seperti perundangan adat, hak milik tanah, pemerintahan dan lain-lain yang diberi khusus oleh pemerintah yang tidak ada pada wilayah lain

3. Ibu kota provinsi yang menjadi Daerah Khusus atau Daerah Istimewa di Indonesia

i. Yogjakarta(Pulau Jawa)- kepala daerahnya adalah seorang raja dan turun temurun ii. Acheh – Pelaksanaan undang-undang sendiri iaitu syariah iii. Jakarta – perlantikan gabenor adalah berbeza dengan wilayah-wilayah lain, satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat provinsi dan pemerintahan utama berada disini iv. Papua – pemerintahan melalui adat dan istiadat puak dan kaum disini, pemilikan tanah

dan perundangan serta pemerintahan dikalangan penduduk pribumi v. Papua Barat – gabenor terdiri drpda masyarakat papua sendiri, rakyatnya masih jauh kebelakang terdiri masyarakat orang asli. Penduduk kurang 10 juta namun terdapat 100 bahasa dan ada antara satu mukim 3 bahasa berbeza

4. Keistemewaan Acheh ialah :

i. Menjalankan syariat Islam ii. Pendidikannya adalah berbeza dengan pemerintah yang focus pendidikan formal(sekolah kerajaan). Pendidikan khusus dan tekankan kepada agama Islam kerana itu wujusdnya pansantren dan sekolah pondok yang diiktiraf iii. Adat dan istiadatnya terpelihara dan terjaga iv. Ada lembaga rasmi yang memelihara Aceh, ulamak menjadi pewakilan di setiap lokasi

sebagai penasihat kepada kerajaan di seluruh Acheh

5. Pemerintahan Aceh dibentuk berdasarkan Sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, menempatkan Aceh sebagai pemerintahan daerah yang bersifat istimewa dan khusus, terkait dengan ciri-ciri khas sejarah perjuangan masyarakat Aceh yang memiliki ketahanan dan daya juang tinggi dan untuk melaksanakan perundangan syariah islam yang syumul

6. Pelaksanaan peundangan Islam di Acheh terbahagi kepada 2 poin utama :

i. Tugas Kerajaan- menjalankan kebajukan dan bijaksana dalam memikirkan pelaksanaan perundangan Islam itu berjalan dengan baik. Setiap pemimpin harus mendukung syariat Islam itu dalam pelbagai perkara


ii. Perundangan – membuat dan menggubal undang-undang mengikut syariat Islam

meliputi jenayah, kekeluargaan, syariat Islam Ibadah dll

7. Pada tahun 2006 telah dilaksanakan secara bertulis untuk pelaksanaan yang lebih teratur

8. Pada pandangan secara peribadi ia belum dilaksanakan secara bersungguh namun ada usahanya

kea rah itu. Pada tahun 2015 undang-undang jenayah baru sahaja dibuat secara qanun

9. Pada qanun itu terletak 3 cabang :

i. Jenayah –

Hal jenayah ini masih ditahap amal di Aceh iaitu secra tadrij apa yang dikatakan sebagai step by step dan bertahap. Jika di Indonesia secara hukuman formal hukumannya denda dan penjara. Namun Aceh telah melaksanakan hukuman sebat sejak 2005.

Terdapat pelbagai kelemahan akan dibaiki dan dilihat secara dalam sehingga ke hukuman mati iaitu qisas pada masa akan dtg

ii. Muamalat –

Pihak pemerintah telah memberi izin di peringkat nasional untuk menukar bank milik pemerintah termasuk bank Aceh kepada yang lebih Islami. Pada bulan September lepas sudah 100% ditukar kepada Bank yang mengamalkan system kewangan Islam dan tidak ada riba

Hal Ehwal Zakat dapat juga diurus mengikut hokum Islam dan lebih moderate dan segala pengurusannya kea rah lebih sistematik dan telus sentiasa dalam perancangan dan diteliti semasa ke semasa

iii. Kekeluargaan – Hal ini tidak menjadi masalah kerana di seluruh Indonesia telah

sepenuhnya menurut Islami

10. Kami sentiasa membuat kajian dan semakan bagi setiap hokum yang dijalankan. Antaranya dalam membuat tafsiran ke atas sesuatu perbuatan kesalahan. Rujukan akan dibuat dalam kitab- kitab fiqh dan pandangan ulama. Namun jika tidak menjumpai apa yang sesuai atau tiada dalam mazhab dan fiqh kami akan buat definisi yang baharu contoh frasa zina, musahaqah dan lain- lain. Semuanya bergantung kepada keperluan dan maslahah masyarakat khususnya di Aceh.

11. Qanun yang dilaksanakan atau dibuat mungkin agak berbeza pengadilannya di Malaysia. Kita tidak boleh nafikan penjajah telah punyai pengaruh ke atasnya. Contohnya di Malaysia pastinya mengikut system Inggeris dan di Aceh ini mengikut system Belanda.

12. Pembuktian dalam kes – Mungkin ada perbezaan di Malaysia sebagai contoh dalam kes Jarimah jika terdapat 2 alat pembuktian antaranya kesaksian/syahadah, perlakuan, keterangan elektronik, tulisan dan saksi yang adil sudah boleh kes itu diteruskan di pengadilan. Hakim sudah memadai keterangan yang cukup untuk mendengar atau memutuskan kes.

13. Untuk kes rogol, saksinya bercukupan seorang dan sumpah daripada korban(mangsa), jika zina

masih perlu ada 4 orang saksi dan jika ada pengakuan diri sendiri.


14. Qanun Jenayah mengertikan jarimah sebagai perbuatan yang dilarang oleh syariat Islam yang dalam qanun diancam dengan hukuman tertentu. Uqubat adalah hukuman yang dapat dijatuhkan oleh hakim terhadap pelaku jarimah

15. Qanun jenayah di aceh diperuntukkan dalam QANUN ACHEH TENTANG HUKUMAN JINAYAT NOMOR 6 TAHUN 2014 baru sahaja diperuntukkan kesalahan jarimah berikut iaitu :

1. Khamar adalah minuman yang memabukkan dan/ atau mengandung alkohol dengan kadar 2% atau lebih.

2. Maisir adalah perbuatan yang mengandung unsur taruhan dan/ atau unsur keuntungan yang dilakukan antara 2 (dua) pihak atau lebih, disertai kesepakatan bahwa pihak yang menang akan mendapat bayaran/ keuntungan tertentu dari pihak yang kalah baik secara langsung atau tidak

3. Khalwat adalah perbuatan berada pada tempat tertutup atau tersembunyi antara 2 (dua) orang yang berlainan jenis kelamin yang bukan Mahram dan tanpa ikatan perkawinan dengan kerelaan kedua belah pihak yang mengarah pada perbuatan Zina.

4. Ikhtilath adalah perbuatan bermesraan seperti bercumbu, bersentuh-sentuhan, berpelukan dan berciuman antara laki- laki dan perempuan yang bukan suami istri dengan kerelaan kedua belah pihak, baik pada tempat tertutup atau terbuka.

5. Mahram adalah orang yang haram dinikahi selama-lamanya yakni orang tua kandung dan seterusnya ke atas, orang tua tiri, anak dan seterusnya ke bawah, anak tiri dari istri yang telah disetubuhi, saudara (kandung, seayah dan seibu), saudara sesusuan, ayah dan ibu susuan, saudara ayah, saudara ibu, anak saudara, mertua (laki-laki dan perempuan), menantu (lelaki dan perempuan).

6. Zina adalah persetubuhan antara seorang lelaki atau lebih dengan seorang perempuan atau lebih tanpa ikatan perkawinan dengan kerelaan kedua belah pihak.

7. Pelecehan Seksual adalah perbuatan susila atau perbuatan cabul yang sengaja dilakukan seseorang di depan umum atau terhadap orang lain sebagai korban(mangsa) baik lelaki maupun perempuan tanpa kerelaan korban.

8. Liwat adalah perbuatan seorang lelaki dengan cara memasukkan zakarnya kedalam dubur lelaki yang lain dengan kerelaan kedua belah pihak.


9. Musahaqah adalah perbuatan dua orang wanita atau lebih dengan cara saling menggosok-gosokkan anggota tubuh atau faraj untuk memperoleh rangsangan (kenikmatan) seksual dengan kerelaan kedua belah pihak.

10. Pemerkosaan adalah hubungan seksual terhadap faraj atau dubur orang lain sebagai korban dengan zakar pelaku atau benda lainnya yang digunakan pelaku atau terhadap faraj atau zakar korban dengan mulut pelaku atau terhadap mulut korban dengan zakar pelaku, dengan kekerasan atau paksaan atau ancaman terhadap korban.

11. Qadzaf adalah menuduh seseorang melakukan Zina tanpa dapat mengajukan paling kurang 4 (empat) orang saksi.

16. Di Aceh menerima keterangan seorang saksi perempuan sama seperti keterangan dan bilangan

bagi saksi lelaki. Merujuk Q.S. al Baqarah (2): 282

Terjemahnya :

“...Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki diantaramu). Jika tak ada dua orang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi- saksi yang kamu redhai, supaya jika seorang lupa maka seorang lagi mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil...

Kami mentafsirkan ىرخلأا امهادحإ ركذتف امهادح إ adalah apabila seorang lupa seorang mengingatkan menunjukkan keterangan seorang sudah mencukupi namun terikat kepada pemeriksaan saksi- saksi keatasnya di dalam mahkamah

17. Mungkin antara kekangan di Aceh ialah tiada penguatkuasa syariat yang khusus, hanya terdapat polis negeri/pemerintah dan pendakwaan juga tidak khusus. Diharapkan agar polis pemerintah juga akan terus mendukung kes-kes melibatkan syariah secara berterusan.

18. Dalam syarak, Isteri hendaklah mematuhi suami dan tidak boleh berkata tidak selagi mana ianya tidak berlawanan dengan hukum Islam. Di Indonesia setiap Isteri telah mempunyai haknya dalam undang-undang Islam

19. Di sini kes-kes melibatkan murtad mungkin tidak bisa didengari, jika ada yang tukar agama

secara suka dan rela ianya tidak boleh dihukum

20. Politik Islam dan perundangan saling berkait. Pemerintah perlu ada kemahuan dan kehendak dan setiap pelaksanaan ianya perlu kajian yang mendalam serta perlu disokong dengan kajian ilmiah akademik supaya ianya boleh berjalan dengan teratur dan member hikmah. Jika lihat di Brunei Qanunnya sudah ada namun ianya belum berhasil sepenuhnya.


7.0 PERTEMUAN DENGAN WAKIL GABENOR –

Prof Dr. Shahrizal Abbas, Kepala Dinas Syariah Aceh

1. Syariat Islam telah lama bertapak di Aceh. Sinonim bersama di seluruh Wilayah dan penduduknya yang majority adalah beragama Islam. Hal ini menolak pandangan bahawa Aceh baharu sahaja melaksanakan Syariat di bumi Aceh

2. Jika dilihat dalam sejarah iaitu sejak Indonesia merdeka tidak lagi menjadikan syariat Islam itu sevagai perundangan yang utama, namun begitu di wilayah ini masih kekal melaksanakan malah mewujudkan dan menambah baik hukum syariat untuk masyarakat di Aceh

3. Tahun 1947 Indonesia dijajah semula oleh Belanda. Bapak Presiden Sukarno meminta Aceh umtuk member izin agar belanda boleh duduki Aceh dan mintak dukungan untuk pemerintahan Indonesia. Tetapi bapak Abu Daud bederih (Ketua Persatuan Ulama Seluruh Aceh) minta agar Aceh kekal didukung oleh syariat Islam. Pihak Presiden bersetuju namun begitu hal berkenaan tidak ditulis di dalam mana-mana perjanjian. Namun di luar Aceh Bapak Presiden menyatakan Aceh telah menerima dan menjadi sebahagian daripada republic Indonesia tanpa sebarang Syarat.

4. Aceh menunjukkan semangat nasional dan memberi kerjasama sebaiknya kepada pemerintah hingga mengumpul dana rakyatnya untuk membelikan Indonesia pesawat Dakota RI-001 Seulawah yang sangat besar jasanya dalam perjuangan awal pembentukan negara Indonesia. Monumen pesawat Dakota Seulawah 001 dibuat di lapangan Blang Padang, Banda Aceh

5. Pemerintahan Indonesia melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 1999 Tentang Penyelenggaraan Keistimewaan Propinsi Daerah Istimewa ACEH yang telah memberi keistemewaan kepada Acheh untuk memerintah dibawah kuasa autonomi yang khusus berbanding Wilayah-wilayah lain

6. Seterusnya Aceh terus berkonflik dan dengan pelbagai usaha daripada pemerintah mahupun rakyat acheh. Konflik Tentera Nasional Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka terus menjadi perhatian utama hingga ke peringkat dunia. Pada 11 April 2001, Presiden Abdurrahman Wahid menetapkan arahan Presiden Nomor IV Tahun 2001 tentang langkah-langkah menyeluruh dalam penyelesaian konflik di Aceh. Pendekatan yang harus dilakukan untuk menyelesaiakan masalah Aceh adalah melalui politik, ekonomi, sosial dan hukum dan ketertiban masyarakat, keamanan, serta informasi

7. Presiden Abdurrahman Wahid menggagas pemberian otonomi khusus kepada masyarakat Aceh yang gagasan ini tidak pernah diundangkan. Gagasan pemberian otonomi khusus akhirnya di undangkan oleh Presiden Megawati Soekarnoputeri, melalui UU No 18 tahun 2001 tentang Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan syariat Islam untuk Aceh. Selain itu, Presiden Megawati pada 11 Oktober 2001 memperincikan perintah No IV Tahun 2001 menjadi peruntah No VII Tahun 2001. Ia berisi enam langkah untuk menyelesaikan konflik Aceh secara konprehensif di bidang politik, ekonomi, sosial, hukum dan ketertiban masyarakat, keamanan, serta informasi yang tidak jauh berbeda dengan inpres No IV Tahun 2001.

8. Bencana Tsunami pada 26 Disember 2004 ini adalah penyelesaian yang datang daripada ALLAH kepada masalah yang melanda Aceh selama ini. Jika dahulu Aceh pernah ‘hilang’ dari mata dunia. Kini, tsunami memperkenalkan kami kembali. Justeru, berasaskan zaman gemilang Aceh Darussalam, kerajaan berusaha membangunkan negeri ini dengan nilai-nilai Islam. Keizinan untuk melaksanakan undang-undang syariah juga menjadi suatu pencapaian dalam menuju kembali kegemilangan Aceh.


9. Akhirnya Pengakuan Negara atas keistimewaan dan kekhususan daerah Aceh terakhir diberikan melalui Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan. Undang-undang Pemerintahan Aceh ini juga kesan daripada Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara Pemerintah dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang ditandatangani pada 15 Ogos 2005 dan merupakan suatu bentuk openyelesaian secara bermartabat menuju pembangunan sosial, ekonomi, serta politik di Aceh secara berkelanjutan.

10.Perundangan ini memperuntukkan Aceh untuk membuat perundangan syariah secara keseluruhannya dan diberi kepercayaan untuk melaksanakannya dengan baik. wujudnya Dinas Syariat Islam untuk persiapkan Qanun. Terkini kami berusaha untuk menolak pelaksanaan system Riba di dalam bank-bank di Aceh.

11.Qanun Syariah bawah Jarimah yang terdapat 10 fasal utama yang dijalankan adalah dilaksanakan bersama dengan pemerintah iaitu polis, jaksa dan Pendakwa diperingkat mahkamh yang diletakkan dibawah pengawasan agama dan syariah juga. Mahkmah di wilayah lain mengadili kes tidak sama seperti di wilayah Aceh yang dapat melihat segenap aspek termasuk hokum syariah.

13. Wilayatul Hisbah menjadi penasihat. Adanya penekanan kepada Maqasid syariah untuk menjaga dan mewujudkan kebaikkan serta maslahah yang timbul dari masa ke semasa. Bukan semata- mata hukuman itu untuk memberi ketakutan kepada masyarakat namun pengajaran sebaiknya yang diperolehi daripadanya.

14. Sebagai contoh bari-baru ini bertemu dengan embasador daripada Amarika yang berpegang kepada Hak Asasi Manusia (HAM). Kita sebagai pemimpin dan orang Islam haruslah menerangkan dengan sebaiknya agar orang bukan Islam itu melihat Islam ini dengan penuh hikmah. Saya memberikan contoh bagaimana orang Gay itu adalah sangat keji dalam Islam. Haiwan pun mencari pasangan berlainan jenis dalam aturan kehidupan. Walaupun meraka merasa senang dan tenag dengan golongan tersebut namun dalam Islam perlu menjaga aturan semulajadi dan sifat sebenar manusia.

15. Kami tidak melarang seorang lelaki untuk tinggal serumah, tidur satu ranjang, berpelukkan jika diperlukan(kesejukkan) namun apabila memasukkan kemaluan di tempat tak sepatutnya adakah kelihatan cocok? Pihak HAM yang hadir juga tidak mampu menjawab.

16. Jika pemerintah akan datang tidak favour kepada perundangan Islam mungkinkah Undang- undang Acheh ini boleh dipinda? Undang-undang di Aceh sememangnya boleh dipinda mengikut pemerintah di Indonesia mungkin jika tidak hari ini mungkin di masa akan datang, namun ia bukannya satu proses yang mudah kerana perlu melalui pelbagai peringkat

17. Menurut Hj. Abd Rahman Kaoi, Ketua mahlis adat Aceh, mungkin ada adat-adat di Aceh bertentangan dengan hokum syarak contohnya hal perkahwinan, namun kita sama-sama usaha mengubahnya mengikut panduan Islam. Mungkin adat-adat tertentu boleh dikekalkan namun diselarikan dengan hikmah dan mengikut acuan Islam


Wakil Hakim Mahkamah – Yang Arif Tuan Zulkafli bin Yusof Persoalan Berkaitan Mahkamah Dan Prosedur Pengadilan

18. Peradilan syariat Islam di Aceh adalah dari sistem peradilan nasional dalam lingkungan peradilan agama yang dilakukan oleh Mahkamah Syar’iyah yang bebas dari pengaruh pihak mana pun. Mahkamah Syariah merupakan pengadilan bagi setiap orang yang beragama Islam dan berada di Aceh.

19. Mahkamah Syariah Kabupaten/Kota sebagai pengadilan tingkat pertama dan Mahkamah Syariah Aceh sebagai pengadilan tingkat banding(tinggi/rayuan) Hakim Mahkamah diangkat dan diberhentikan oleh Presiden atas nasihat Ketua Mahkamah Agung.

20. Mahkamah Syariah berbidangkuasa memeriksa, mengadili, memutus, dan menyelesaikan perkara yang meliputi bidang Ahwal Al-Syakhsiyah (hukum keluarga), Muamalah (hukum perdata), dan Jenayah (hukum pidana) yang didasarkan atas syariat Islam. Ketentuan mengenai bidang tersebut adalah dengan merujuk dengan Qanun Aceh.

21. Apa jua keputusan Mahkamah Syariah Aceh dapat dirayu kepada Mahkamah Agung di Jakarta. Hukum acara yang adalah hukum acara yang diatur dalam Qanun Aceh. Konflik bidangkuasa antara Mahkamah Syariah dan pengadilan dalam lingkungan peradilan mahkamah lain menjadi kuasa Mahkamah Agung untuk tingkat pertama dan tingkat terakhir memutuskan.

22. Dalam hal terjadi perbuatan jenayah yang dilakukan oleh dua orang atau lebih secara bersama- sama yang di antaranya beragama bukan Islam, pelaku yang beragama bukan Islam boleh memilih secara sukarela pada hukum jenayah di bawah Qanun Aceh atau pemerintah.

23. Setiap orang yang beragama bukan Islam melakukan perbuatan jenayah yang tiada peruntukkannya dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana atau ketentuan pidana di luar Kitab Undang-undang Hukum Pidana akan dirujuk bawah Qanun Aceh. Penduduk Aceh yang melakukan perbuatan jinayah di luar Aceh akan dirujuk dibawah Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang diperuntukkan di seluruh Indonesia.

24. Tugas penyelidikan untuk penegakan syariat Islam yang menjadi bidangkuasa Mahkamah Syariah berkaitan jenayah dilakukan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Penyelidik Pegawai Negeri Sivil.

25. Sememangnya banyak pihak luar memberi tekanan. Selepas keluar di media Acheh melaksanakan syariat Islam banyak pihak memberi tekanan. Namun apa yang disampaikan di media dan kebanyakkan daripada mereka tidak jelas apa yang dilakukan di Acheh. Mereka tidak mendapat gambaran sebenar. Jadi datanglah ke Acheh dan berjumpa dengan pemerintah agar kami dapat menjelaskan bagaimana pelaksanaan itu dilakukan


8.0 ULASAN PERBANDINGAN PERUNDANGAN ISLAM MALAYSIA DARIPADA

CATATAN DAN KEMBARA

1. Pada dasarnya undang-undang jenayah Islam di Malaysia hanya meliputi jenayah takzir. Hingga kini tiada sebarang undang-undang khas hudud mahupun qisas dilaksanakan walaupun terdapat usaha-usaha untuk melaksanakannya di Kelantan dan Terengganu

2. Di Malaysia, setiap wilayahnya iaitu negeri adanya peruntukkan perundangan syariah di bawah enakmen jenayah syariah negeri-negeri dan puncakuasanya adalah dibawah Perlembagaan Persekutuan, Senarai II Jadual Kesembilan Perlembagaan. Jika merujuk di Selangor Qanun seperti di Acheh itu disebut sebagai Enakmen Jenayah Syariah Negeri Selangor.

3. Perlembagaan Persekutuan iaitu artikel 121(1A) yang telah membawa kepada penambahan kewibawaan Mahkamah Syariah iaitu bersifat eksklusif yang mana bidangkuasa Mahkamah Syariah tidak boleh dicampuri oleh mahkamah sivil

4. Walau bagaimanapun dari segi pelaksanaan bidang kuasa jenayah, mahkamah syariah masih lagi terbatas dengan hukuman 3:5:6, yakni denda tidak melebihi RM5000 atau penjara tidak lebih tiga tahun atau sebatan (syariah) tidak lebih enam kali sebatan

5. Bidang kuasa jenayah mahkamah syariah juga tidak meningkat walaupun selepas pindaan, masih kekal dengan “sifir” 3 : 5 : 6, sebagaimana yang dibataskan oleh Akta Mahkamah Syariah Bidang kuasa Jenayah 1965 (Pindaan 1984). Apabila kita cuba bandingkan Bidang kuasa mahkamah syariah yang paling tinggi iaitu Mahkamah Tinggi Syariah dengan kuasa Mahkamah majistret kelas pertama yang boleh menghukum sehingga 10 tahun penjara, denda sehingga RM10 ribu, rotan sehingga 12 kali atau mana-mana kombinasi hukuman di atas

6. Kesalahan-kesalahan jenayah syariah di Malaysia ini boleh dilihat peruntukannya di dalam tiga peruntukkan utama i - di bawah Undang-undang Pentadbiran Agama Negeri-negeri, ii - Kesalahan-kesalahan di bawah Enakmen/Ordinan/Akta Undang-undang Keluarga Islam Negeri-negeri, iii - Kesalahan-kesalahan di bawah Undang-undang Kesalahan Jenayah Syariah yang secara khususnya memberikan peruntukan berkaitan dengan jenayah berkenaan

7. Kesalahan no. iii diatas turut melibatkan kesalahan jenayah syariah matrimoni berkenaan penalti kesalahan melibatkan perkahwinan dan kekeluargaan seperti antaranya poligami tanpa izin mahkamah dan perceraian dilakukan di luar mahkamah

8. Enakmen Kesalahan Jenayah Syariah Selangor masa kini terdapat 38 Kesalahan Jenayah Syariah atau di negeri-negeri lain di Malaysia telah membentuk beberapa kategori jenayah yang tertentu, iaitu:

i. Kesalahan berkaitan akidah seperti menyebarkan doktrin palsu dan takfir.

ii. Berhubung dengan kesucian agama Islam dan institusinya seperti menghina perkara- perkara yang berkait dengan agama, pihak berkuasa agama, fatwa, ingkar perintah mahkamah, berjudi, minum arak dan minuman yang memabukkan, tidak menghormati bulan Ramadan, tidak menunaikan solat Jumaat dan tidak membayar zakat atau fitrah.

iii. Berhubung dengan kesusilaan seperti sumbang mahram, pelacuran, hubungan jenis,

khalwat, lelaki berlagak seperti pondan dan perlakuan tidak sopan di khalayak awam


iv. Kesalahan pelbagai seperti membawa lari wanita yang sudah bersuami, menghalang pasangan yang telah bernikah daripada menjalani kehidupan sebagai suami isteri, menghasut suami isteri supaya bercerai atau meninggalkan kewajipan, menjual atau memberi anak kepada bukan Islam, qazaf (menuduh zina), mengutip zakat tanpa kebenaran dan menyalahgunakan tanda halal.

9. Bidang kuasa jenayah mahkamah syariah masih terhad kepada pelaku yang beragama Islam sahaja. Sebagai contoh melihat kepada peruntukkan EJSS 1995 jika seorang wanita Islam ditangkap melakukan zina atau berkhalwat dengan seorang lelaki bukan Islam, maka hanya tertuduh yang beragama Islam sahaja boleh didakwa di mahkamah syariah dan dihukum. Tertuduh yang bukan Islam tidak boleh didakwa dan akan terlepas.

10. Antara contoh perbezaan kesalahan dan hukuman Malaysia dan Aceh :

i. Persetubuhan Luar Nikah Kesalahan yang dilakukan oleh mana-mana orang yang melakukan persetubuhan atau hubungan kelamin dengan pasangannya yang bukan isterinya atau suaminya yang sah menurut hukum syarak dan tidak terbukti mengandungi unsur paksaan ataupun persetubuhan syubhah. Hukuman yang dikenakan adalah didenda sebanyak lima ribu atau dipenjarakan tidak melebihi tiga tahun ataupun disebat tidak melebihi enam sebatan ataupun kombinasi hukuman-hukuman tersebut.

Aceh - Zina –

(1) Setiap Orang yang dengan sengaja melakukan Jarimah Zina, diancam dengan ‘Uqubat Hudud cambuk 100 (seratus) kali. (2) Setiap Orang yang mengulangi perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diancam dengan ‘Uqubat Hudud cambuk 100 (seratus) kali dan dapat ditambah dengan ‘Uqubat Ta’zir denda paling banyak 120 (seratus dua puluh) gram emas murni atau ‘Uqubat Ta’zir penjara paling lama 12 (dua belas) bulan. (3) Setiap Orang dan/atau Badan Usaha yang dengan sengaja menyediakan fasilitas atau mempromosikan Jarimah Zina, diancam dengan ‘Uqubat Ta’zir cambuk paling banyak 100 (seratus) kali dan/atau denda paling banyak 1000 (seribu) gram emas murni dan/atau penjara paling banyak 100 (seratus) bulan.

ii - Khalwat

Mana-mana orang yang terbukti berkhalwat akan di denda tidak melebihi tiga ribu atau dipenjarakan tidak melebihi dua tahun atau kedua-duanya sekali

Aceh - Setiap Orang yang dengan sengaja melakukan Jarimah khalwat, diancam dengan ‘Uqubat Ta’zir cambuk paling banyak 10 (sepuluh) kali atau denda paling banyak 100 (seratus) gram emas murni atau penjara paling lama 10 (sepuluh) bulan.

iii- Minum minuman memabukkan

(1) Mana-mana orang yang, di mana-mana kedai atau tempat awam lain, minum apa-apa minuman yang memabukkan adalah melakukan suatu kesalahan dan apabila disabitkan boleh didenda tidak melebihi tiga ribu ringgit atau dipenjarakan selama tempoh tidak melebihi dua tahun atau kedua-duanya. (2) Mana-mana orang yang membuat, menjual, menawarkan untuk jualan, mempamerkan untuk jualan, menyimpan atau membeli apa- apa minuman yang memabukkan adalah melakukan suatu kesalahan dan apabila disabitkan boleh didenda tidak melebihi lima ribu ringgit atau dipenjarakan selama tempoh tidak melebihi tiga tahun atau kedua-duanya.


Aceh - (1) Setiap Orang yang dengan sengaja minum Khamar diancam dengan ‘Uqubat Hudud cambuk 40 (empat puluh) kali. (2) Setiap Orang yang mengulangi perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diancam dengan ‘Uqubat Hudud cambuk 40 (empat puluh) kali ditambah ‘Uqubat Ta’zir cambuk paling banyak 40 (empat puluh) kali atau denda paling banyak 400 (empat ratus) gram emas murni atau penjara paling lama 40 (empat puluh) bulan

9.0 KESIMPULAN

1. Hasil kembara ini dapat membangunkan jati diri dan mengangkat darjat hukum Allah kepada satu tahap yang paling tinggi untuk di amalkan kepada pengamal undang-undang di Malaysia. Sebarang penyelesaian maslah yang berkaitan undang-undang Islam dan bidangkuasa Mahkamah Syariah mesti disesuaikan dengan asas-asas yang pernah digariskan oleh ulama Islam dan ilmuan undang-undang Islam ketika mengeluarkan hukum-hukum berkaitan undang- undang Islam untuk diaplikasi di Malaysia. Pelbagai perintah dan larangan yang terkandung di dalam Enakmen undang-undang Islam adalah berkaitan akhlak dan tingkah laku untuk memelihara agama, maruah, ekonomi dan segala yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.

2. Di Acheh apa yang jelas rakyat serta pemimpinnya bersungguh dalam melaksanakan perundangan Islam itu sendiri. Perjuangan mereka sejak dijajah atau diperdaya masih kekal utuh. Pemimpin yang memperjuangkan wilayah otonomi acheh khususnya dalam memelihara syariat Islam, Adat budaya dan kelompok bangsanya dan masyarakat dilihat sebagai satu contoh kesungguhan mereka dalam memartabatkan Islam itu di seluruh kehidupan dari peringkat akar umbi dan pihak pemimpin. Alasan rakyat majoritinya beragama Islam tidak boleh dibandingkan namun sejauh mana mereka berusaha kearah memartabatkan perundangan Islam. Pemikir mereka di kalangan ahli akademik yang pakar tidak dipinggirkan walau mempunyai perbezaan pandangan dan pendapat malah diteliti dan dikaji agar maqasid syariah itu terlaksanan dengan sebaiknya.

3. Perlaksanaan Hukum Syarak di Malaysia mempunyai asas dan latar belakang yang kukuh dan telah dilaksanakan sejak penubuhan kerajaan Melayu Melaka dan berterusan sehingga ke zaman penjajah dengan penyempitan pelaksanaan Hukum Syarak. Apabila negara mencapai kemerdekaan, Islam telah diberi kedudukan dalam Perlembagaan dan raja telah diberi status ketua agama. Perlembagaan juga telah memberi bidang kuasa kepada Badan Perundangan Negeri bagi membuat perundangan Islam di dalam batas-batas yang telah ditetapkan oleh Perlembagaan dan tertakluk kepada Perundangan Persekutuan yang juga membatas pelaksanaan sepenuhnya Hukum Syarak sepenuhnya.

4. Dengan mengambil kira segala aspek yang telah disebutkan, catatan ini adalah usaha untuk meletakkan garis panduan kepada masyarakat untuk memartabatkan undang-undang Islam khusunya undang-undang jenayah. Penulis juga merasakan waktu ini, masyarakat Islam tidak diadili mengikut kehendak agamanya. Apa yang berkaitan dengan agama Islam Mahkamah syariah pula diletakkan di tempat yang rendah dan mempunyai bidang kuasa yang terhad. Memperkecil dan mengesampingkan sistem pentadbiran keadilan jenayah syariah akan memberikan kesan buruk kepada Islam. Walaubagaimanapun untuk melaksanakan secara menyeluruh atau isu perundangan syariah di negara ini diharapkan pihak yang berkepentingan dan yang berbidangkuasa dapat meneliti dan melihat secara menyeluruh agar perundangan Islam tidak diperlekehkan mahupun hanya menjadi polemik bermusim. Tuntutan syariah juga ia termasuk membasmi rasuah, keadilan sosial, hak asasi manusia dan tadbir urus yang baik. Islam bukan hanya terletak kepada hukuman namun sejauh mana kita melaksanakan keadilan sebaiknya.


5. Negara kita sudah mencapai kemerdekaan lebih daripada 5 dekad, diharapkan tidak wujud lagi masalah ketidakseragaman dan perbezaan peruntukan yang terkandung dalam enakmen- enakmen atau akta undang-undang jenayah syariah di negeri-negeri (jika ada). Hal ini demikian kerana kita menerima pakai sumber rujukan syarak yang sama dan bermazhab yang sama. Mufti negeri juga berpegang pada mazhab yang sama iaitu Ahli Sunnah.

Exco Tugas-tugas Khas (Undang-undang)

ABIM Negeri Selangor