BAB 1

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

        Kanker serviks merupakan kanker kedua terbanyak yang ditemukan pada wanita di dunia. Kurang lebihnya 500.000 kasus baru kanker rahim terjadi tiap tahun dan tiga perempatnya terjadi dinegara-negara berkembang. Di Indonesia diperkirakan setiap tahunnya terdapat 100 penderita kanker yang baru dari setiap 100.000 penduduk. Yang dimaksud dengan kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada serviks uteri, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk kearah rahm yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina).

        WHO menyatakan bahwa sepertiga sampai setengah dari semua jenis kanker dapat dicegah, sepertiga dapat disembuhkan bila ditemukan pada tahap permulaan atau stadium dini. Sisanya dapat diringankan penderitaannya. Oleh karena itu, upaya mencegah kanker dan menemukan kanker pada stadium dini merupakan upaya yang penting karena disamping membebaskan masyarakat dari penderitaan kanker juga menekan biaya pengobatan kanker yang mahal.

  1. Tujuan
  1. Tujuan Umum

Diharapkan mampu melakukan asuhan kebidanan pada pasien dengan Ca serviks.

1.2.2        Tujuan Khusus

Diharapkan mahasiswa mampu melakukan:

        1.        Pengkajian         

        2.        Identifikasi

        3.        Menentukan antisipasi masalah potensial

        4.        Identifikasi kebutuhan segera

        5.        Menentukan intervensi dan rasionalnya

        6.        Melakukan implementasi

        7.        Mengevaluasi asuhan yang diberikan

1.3        Metode Penulisan

        Tekhnik memperoleh data (Studi pustaka, praktek langsung), bimbingan dan  konsultasi.

BAB 2

LANDASAN TEORI

  1. Definisi

        Yang dimaksud dengan kanker serviks adalah kanker yang terjadi pada serviks uteri, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk kearah rahm yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina) (Prawirohardjo, 2007).

        Kanker serviks atau servikal cancer adalah kanker yang terjadi pada daerah leher rahim atau cervikx, yang diserang yaitu bagian rahim yang menghubungkan rahim sebelah atas dengan vagian.

  1. Etiologi

                        Penyebab kanker serviks belum jelas di ketahui, namun ada beberapa faktor

        resiko dan predisposisi yang menonjol, anatara lain :

  1. Umur pertama kali melakukan hubungan seksual

                                Penelitian menunjukkan bahwa semakin muda wanita melaukan hubungan  seksual, semakin besar mendapat kanker serviks. Menikah pada usia 20 tahun dianggapa masih terlalu muda.

  1. Jumlah kehamilan dan partus

                                Kanker serviks terbanyak dijumpai pada wanita yang sering partus. Semakin sering partus semakin besar kemungkinan resiko mendapat karsinoma serviks

  1. Jumlah perkawinan

                                Wanita yang sering melakukan hubungan seksual dan berganti ganti pasangan mempunyai faktor resiko yang besar terhadap kanker serviks ini.

  1. Infeksi virus

                                Infeksi virus herpes simpleks (HSV-2) dan virus papiloma atau virus kandiloma akuminata di duga sebagai faktor penyebab kanker serviks.

  1. Sosial ekonomi

                                Karsinoma serviks banyak di jumpai pada golongan sosial ekonomi rendah. Mungkin faktor sosial ekonomi erat kaitannnya denga gizi, imunitas dan kebersihan perseorangan. Pada golongan sosial ekonomi rendah umumnya kuantitas dan kualitas makanan kurang, hal ini mempengaruhi imunitas tubuh.

  1. Hygine dan sirkumsisi

                                Di duga adanya pengaruh mudah terjadinya kanker serviks pada wanita yang pasangannya belum di sirkumsisi. Hal ini karena pada pria non sirkumsisi, hygine penis tidak terawat sehingga banyak kumpulan-kumpulan sperma.

  1. Merokok dan AKDR

                                Merokok akan merangsang terbentuknya sel kanker, sedangkan pemakaian AKDR akan berpengaruh terhadap serviks yaitu bermula dari adanya erosi di serviks yang kemudian menjadi infeksi yang berupa radang yang terus menerus, hal ini dapat menjadi pencetus kanker serviks.

  1. Klasifikasi pertumbuhan sel akan kanker serviks
  1. Mikroskopis

Displasia ringan terjadi pada sepertiga bagian besar epidermis. Displasia berat terjadi pada dua pertiga epidermis, hampir tidak dapat dibedakan dengan karsinoma insitu.

Pada karsinoma insitu, perubahan sel epitel terjadi pada seluruh lapisan epidermis menjadi karsinoma sel skuamosa. Karsinoma insitu yang tumbuh di daerah ekto serviks, peralihan sel skuamosa kolumnar dan sel cadangan endo serviks.

Pada karsinoma mikroinvasif, disamping perubahan derajat pertumbuhan sel, meningkay juga sel tumor menembus membran basalis dan invasi pada stoma tidak lebih 5 mm dan membran basalis. Biasanya tomor ini asimtomatik dan hanya ditemukan pada skrining kanker.

Pada karsinoma invasif, perubahan derajat pertumbuhan sel menonjol besar dan bentuk sel bervariasi. Pertumbuhan invasif muncul di area bibir posterior atau anterior serviks dan meluas ketiga jurusan yaitu jurusan forniks posterior atau anterior, jurusan parametrium dan korpus uetri

Pertumbuhan eksofilik, berbentuk bunga kol, tumbuh kearah vagina dan dapat mengisi setengah dari vagina tanpa infiltrasi kedalam vagina. Bentuk pertumbuhan ini mudah nekrosis an pendarahan

  1. Makroskopis

Tidak dapat dibedakan dengan servisitis ronik biasa.

Sering tampak sebagian lesi ostium eksternum.

Telah mengenai sebagian besar atau seluruh bibir portio.

Terjadi pengrusakan dari jaringan serviks, sehingga tampaknya seperti ulkus dengan jaringan yang rapuh dan mudah berdarah.

  1. Gejala Klinis
  1. Perdarahan

Sifatnya bisa intermenstruit atau perdarahan kontak, kadang-kadang perdarahan baru terjadi pada stadium selanjutnya. Pada jenis intraservikal perdarahan terjadi lambat.

  1. Biasanya menyerupai air, kadang-kadang timbulnya sebelum ada perdarahan. Pada stadium lebih lanjyt, perdarahan dan keputihan lebih banyak disertai infeksi sehingga cairan yang keluar berbau.
  1. Pemeriksaan Diagnostik
  1. Sitologi

Keuntungan adalah murah dan dapat memeriksa bagian-bagian yang tidak terlihat. Sednagkan kerugiannya adalah tidak dapat menetukan dengan tepat lokalisasi.

  1. Schillentest

Apitel karsinoma serviks tidak mengandung glycogen karena tidak mengikat yodium. Kalau porsio diberi yodium maka epitel karsinoma yang normal akan berwarna coklat tua, sednag yang terkena karsinoma tidak berwarna.

  1. Koloskopi

Memeriksa dengan mengguankan alat untuk melihat serviks dengan lampu dan dibesarkan 10-40 kali. Keuntunga : dapat melihat jelas daerah yang bersangkutan sehingga mudah untuk melakukan biopsy. Kelemahan : hanya dapat memeriksa daerah yang terlihat saja yaiutu portio.

  1. Kalpomikroskopi

Melihat hapusan vagina (Pa smear) dengan pembesaran sampai 200 kali.

  1. Biopsi

Dengan biopsi dapat ditemukan atau ditentukan jenis karsinoma.

  1. Konisasi

Dengan cara mengangkat jaringan yang berisi selaput lendir serviks dan epitel gepeng dan kelenjarnya. Konisasi dilakukan bila hasil sitologi meragukan dan pada serviks tidak tampak kelainan-kelainan yang jelas.

  1. Klasifikasi klinis
  1. Terapi
  1. Irradiasi
  1. Dosis

Penyinaran ditujukan pada jaringan karsinoma yang terletak di serviks

  1. Komplikasi radiasi
  1. Opersai
  1. Kombinasi

Tidak dilakukan sebagai hal yang rutin, sebab radiasi menyebabkan bertambahnya vaskularisasi, oedema sehingga tindakan operasi berikutnya dapat mengalami kesukaran dan sering menyebabkan fistula. Disamping itu juga menambah penyebaran kesistem dan peredaran darah.

  1. Sitostika, bleomycin

Terapi terhadap karsinoma serviks yang radio resisten, 5% dari karsinoma serviks adalah resisten terhadap radioterapi, dianggap resisten bila 8-10 minggu post terapi keadaan masih tetap sama.

BAB 3

KONSEP ASUHAN KEBIDANAN KESEHATAN REPRODUKSI

Tempat                                        : ..........................

Tanggal                                        : ...........................

Jam                                                : .......................... WIB

Tempat Praktik                : ..........................

No. Register        : .........................

Pengkaji                : .........................

I. PENGKAJIAN (ANAMNESE)

A. Data Subjektif

1.        Identitas  

                Nama                : Untuk mengetahui identitas pasien agar dapat terjalin hubungan yang baik antara pasien dan tenaga kesehatan.

                Umur                                : .........................

                Suku                                : Mepermudah dalam berkomunikasi

Agama                 : Meberikan pelayanan sesuai keyakinan pasien

Pendidikan        : .....................

Pekerjaan        : .....................

Alamat                : mempermudah dalam melakukan kunjungan rumah.

        

2.        Keluhan Utama / alasan kunjungan

                        Keluhan yang dirasakan ibu saat datang ketempat pelayanan kesehatan dan alasan kedatangan pasien berkunjung ketempat pelayanan kesehatan.

3.  Riwayat Kesehatan Sekarang        

                Hal ini penting diketahui untyk melihat kemungkinan adanya penyakit-penyakit yang menyertai dan yang dapat mempengaruhi persalinan.

4. Riwayat Kesehatan Dahulu        

                                Hal ini penting diketahui untyk melihat kemungkinan adanya penyakit-penyakit yang menyertai dan yang dapat mempengaruhi persalinan

5. Riwayat Kesehatan Keluarga        

        Ditanyakan mengenai latar belakang kesehatan keluarga.

6. Riwayat Menstruasi berisi tentang

Menarche        : usia awal menstruasi

Siklus                 : 28-30 hari/teratur

Lama                 : 7-15 hari

Banyak      : ...............

Warna                 :merah  kehitaman serta

                     menggumpal

Dismenorhea         :        ya / tidak

Flour albus                :berwarna putih    

                         susu,tidak berbau

                         dan tidak gatal

Mestruasi terakhir: Terakhir

                                menstruasi

                Informasi mengenai menstruasi sangat penting untuk memperhitungkan usia

        kehamilan dan memperkirakan persalinannya.

7. Riwayat Pernikahan

        Usia awal menikah        : mengetahui usia awal ibu saat menikah

        Pernikahan ke        : ...............

        Lama menikah        : untuk mengetahui berapa lama ibu menikah

        Status perkawinan        : untuk mengetahui bagaimana hubungan ibu dengan suami

  1. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang lalu

Kehamilan

Persalinan

Anak

Penyulit dlm Nifas

Meneteki

No.

UK

Penyulit

Jenis

Penolong

Penyulit

BBL

L/P

H/M

Umur

        Untuk mengetahui bagaimana riwayat persalinan ibu yang lalu,riwayat nifas

        dan riwayat anak.

  1. Riwayat KB        

                Apakah pasien pernah mengikuti KB sebelumnya, apakah ibu mempunyai rencana KB yang akan datang atau yang akan digunakan setelah kelahiran bayinya.

  1. Riwayat Psikososial Spiritual

                Hubungan ibu hamil dengan keluarga/masyarakat yang memiliki masalah dapat mempengaruhi kondisi ibu.

  1. Pola kebiasaan sehari-hari

Kegiatan

Saat hamil

Saat In partu

  1.  Nutrisi

Makan : Pola

            Jenis

          Banyak

Minum:Jumlah

           Jenis

  1. Eliminasi

BAB

BAK

  1. Aktivitas

  1. Istirahat :

Siang

Malam

  1. Personal hygine

Mandi

Keramas

Ganti CD/baju

Potong kuku

  1. Kebiasaan hidup sehat

Merokok

Minuman keras

Minum jamu

3x/hari

Nasi,lauk,sayur

± 1 piring habis

± 8 gelas/hari

Air putih

1x/hari,konsistensi lunak,bau khas

± 6-8x/hari,warna jernih bau khas

Apa yang dilakukan ibu sehari -hari

± 1 jam/hari

±8 jam/hari

1-2x/hari

2-3x/mggu

2-3x/hari

2-3x/minggu

Tidak merokok

Tidak minum minuman keras

Tidak minum jamu

3x/hari

Nasi,lauk,sayur

± 1 piring habis

± 8 gelas/hari

Air putih

1x/hari,konsistensi lunak,bau khas

± 6-8x/hari,warna jernih bau khas

Apa yang dilakukan ibu sehari -hari

± 1 jam/hari

±8 jam/hari

1-2x/hari

2-3x/mggu

2-3x/hari

2-3x/minggu

Tidak merokok

Tidak minum minuman kerasa

Tidak munum jamu

  1. Riwayat prilaku kesehatan

        Hal ini penting untuk mengetahui perilaku ibu apabila terjadi kesakitan, dan untuk mengetahui bagaimana cara ibu menjaga kondisi kesehatan ibu, cara mencegah terjadinya kesakitan.

  1. Riwayat latar belakang budaya

        Ditanyakan tentang kebiasaan yang dilakukan ibu dalam budayanya, seperti mengkonsumsi jamu,memberikan ramuan pada tali pusat Dll.

B. Data Objektif         

1. Pemeriksaan Umum

                        Keadaan Umum        = baik                        

                        Kesadaran        = composmentis

                         TTV        : TD        : 100/80 – 130/90 mmHg

                                  Nd        : 69-100 x/mnit

                                  Sh        : 36,5 - 37.5 º C

                                  RR        : 16-24 x/mnit

                        Tinggi Badan        : > 145 cm

                BB sebelum hamil         = .......... kg

                        BB saat ini                = ............ Kg

Postur tubuh                : Lordosis

LILA                                        : 23-24 cm

Status gizi                : baik

2. Pemeriksaan Fisik

  1. Kepala

Rambut bersih,tidak rontok,distribusi merata,tidak terdapat benjolan abnormal.

  1. Muka

Tidak pucat, tidak oedem,terdapat cloasma gravidarum

  1. Mata

konjungtiva berwarna merah muda,sklera putih, mata simetris palpebra bengkak

  1. Hidung

lubang hidung simetris,tidak terdapat cuping hidung,tidak ada massa maupun polip.

  1. Gigi dan mulut

Bibir tidak kering, tidak ada caries gigi,tidak ada stomatitis,guzi tidak berdarah.        

  1. Telinga

Simetris,tidak terdapat serumen,pendengaran baik.

  1. Leher

Tidak terdapat jaringan parut maupun lesi,tidak terjadi pembengkakan pada vena jugularis,pergerakan kelenjar tyroid baik,tidak terjadi pembesaran pada kelenjar  limfe.

  1. Dada

Bentuk dad normal,tidak ada suara tambahan Whizing maupun ronchi.

  1. Payudara

payudara simetris kanan kiri, terjadi pembesaran payudara,papilla menonjol,terjadi hiperpigmentasi areola tidak terdapat benjolan abnorma,colostrum sudah keluar +/+

  1. Abdomen

Tidak terdapat bekas operasi, tidak terdapat nyeri tekan, tidak ada masssa pada abdomen, bising usus normal

  1. Genetalia

Terjadi pengeluaran fluor albus, porsio lunak, teraba masssa pada porsio,berdarah dan rapuh

  1. Anus

Tidak terdapat hemoroid,benjolan maupun oedem

  1. Ekstremitas atas

Bentuk normal,mampu bergerak tanpa bantuan, tidak oedem

  1. Ekstremitas bawah

Bentuk normal,mampu bergerak tanpa bantuan, tidak oedem.tidak ada varises.relek patella +/+

  1. Integumen

Warna kulit dan turgor kulit.

3. Pemeriksaan Penunjang

        Apa yang ditemukan dari hasil laboratorium.

II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA /  MASALAH

  1)DS        :        data yang menunjang diagnosa yang bersala dari keluhan ibu maupun dari keluarga

DO        :          data yang menunjang diagnosa yang berasal dari hasil pemeriksaan tenaga kesehatan.

Dx        :        Ny..... P.....umur............... tahun dengan.............................

  2)DS        :         data yang menunjang masalah dari ibu atau keluarga

DO        :          data yang menunjang terjadinya masalah yang berasal dari hasil pemeriksaan atau yang didapat dari tenaga kesehatan.

Mx :         masalah yang terjadi atau timbul.

III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL

                Mengidentifikasi masalah dan diagnosa potensial lainnya berdasarkan rangkaian masalah dan diagnosa yang ada.

IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA

Merupakan langkah yang mebutuhkan sifat berkesinambungan dan penatalaksanaan asuhan primer periodic

  1. INTERVENSI

        Tanggal        :

        Jam        :

        Tujuan        : berisi tentang tujuan dari diadakannya rencana tindakan

        Kriteria hasil : apa yang diharapkandengan adanya intervensi

        Intervensi dan rasional :

  1. Perencanaan atau rencana tindakan untuk mengatasi masalah atau diagnosa yang muncul.
  1. IMPLEMENTASI

Tanggal        :

Jam                :

Implementasi        :

  1. Pelaksanaan dari rencan tindakan.
  1. EVALUASI

Tanggal        :

Jam        :

        Berisi tentang penilaian dari implementasi

S        :

O        :

A        ;
P        :

BAB 4

TINJAUAN KASUS

ASUHAN KEBIDANAN

PADA NY “ S ” P2002 Ab000 UMUR 44 TAHUN

DENGAN SUSPEK Ca CERVIX

DI POLI KANDUNGAN RSUD Dr. MOHAMMAD SALEH

PROBOLINGGO

Ruang                                        : Poli Kandungan

Tanggal Pengkajian        :  13 Mei 2011

Waktu Pengkajian        : 10.00 Wib

No RM                                        : 151003

Pengkaji                : Apriatin Eka Marta / 09.3.0050

I. PENGKAJIAN (ANAMNESE)

A. Data Subjektif

1.        Identitas  

Nama                 : Ny. S                                Nama Suami        : Tn. T

Umur                 : 44  thn                        Umur                : 50 thn

Suku                : Madura                        Suku                : Madura

Agama                 : Islam                                Agama                : Islam

Pendidikan         : SD                                Pendidikan        : -

Pekerjaan         : Petani                        Pekerjaan        : Petani

Alamat                 : Jln Dringu

2.        Keluhan Utama / alasan kunjungan

3.  Riwayat Kesehatan Sekarang        

        Ibu mengatakan mengalami keputihan sejak tanggal 13 April 2011. Ibu mengalami keputihan pada awal menstruasi dan setelah menstruasi sampai siklus menstruasi berikutnya. Dan ibu juga mengatkan saat ini tidak sedang menderita penyakit jantung, ginjal, asma, TBC, Hepatitis, Tekanan darah Tinggi dan HIV/AIDS.

4. Riwayat Kesehatan Dahulu        

        Ibu mengatakan tidak sedang menderita penyakit apapun baik menular ( TBC, PMS) , menurun ( DM, Hipertensi), maupun sistemik.

5. Riwayat Kesehatan Keluarga        

                 Ibu mengatakan didalam keluarga ibu dan suami tidak ada yang memiliki penyakit menular, menurun, maupun sistemik serta tidak ada yang menderita kanker serviks.

6. Riwayat Menstruasi berisi tentang

Menarche        : 12 tahun

Siklus                 : 28 hari/teratur

Lama                 : 5 hari

Banyak      : 3x ganti pembalut/hari

Warna                 :merah  kehitaman serta

                     menggumpal

Dismenorhea: saat akan menstruasi

Flour albus                :sebelum dan sesudah menstruasi sampai dengan siklus berikutnya, berwarna kekuningan,encer, bau dan gatal sejal 13 April 2011

Mestruasi terakhir: 7 Mei 2011

7. Riwayat Pernikahan

        Usia awal menikah        : 14 Tahun

        Pernikahan ke        : 1

        Lama menikah        : 31 tahun

        Status perkawinan        : sah

  1. Riwayat Kehamilan, Persalinan dan Nifas yang lalu

Kehamilan

Persalinan

Anak

Penyulit dlm Nifas

Meneteki

No

UK

Penyulit

Jenis

Penolong

Penyulit

BBL

L/P

H/M

Umur

1.

2.

9 bln

9 bln

-

-

spontan

spontan

dukun

dukun

-

-

P

L

H

H

30 thn

26 thn

-

-

2 thn

  1. Riwayat KB        

        Ibu mengatkan menggunakan KB suntik setelah kelahiran anak pertamanya selama 3 tahun, kemudian ibu menggunakan KB suntik 1 bulan setelah kelahiran anak kedua selam 6 tahun dan kemudian ibnu menggunakan KB steril 20 tahun yang lalu.

  1. Riwayat Psikososial Spiritual

                Ibu mengatakan cemas dengan penyakit dan khawatir dengan penyakit yang dialaminya. Hubungan ibu dengan anak-anaknya dan keluarganya sangat baik, dan anaknya sangat mendukung ibu untuk berobat ke RS. Ibu mengatakan selalu berdoa agar penyakitnya bisa segera sembuh.

  1. Pola kebiasaan sehari-hari

Kegiatan

Sebelum hamil

Saat hamil

  1.  Nutrisi

Makan : Pola

            Jenis

          Banyak

Minum:Jumlah

           Jenis

  1. Eliminasi

BAB

BAK

  1. Aktivitas

  1. Istirahat :

Siang

Malam

  1. Personal hygine

Mandi

Keramas

Ganti CD/baju

Potong kuku

  1. Kebiasaan hidup sehat

Merokok

Minuman keras

Minum jamu

3x/hari

Nasi,lauk,sayur

± 1 piring habis

± 7-8 gelas/hari

Air putih

1x/hari,konsistensi lunak,bau khas

5-6x/hari,warna jernih bau khas

Bekerja di sawah, IRT

Tidak tidur

±9 jam/hari

1x/hari

2x/mggu

1x/hari

1x/minggu

Tidak merokok

Tidak minum minuman keras

Tidak minum jamu

3 - 4x/hari

Nasi,lauk,sayur

± 1 piring habis

7-8 gelas/hari, 1 gelas susu/hari

Air putih dan susu

1x/hari,konsistensi lunak,bau khas

7-8x/hari,warna jernih bau khas

Bekerja di sawah dan IRT

Tidak tidur

± 7  jam/hari

Sering terbangun karena gatal pada daerah kemaluannnya dan ibu datang periksa ke puskesmas.

1x/hari

2x/minggu

2x/hari

1x/minggu

Tidak merokok

Tidak minum minuman kerasa

Ibu minum jamu untuk mengurangi rasa gatal dan bau pada kemaluan ibu

  1. Riwayat prilaku kesehatan

        Ibu mengatakan jika dirinya,suamimya sakit selalu pergi berobat ke Puskesmas.

  1. Riwayat latar belakang budaya

                                Ibu mengatakan didalam keluarganya tidak ada pantangan terhadap suatu jenis makanan.

B. Data Objektif         

        1. Pemeriksaan Umum

                        Keadaan Umum         :baik                        

                        Kesadaran        : composmentis

                         TTV        : TD        : 110/80 mmHg

                                  Nd        : 89  x/mnit

                                  Sh        : 37 º C

                                  RR        : 18 x/mnit

                        Tinggi Badan        : 152 cm

                        BB saat ini        : 57 Kg

2. Pemeriksaan Fisik

  1. Kepala

Inspeksi        : Rambut bersih,tidak rontok,distribusi merata, warna hitam

Palpasi                : tidak terdapat benjolan abnormal,maupun nyeri tekan

  1. Muka

Inspeksi                : Tampak pucat, tidak oedem, Mata

Ispeksi        : konjungtiva berwarna merah muda,sklera putih, mata simetris

Palpasi                : Palpebra bengkak

  1. Hidung

Ispeksi        : lubang hidung simetris,bersih, tidaka ada sekret,tidak terdapat cuping hidung,tidak ada polip.

Palpasi                : tidak ada massa pada hidung.

  1. Gigi dan mulut

Inspeksi        : Bibir tidak kering, tidak ada caries gigi,tidak ada stomatitis,guzi tidak berdarah.         

  1. Telinga

Inspeksi        : telinga simetris, bersih, tidak terdapat serumen,pendengaran baik.

  1. Leher

Isnpeksi                : Tidak terdapat jaringan parut,lesi,maupun pembengkakan

Palpasi        :Tidak terjadi pembengkakan pada vena jugularis,pergerakan kelenjar tyroid baik,tidak terjadi pembesaran pada kelenjar  limfe.

  1. Dada

Ispeksi        : dada bersih, bentuk dada normal,tidak ada tarikan retraksi dada

Palpasi                : tidak ada pembengkakan , tidak terdapat nyeri tekan.

Auskultasi        : tidak terdapat suara tambahan Whizing maupun ronchi.

  1. Payudara

Ispeksi        : payudara simetris kanan kiri, papilla menonjol

Palpasi                : tidak terdapat benjolan abnormal

  1. Abdomen

Inspeksi                : tidak terdapat bekas operasi

Palpasi                : tidak terdapat nyeri tekan pada abdomen dan tidak ada massa pada abdomen. Auskultasi        : bising usus tidak terkaji                

  1. Genetalia

Inspeksi        : vulva dan vagina kotor, terdapat luka lesi, terjadi pengeluaran lendir berwarna kekuningan dan berbau, terdapat luka lesi pada selangkangan.

VT        : porsio teraba lunak tetapi didalam portio teraba keras / massa

Inspekulo        : terlihat massa didalam portio, mudah berdarah

  1. Anus

Tidak terdapat luka, oedem maupun hemoroid.

  1. Ekstremitas atas

Inspeksi        : Bentuk simetris,mampu bergerak tanpa bantuan, jumlah jari lengkap

Palpasi                : tidak oedem

  1. Ekstremitas bawah

Inspeksi        : Bentuk simetris,mampu bergerak tanpa bantuan, jumlah jari lengkap

Palpasi                : tidak oedem, tidak ada varises

Perkusi                : reflek patella +/+

  1. Integumen

Inspeksi           : Warna kulit sawo matang

Palpasi                     : turgor kulit baik        

3. Pemeriksaan Penunjang

        Tidak ditemukan hasil laboratorium.

II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA /  MASALAH

  1.         DS        :

        DO        : Ku                : baik

                        Kesadaran        : composmentis        

                                        TTV        : TD        : 110/80 mmHg

                                                          Nd        : 89  x/mnit

                                                          Sh        : 37 º C

                                                          RR        : 18 x/mnit

                        Pemeriksaan fisik

  1. Abdomen

        Tidak terdapat bekas operasi, tidak terdapat nyeri tekan dan tidak ada massa pada abdomen

  1. Genetalia

Inspeksi         : vulva dan vagina kotor, terdapat luka lesi pada selangkangan, terjadi pengeluaran lendir berwarna kekuningan dan berbau.

VT        : portio teraba lunak, tetapi didalam prtio teraba keras /massa

Inspekulo         : terlihat massa didalam prtio, mudah berdarah.

        Dx        :        Ny “S” P2002 Ab000 umur 44 tahun dengan suspek Ca serviks

  1. DS         : Ibu mengatkan cemas dan khawatir dengan penyakit yang dialaminya saat ini.

         DO                : Ku                : baik

                        Kesadaran        : composmentis        

                                        TTV        : TD        : 110/80 mmHg

                                                          Nd        : 89  x/mnit

                                                          Sh        : 37 º C

                                                          RR        : 18 x/mnit

Pemeriksaan fisik

  1. Genetalia

                Inspeksi         : vulva dan vagina kotor, terdapat luka lesi pada selangkangan, terjadi pengeluaran lendir berwarna kekuningan dan berbau.

                VT                        : portio teraba lunak, tetapi didalam prtio teraba keras /massa

                Inspekulo         : terlihat massa didalam prtio, mudah berdarah.

Masalah         : Cemas

III. IDENTIFIKASI DIAGNOSA / MASALAH POTENSIAL

          Infeksi dan pendarahan

IV. IDENTIFIKASI KEBUTUHAN SEGERA

  1. Kolaborasi dengan dokter Sp.OG untuk pemberian terapi antibiotik
  2. Pasang infus dan hentikan pendarahan.

  1. INTERVENSI

                Tanggal        : 13 Mei 2011

                Jam        : 10.15 WIB

  1. Dx : Ny “S” P2002 Ab000 umur 44 tahun dengan suspek Ca serviks        

Tujuan        : deteksi dini dan tindakan segera pada penyakit dapat segera diberikan.

Kriteria hasil :

  1. Keadaan umum ibu dan janin baik.
  2. TTV dalam batas normal

TD : 100/80 – 130/90 mmHg

Nd : 69-100x/mnit

RR : 16-24x/mnit

Sh ; 36,5 – 37,5 º C

  1. Ibu bersedia dilakukan biopsi.

                Intervensi dan rasional :

  1. Bina Hubungan baik dengan pasien dan keluarga pasien.

        R/ diharapakan terjalin hubungan yang baik antara petugas dan klie sehinnga petugas kesehatan lebih mudah dalam melakukan tindakan.

  1. Jelaskan pada pasien dan keluarga tentang kondisi kesehatan pasien.

        R/ ibu dapat mengetahui kondisi kesehatannya sehingga ibu dapat lebih kooperatif dengan tindakan yang akan dilakukan.

  1. Anjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang bergizi dan seimbang.

        R/ meningkatkan metabolisme dan penyembuhan penyakit yang diderita pasien.

  1. Anjurkan ibu agar tetap menjaga kebersihan alat kelaminnya.
    R/ mengurangi resiko terjadinya infeksi serta tidak memperparah penyakit yang diderita oleh ibu.
  2. Anjurkan ibu untuk banyak istirahat dan tidak terlalu lelah.

R/ kondisi tubuh yang baik dapat mempercepat keberhasilan terapi.

  1. Anjurkan ibu untuk sebaiknya berhubungan secara resmi dengan suami dihindari sementara atau dilakukan secara hati-hati dengan menggunakan kondom.

R/ kondom dapat menampung sperma sehingga menghindari terjadinya kontraksi yang dapat memperparah kondisi ibu.

  1. Kolaborasi dengan dokter Sp.OG dalam pemberian terapi oral dan tindakan biopsi

R/ [enanganan/terapi yang sesuai dapat mempercapat proses penyembuhan.

  1. Jelaskan tujuan tindakan biopsi

R/ menambah pengetahuan ibu tentang tindakan  biopsi yang akan di lakukan

  1. Minta inform consent

R/ sebagai bukti tertulis ibu menyetujui tindakan yang akan dilakukan.

  1. Masalah : Cemas

Tujuan        : rasa cemas ibu berkirang sampai hilang

Kriteria hasil :

  1. Ibu lebih tenang
  2. Ibu lebih percaya diri
  3. Ibu dapat menerima dan beradaptasi dengan kedaannya saat ini.

                Intervensi dan rasional :

  1. Bina Hubungan baik dengan pasien dan keluarga pasien.

        R/ diharapakan terjalin hubungan yang baik antara petugas dan klie sehinnga petugas kesehatan lebih mudah dalam melakukan tindakan.

  1. Beri dorongan atau motivasi pada ibu untuk mengungkapkan perasaan yang dialaminya.

        R/ mengurangi rasa cemas yang dialami ibu.

  1. Tanyakan pada ibu tentang apa yang ingin diketahui (sesuai dengan penyakit yang diderita ibu).

        R/ pasien bisa lebih kooperatif terhadap penyakit yang sedang diderita oleh ibu.

  1. Jelaskan tentang Ca cervix

R/ mrnambah pengetahuan ibu tentang penyakit yang dideritanya.

  1. Anjurkan ibu untuk menenangkan diri dengan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa

                R/ dorongan spiritual akan memberikan ketenangan dan kepercayaan diri.

  1.  IMPLEMENTASI

Tanggal        : 13 Mei 2011

Jam                : 10.25 Wib

  1. Dx : Ny “S” P2002 Ab000 umur 44 tahun dengan suspek Ca serviks        

        Implementasi        :

  1. Membina hubungan baik dengan pasien dan keluarga pasien dengan menanyakan nama dan keluhan pasien.
  2. Menjelaskan kepada ibu dan keluarga tentang kondisi kesehatan ibu yakni ibu diduga oleh dokter mengalami kanker serviks atau kanker leher rahim dan kondisi ini yang menyebabkan ibu mengalami keputihan terus menerus dan perdarahan bercak saat melakukan hubungan suami isteri.
  3. Menganjurkan kepada ibu untuk makan makanan dengan diit seimbang seperti :
  1. Menganjurkan kepada ibu agar tetap menjaga kebersihan alat kelaminnya dengan mengajari cara cebok yang benar yakni dari depan kebelakang yakni dari arah vagina ke anus dan mengganti pakaian dalam setiap kali basah minimal 2-3 x/hari dan mengganti pembalut bila sudah basah.
  2. Menganjurkan kepada ibu untuk banyak istirahat serta tidak terlalu lelah. Tidur ± 9 jam/hari
  3. Menganjurkan kepada ibu untuk sebaiknya hubungan secara resmi dengan suami di hindari untuk sementara atau dilakukan secara hati-hati dengan menggunakan kondom.
  4. Berkolaborasi dengan dokter Sp.OG dalam pemberian terapi oral dan tindakan biopsi yakni :
  1. Menjelaskan kepada ibu tentang tujuan biopsi yakni untuk deteksi dini adanya keganasan atau kanker
  2. Meminta kepada ibu untuk menandatangani Inform consent

  1. Masalah : cemas

Implementasi :

  1. Membina hubungan baik dengan ibu dan keluarga dengan cara menanyakan  nama ibu dan apa yang dikeluhkan
  2. Memberi dorongan dan motivasi kepada ibu eengan cara meyakinkan ibu bahwa petugas kesehatan dapat membatu mengatsi masalah yang dihadapi oleh ibu dengan informasi dan pelayanan kesehatan
  3. Menanyakan kepada ibu tentang apa yang ingin diketahui atau kurnag dimengerti tentang penyakit dan terapi yang dijalani
  4. Menjelaskan kepada ibu tentang kanker serviks yakni kanker yang terjadi pada serviks atau leher rahim yakni suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk kearah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina). Biasanya gejala dari penyakit ini adalah adanya perdarahan apabila ada kontak dengan [enyakit tersebut. Selain itu gejala dari penyakit ini adalah adanya keputihan yang lebih banyak dan disertai infeksi sehingga cairan yang keluar berbau.
  5. Menganjurkan kepada ibu untuk menenagkan diri dengan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan sholat 5 waktu dan memperbanyak berdoa.
  1. EVALUASI

Tanggal        : 13 Mei 2011                Jam : 10.45 WIB

a. Dx : Ny “S” P2002 Ab000 umur 44 tahun dengan suspek Ca serviks

        S        : ibu mengatakan mengerti dengan penjelasan yang diberikan dan ibu sudah leg setelah dilakukan pemeriksaan kanker serviks

        O        : - Biopsi sudah diperiksakan.

                  - vagina terpasang tampon

                  - perdarahan berhenti

                 - terapi oral : Asam mefenamat 3x500 mg & Asam traksenamat 3x500 mg

        A        : Dx : Ny “S” P2002 Ab000 umur 44 tahun dengan suspek Ca serviks

        P        : - anjurkan ibu untuk mengikuti nasehat yang diberikan oleh tenaga kesehatan

                  - anjurkan ibu untuk minum obat secara teratur dan tepat dosis

- anjurkan ibu untuk kontrol ulang 1 hari lagi atau sewaktu-waktu bila ada keluhan

                I        : - menganjurkan kepada ibu untuk mengikuti nasehat yang diberikan oleh bidan atau tenaga kesehatan

- menganjurkan kepada ibu untuk meminum obat secra teratur dan tepat dosis

- menganjurkan kepada ibu untuk kontrol 1 hari lagi.

E                :  S : ibu mengucapakan terima kasih

                  O : keadaan umum ibu baik & ibu tampak lebih tenang

                  A : Dx : Ny “S” P2002 Ab000 umur 44 tahun dengan suspek Ca serviks

                                                  P : Intervensi dihentikan , pasien rawat jalan.

b. Masalah : Cemas

                S         : ibu mengatakan merasa lebih tenang dan lebih mewas diri lagi dalam menjada kesehatannya.

                O        : ibu tampak lebih tenang & tampak menerima dengan penyakit yang dideritanya.

                A : cemas mulai berkurang

                P ; intervensi di hentikan, pasien rawat jalan.

BAB 5

PEMABAHASAN

                        Dari tinjauan kasus yang dilakukan pada tanggal 13 Mei 2011 jam 10.00 Wib di RS Dr. Mohammad Saleh Probolinggo pada Ny “S” P20002 umur 44 tahun dengan suspek Ca Servix. Pasien mengeluh mengalami keputihan berwarna kekuningan, gatal dan berbau serta ibu mengalami perdarahan bercak dan sedikit nyeri setelah melakukan hubungan suami isteri. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan didapatken hasil yakni pada pemeriksaan vulva dan vagina yakni terdapat lesi pada vagina, terjadi penegeluaran lendir berwarna kekuningan dan berbau, pada pemeriksaab dalam teraba lunak pada portio dan teraba keras atau massa didalam portio, pada pemeriksaan Inspejulo terlihat massa didalam portio dan portio mudah berdarah.

                        Ditinjau dari landasan teori, dapat diketahui bahwa tanda dan gejala dari ca servix yakni perdarahan baik yang sifatnya intermuskuler maupun perdarahan kontak, terjadi keputihhan lebih banyak disertai infeksi sehingga cairan yang keluar berbau. Gejala-gejala yang disebutkan pada landasan teori juga ditemukan atau dialami oleh Ny “ S ” sehinggan Ny “S” di diagnosa suspek Ca servix.

                        Untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih parah, maka pasien atua Ny “S” dianjurkan untuk menjaga kebersihan diri terutama alat genetalia dan tidak melakukan hubungan suami isteri terlebih dahulu karena akan memperparah kondisi yang dialami ibu.

BAB 6

PENUTUP

  1. Kesimpulan

        Dari pembahasan dapat disimpulkan bahwa asuhan kebidanan yang dilakukan pada tanggal 13 Mei

 2011 jam 10.00 Wib di Poli Kandungan RSUD Dr. Mohammad Saleh Probolinggo pada Ny “S” P20002 umur 44 tahun dengan suspek Ca Servix. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa keadaan umum baik, kesadaran composmentis, Td 110/80 mmHg, Nd 89 x/mnit, Sh 37®C, RR 18 x/mnit, BB 57 Kg, Tb 152 cm. Berdsarkan hasil pemeriksaan fisik pada muka tampak pucat, pada vulva dan vagina terlihat kotor , terdapat lesi, terjadi peneglurana ledir berwarna kekuningan dan berbau, terdapat luka lesi pada selangkangan, pada pemeriksaan Inspekulo terlihat massa didalam portio dan mudah berdarah. Ditinjau dari landasan teori, dapat diketahui bahwa tanda dan gejala dari ca servix yakni perdarahan baik yang sifatnya intermuskuler maupun perdarahan kontak, terjadi keputihhan lebih banyak disertai infeksi sehingga cairan yang keluar berbau.

  1. Saran

        Saya berharap semoga dengan adanya laporan ini dapat menambah wawasan para pembaca mengenai asuhan kebidanan pada pasien dengan kanker.