BAB 1

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

        Anak balita merupakan kelompok yang menunjukkan pertumbuhan badan yang pesat, sehingga memerlukan zat-zat gizi yang tinggi setiap kilogram berat badannya. Anak balita ini justru merupakan kelompok umur yang paling sering menderita akibat kekurangan gizi pada anak-anak  KEP dapat menghambat pertumbuhan. Rentan terhadap penyakit infeksi dan mengakibatkan rendahnya tingkat kecerdasan. Penyebab langsung dari KEP adalah kekurangan kalori protein. (almatsier, 2003)

        Bila anak menderita gizi buruk tidak segera ditangani amat beresiko tinggi dan berakhir dengan kematian, sehingga akan menyebabkan meningkatnya angka kematian. Padahal angka kematian menjadi salah satu indikator derajat kesehatan. Anak yang pernah menderita gizi buruk sulit mengejar pertumbuhan sesuai umurnya. Pada tingkat tertentu, kekurangan gizi akan menyebabkan berat otak, jumlah sel ukuran besar sel, dan zat-zat biokimia lain lebih rendah dari pada anak normal. Makin berat akibat yang ditimbulkan. Keadaan akan menjadi lebih berat jika kurang gizi dialami sejak dalam kandungan.

  1. Tujuan
  1. Tujuan Umum

Setelah dilakukan asuhan kebidanan komunitas individu diharapkan berat badan anak bertambah

  1. Tujuan Khusus

Diharapakan mahasiswa mampu melakukan :

  1. Pengakajian
  2. Identifikasi
  3. Menetukan antisipasi masalah potensial
  4. Identifikasi kebutuhan segera
  5. Menetukan intervensi dan rasional
  6. Melakukan implementasi
  7. Mengevaluasi asuhan yang diberikan
  1. Rumusan Masalah
  1. Apa pengertian dari KEP?
  2. Apa penyebab dari KEP?
  3. Bagaimana penatalaksanaan dari KEP?
  1. Metodologi / Cara Pengumpulan Data

Data diperoleh dari Survey dan bertanya langsung ke rumah anak


BAB 2

LANDASAN TEORI

2.1 KONSEP KELUARGA

2.1.1 Pengertian

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di satu atap dalam keadaan saling ketergantungan.(DEPKES RI, 1982 )

Keluarga adalah dua atau lebih dari 2 individu yang tergantung karena hhubungan darah, hubungan perkawinan atau pengankatan dan mereka hidup dalam satu rumah tangga berinteraksi dsatu sama lain dan dalam besarnya masing-masing menciptakan serta mempertahankan kebudayaan. (Effendy, 1998)

Keluarga adalah unit utama dari masyarakat dan merupakan lembaga yang mengankut kehidupan masyarakat. (Notoadmojo, 2003)

2.1.2 Struktur keluarga

        Struktur keluarga terdirii dari bermacam-macam diantaranya

  1. Patrilineal

Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sedaraah dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah

  1. Matrilineal

Adalah keluarga sedara yang terdiri dari anak saudara sedarahh dalam beberapa generasi dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu

  1. Matrialokal

Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri

  1. Keluarga kawinan

Adalah hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga dan beberapa anak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan dengan suami/istri

        (Notoadmojo, 2003)

2.1.3 Ciri-ciri struktur keluarga

        a. terorganisasi

                saling berhubungan, saling ketergantungan, antara anggota keluarga

        b. ada kekerabatan

setiap anggota memiliki kebebasan tetapi mereka juga mempunyai keterbatasan dalam menjalankan fungsi dan tugasnyaa masing-masing

        c. ada perbedaan dan kekhususan

        setiap anggota keluarga mempunyai peranan dan fungsinya masing-masing

(Effendy, 1998)

2.1.4 Bentuk keluarga

        a. keluarga inti

adalah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak

        b. keluarga besar

adalah keluarga inti ditambah sanak saudara, misalnya nenek, kakek, keponakan, saudar, paman, bibi dan sebagainya

        c. keluarga berantai

adalah keluarga yang terdiri dari wanita dan pria yang menikah lebih dari 1 kali dan merupakan suatu keluarga inti.

        d. keluarga duda/janda

adalah keluarga yang terjadi karena perceraian atau kematian

        e. keluarga berkomposisi

adalah keluarga yang perkawinannya berpoligami dan hidup bersama

        f. kabilas

adalah 2 orang menjadi satu tanpa pernikahan tapi tanpa membentuk satu keluarga

        (Effendy, 1998)

2.1.5 Peranan Keluarga

        a. ayah

ayah sebagai suami dan ayah bagi anak-anak berperan sebagi pencari nafkah, pendidik, pelindung dan memberi rasa aman, sebagai kepaala keluarga, dan sebagai anggota dari kelompoknya

        b. Ibu

sebagi istri dan ibu dari anak-anak. Ibu merupakan peranan untuk mengurus rumah tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anak, pelindung sebagai salah satu kelompok dari lingkungannya di samping itu juga berperan sebagai pencari nafkah tambah keluarga

        c. Anak

anak-anak melaksanakan peranan psikologis sesuai dengan tingkat perkembangan bik fisik, mental, sosial dan spiritual.

(Notoadmojo, 2003)

2.1.6 Fungsi keluarga

        a. fungsi biologis

        b. fungsi psikologis

        c. fungsi sosialisasi

        d. fungsi ekonomi

        e. fungsi pendidikan

(Notoadmojo, 2003)

2.1.7 Tahap-tahap perkembangan keluarga

  1. Tahap berdua kembali

Setelah anak besar dan menempuh kehidupan sendiri-sendiri, tinggal suami istri berdua saja dalam tahap ini keluarga akan merasa sepi dan bila tidak dapat menerima kenyataan akan dapat menimbulkan depresi/ stess

  1. Tahap masa tua

Tahap ini masuk ke tahap lanjutan usia dan kedua orang tua mempersiapkan diri untuk meningkatkan dunia fana ini

(Notoadmojo, 2003)

2.2 Konsep KEP

2.2.1 Pengertian

A. kebutuhan gizi

1. Energi

Kebutuhan energi sehari anak pada tahun pertama 100-200 kkal/kg BB untuk tiap 3 tahun pertama umur, kebutuhan energi 10 kkal/kgBB pengunaan energi dalam tubuh adalah 50 % atau 55 kkal/kg BB/ hari. Untuk metabolisme basal, 5-10% untuk spesifik, dinamic action, 12 % untuk pertumbuhan, 25 % atau 15-25 kkal/kgBB/ hari untuk akftifitas fisik dan 10% terbuang melalu feses.

2. Protein

Merupakan sumber asam amino esensial yang diperlukan sebagai zat pembangun yaitu pertumbuhan dan pembentukan protein dalam serum, Hb, enzim, hormon, serta zat antibodi, mengganti sel-sel yang rusak, memelihara keseimbangan asam basa cairan tubuh dan sumber energi.

  1. Air

Merupakan zat gizi yang sangat penting bagi bayi dan anak karena bagian terbesar dari tubuh terdiri dari air. Kehilangan air melalui kulit dan ginjal pada bayi dan anak akan lebih mudah terserang penyakit yang menyebabkan kehilangan air dalam jumlah banyak.

4. Lemak

Dianjurkan 15-20 % energi total berasal dari lemak

5. Hidrat arang

Dianjurkan 60-70 % energi total berasal dari hidrat arang. 40-50 % kandungan kalori energi total berasal dari hidrat arang terutama laktosa

B. Kurang Energi protein (KEP)

Kurang Energi protein (KEP) adalah kurang gizi yang disebabkan olehh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari sehingga tidak memenuhi angka kebutuhan gizi (AKG).

C.Klasifikasi

1. Kekurangan gizi pada balita diklasifikasikan menjadi :

a. KEP ringan, bila berat badan menurut umur (BB/U) 70-80%, dan atau berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) 70-80 %

b. KEP sedang, bila berat badan menurut umur (BB/U) 60-70%, dan atau berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) 60-70%

c. KEP berat, bila berat badan menurut umur (BB/U) < 60 % dan atau berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) < baku standar WHO-NCHS

2. Gizi merupakan unsur yang sangat penting didalam tubuh. Dengan gizi yang sangat baik, tubuh akan segar dan kita dapat melakukan aktifitas dengan baik. Gizi harus terpenuhi justru sejak masih anak-anak. Karena  gizi, selain penting untuk pertumbuhan badan, juga penting bagi pertumbuhan otak. Untuk itu, orang tua harus mengerti dengan baik kebutuhan gizi si anak, agar anak tidak mengalami kurang gizi, serta mengetahui tentang pengertian gizi buruk lebih jauh.

3. gizi buruk adalah suatu kondisi diman seseorang dinyatakan kekurangan gizi atau nutrisi atau bisa dikatakan status nutrisinya (bisa berupa protein, karbohidrat, dan kalori) berada di bawah standart rata-rata.

2.2.2 Patofisiologi

Protein merupakan zat pembanunana, kekurangan protein dapat mengganggu sintesis protein tubuh dengan akibat :

  1. Gangguan pertumbuhan
  2. Atropi otot
  3. Penurunan kadar albumin serum : sembab (oedem dan asciates)
  4. Hb turun (anemia)
  5. Jumlah atau aktifitas turun (daya tahan terhadap infeksi turun)
  6. Sintesis enzim turun (gangguan dalam pencernaan dan metabolisme)
  7. kematian

2.2.3 Faktor penyebab kurang gizi pada balita

  1. Jarak antar usia kakak atau adik yang terlalu dekat

Dengan demikian perhatian ibu untuk si kakak sudah terbagi dengan keberadaan sang adik, sehingga si kakak cenderung tidak terus dan tidak diperhatikan makanannya. Oleh karena itu akhirnya si kakak menjadi kurang gizi

  1. Anak yang mulai bisa berjalan muda terkena infeksi atau juga tertular oleh penyakit-penyakit lain
  2. Lingkungan yang kurang bersih, sehingga anak mudah sakit-sakitan
  3. Kurangnya pengetahuan orang tua terutama ibu mengenai gizi
  4. Kondisi sosial ekonomi keluarga yang sulit
  5. Adanya penyakit bawaan : misalnya penyakit jantung dan paru-paru bawaan

2.2.4 Gejala klinis balita dengan gizi buruk

  1. Untuk KEP ringan dan sedang gejala klinis yang ditentukan hanya anak tampak kurus
  2. Bentuk gejala klinis berat secara garis besar dapat dibedakan menjadi marasmus, kwarsiorkor/marasmik kwarsiorkor. Tanpa mengukur/ melihat BB bila disertai edema yang buakn karena penyakit lain adalah KEP berat/ gizi buruk
  1. ciri-ciri kwarsiorkor
  1. Edema, umumnya seluruh tubuh, terutama pada punggung kaki
  2. Wajahh, membulat dan sembab
  3. Pandangan mata sayu
  4. Rambut tipis, kemerahan seperti warna rambut jagung muda di cabut tanpa rasa sakit, rontok
  5. Perubahan status mental, apatis, rewel
  6. Pembesaran hati
  7. Otot mengecil
  8. Sering disertai penyakit infeksi, umunya akut
  9. Anemia
  10. Diare
  1. ciri-ciri marasmus
  1. tampak sangat kurus, tinggal tulang terbungkus kulit
  2. wajah seperti orang tua
  3. cengeng, rewel
  4. kulit keriput, jaringan kulit subkutis sedikit sampai tidak ada
  5. perut cekung
  6. iga gamblang
  7. sering disertai : penyakit infeksi : umumnya kronis berulang
  8. diare kronik/konstipasi/susah BAB
  1. ciri marasmus/kwarsiorkor
  2. gambaran klinik merupakan campuran dari beberapa gejala klinis kwarsiorkor dan marasmus dengan berat badan/ umur < 60 % baku median WHO-NCHHS disertai oedem yang tidak mencolok

2.2.5 Cara mengatasi masalah gizi

  1. Lingkungan harus disehhatkan, misalnya dengan mengupayakan pekarangan rumahh menjadi tanaman gizi
  2. Perilaku harus diubah sehingga perilaku hidup bersih dan sehhat (PHBS)
  3. Memberikan komponen makanan sehat yaitu : protein, hidrat arang, lemak, serat, vitamin, mineral, garam dan kalori

BAB 3

TINJAUAN KASUS

  1. PENGKAJIAN

Tanggal                        : 17 November 2011

Jam                        : 18.00 WIB

Tempat pengkajian        : Rumah Ny “R”

Oleh                        : Mulya Hartantina

Identitas Keluarga

  1. Nama Kepala Keluarga (KK)                : Tn M
  2. Umur KK                                : 31 tahun
  3. Agama KK                                : Islam
  4. Suku Bangsa KK                        : madura
  5. Pendidikan KK                        : SD
  6. Pekerjaan KK                                : petani
  7. Nama istri                                : Ny “S”
  8. Umur KK                                : 33 tahun
  9. Agama KK                                : Islam
  10. Suku Bangsa KK                        : madura
  11. Pendidikan KK                        : SMP
  12. Pekerjaan KK                                : Ibu rumah tangga
  13. Nama Anak pertama                        : An “R”
  14. Umur                                        : 3 tahun 6 bulan
  15. Tanggal lahir                                : 25-04-2008
  16. Komposisi Keluarga

No

Nama

JK

Hubungan Keluarga

Umur

Pendidikan

Pekerjaan

Keadaan Kesehatan

1

Tn. Misjo

L

Ayah

31 tahun

SD

Petani

Baik

2

Ny. Siswati

P

Ibu

23 tahun

SMP

IRT

baik

3

An. Dila R.

P

Anak

9 tahun

SD

Pelajar

Baik

4

An. Rudy

L

Anak

3,5 tahun

Paud

-

KEP ringan

  1. Genogram

Keterangan :

                : laki-laki

                : perempuan

                : klien

  1. Tipe dan Bentuk Keluarga

Keluarga ini termasuk keluarga sejahtera karena sudah tinggal di rumah sendiri  yang merupakan keluarga inti yang terdiri dari suami, istri dan 2 orang anak.

  1. Latar Belakang Kebudayaan Keluarga (Ras/etnik)

Ibu mengatakan berasal dari keluarga yang berlatarbelakang  madura  sehingga dalam berkomunikasi, ibu dan keluarga menggunakan bahasa madura

  1. Agama (Bila ada perbedaan agama masing-masing anggota keluarga)

Ibu mengatakan bahwa seluruh anggota keluarganya beragama islam

  1. Status Sosial Ekonomi Keluarga

Keluarga  termasuk dalam golongan menengah ke bawah, karena pekerjaan KK yang  merupakan petani dengan penghasilan yang tidak menentu perhari

  1. Aktivitas Rekreasi Keluarga

Ibu mengatakan jika hari minggu atau hari libur besar tidak pernah  kemana – mana, hanya menghabiskan waktu di rumah

  1. TAHAP PERKEMBANGAN DAN RIWAYAT KELUARGA
  1. Tahap Perkembangan Keluarga saat Ini

Ibu mengatakan saat ini sedang dalam proses menghadapi tumbuh kembang anak kedunya yang tidak ada peningkatan. Terlebih lagi dengan BB yang tidak sesuai dengan usianya tetapi ibu tetap memberikan kasih sayang serta kebutuhan lain yang dibutuhkan sang anak untuk perkembangan kesehatannya.

  1. Jangkauan Pencapaian Tahap Perkembangan Keluarga yang Belum Terpenuhi

Keluarga sudah tinggal terpisal dengan kedua orang tua masing- masing.

  1. Riwayat Kesehatan Keluarga Inti

Bapak mengatakan bahwa dulu dan saat ini tidak  pernah menderita penyakit menular (TBC, Hepatitis), menurun( Asma, DM), menahun( Jantung)

Ibu mengatakan bahwa dulu dan saat ini tidak  pernah menderita penyakit menular (TBC, Hepatitis), menurun( Asma, DM), menahun( Jantung) dan saat ini ibu sedang hamil anak kedua

Ibu mengatakan mengatakan bahwa anaknya  dulu dan saat ini tidak  pernah menderita penyakit menular (TBC, Hepatitis), menurun( Asma, DM), menahun( Jantung) . Hanya saja saat ini perkembangan anak keduanya tidak sesuai baliat pada umumnya. Anak mengalami kekurangan gizi

  1. Riwayat Asal Kedua Orang Tua, Kepala Keluarga dan Anggotanya (yang tercantum dalam genogram)
  1. DATA LINGKUNGAN
  1. Karakteristik Rumah

Jenis rumah        : permanen

Lantai                : semen

Kepemilikan        : milik sendiri

Ventilasi        : jendela tertutup

  1. Karakteristik Lingkungan Sekitar Rumah

Dapur                        : ada

 Air Bersih / Minum        : swadaya

 Pembuangan Sampah        : lubang sampah dan sungai

 Jamban Keluarga        : keluarga mengatakan BAB di sungai

kondisi masyarakat sekitar  adalah mayoritas masyarakat BAB di sungai

        kamar mandi                : ada

  1. Mobilitas Geografis Keluarga

Kepala keluarga bekerja sebagai petani dan istrinya hanya sebagai ibu rumah tangga biasa, keluarga ini merupakan penduduk setempat

  1. Jaringan Dukungan Sosial Keluarga

Dalam keluarga sudah tidak menginginkan anak lagi karena dalam keluarga sudah memiliki 2 anak dan usia orang tua sudah tidak muda lagi untuk memiliki anak

C. STRUKTUR KELUARGA

  1. Pola Komunikasi
  1. Struktur Kekuasaan
  1. Proses Pengambilan Keputusan

Dalam keluarga selalu membiasakan untuk membicarakan bersama  setiap permasalahan yang ada / sedang terjadi

  1. Faktor yang Mempengaruhi Keputusan

Ibu mempengaruhi  kekuasaan dalam keluarga yang berhak memutuskan sesuatu dalam keluarga  adalah sang suami

  1. Pengambilan Keputusan (yang dominan)

Ibu mengatakan pengambilan keputusan yang paling dominan berada pada  suami karena suami sebagai kepala rumah tangga

  1. Struktur Peran
  1. Struktur Peran Normal
  1. Struktur Peran Informal

Suami dan istri jarang ikut berperan aktif dalam kegiatan  desa yang ada.

  1. Faktor yang Mempengaruhi Struktur Peran

Ibu mengatakan semua anggota keluarga selalu mendukung dan menghormati setiap peran dari masing – masing anggota keluarga agar terciptanya kerukunan antar anggota keluarga

  1. FUNGSI-FUNGSI KELUARGA
  1. Fungsi Afektif

Keluarga mengatakan hubungan antara keluarga baik ,  tidak ada perpisahan dan  jalinan  kekerabatan sangat baik

  1. Fungsi Ekonomi
  1. Keluarga mengatakan kepala keluarga bekerja sebagai petani dengan penghasilan keluarga tidak menentu
  2. Keluarga mengatakan mampu dalam memenuhi  kebutuhan keluarga , meskipun penghasilan yang kadang – kadang tidak menentu  setiap bulannya
  3.  Keuangan diatur oleh ibu , kepala keluarga menyerahkan penghasilan  sesuai dengan apa yang didapatkan dan ibu membelanjakan sesuai dengan kebutuhan.

  1. Fungsi Sosialisasi
  1. Praktek pengasuhan anak

Anak sehari-hari diasuh sendiri oleh ibunya karena sang anak masih sangat kecil dan butuhh kasihh sayang langsung dari orang tuanya

  1. Perilaku sosial anak

Intern dan ekstern

Ibu mengatakan anaknya bermain di luar dan rumah

  1. Nilai anak dalam keluarga

Ibu dan suami mengatakan menyayangi kedua anaknya. Meskipun keadaan anak saat ini BB tidak naik. Ibu berharap anaknya dapat cepat sehat dan tumbuh normal hingga dewasa seperti anak yang lainnya

  1. Perilaku yang mempengaruhi pola pengasuhan anak

Dulu keluarga mengatakan masih mempercayai adanya mitos dalam mengasuh anak, misalnya ibu mempercayai ASI tidak cukup dalam memenuhi kebutuhan bayi sehingga anak diberi makanan seperti pisang dan lain-lain

  1. Fungsi Perawatan Kesehatan
  1. Keyakinan dan pengertian tentang kesehatan.

Keluarga mengatakan jika salah satu anggota keluarga  langsung berobat ke puskesmas atau ketenaga kesehatan lainnya

  1. Perilaku kesehatan (baik yang menunjang maupun yang menghambat)
  1. Status kesehatan dan kerentanan terhadap sakit yang diketahui oleh keluarga.

Ibu mengatakan dalam keluarga tidak ada yang sering sakit

  1. Praktik pemenuhan kebutuhan nutrisi

Bapak        : makan 3x/ hari, minum kira – kira 8- 9 gelas / hari dengan menu nasi , lauk – pauk (tahu , tempe, telur), sayuran dan buah alpukat (jika ada)

Ibu        : makan 3x/ hari, minum kira – kira 8- 9 gelas / hari dengan menu nasi , lauk – pauk (tahu , tempe, telur) , sayuran dan buah bila ada

Anak        : makan 3x/ hari, minum kira – kira 8- 9 gelas / hari dengan menu nasi , lauk – pauk (tahu , tempe, telur) , sayuran dan buah bila ada. Namun porsinya sedikit. Anak tidak mau makan terlalu banyak

  1. Kebiasaan tidur dan istirahat (tiap anggota keluarga)

Bapak        :+  7 – 8 jam / hari

Ibu        :+ 7 – 8  jam /  hari

Anak        : + 10  jam /  hari

  1. Kebiasaan latihan olahraga dan  rekreasi

Dalam keluarga tidak  ada kebiasaan olahraga , rekreasi jarang dilakukan , rekreasi dilakukan dengan  menonton  TV di rumah

  1. Kebiasaan penggunaan obat (bebas, resep atau tradisional)

Keluarga mengatakan tidak selalu membeli obat dari warung

  1. Praktik dalam perawatan diri (personal hygiene)

Mandi        : 2x/ hari, gosok gigi 2x/ hari , dan ganti baju sekehendaknya

  1. Pelayanan kesehatan yang biasa diterima oleh keluarga

Keluarga mengatakan bisa menerima pelayanan kesehatan dari bidan terdekat

  1. Persepsi keluarga terhadap pelayanan kesehatan

Ibu dan keluarga mengatakn lebih senang berobat ke bidan jika terdapat anggota keluarga yang sakit

  1. Sumber pembiayaan kebutuhan kesehatan

Ibu mengatakan sumber pembiayaan kebutuhan kesehatan dari suami atau kepala keluarga

  1. Fungsi reproduksi

Orang tua sudah tidak mengiginkan anak lagi karena jumlah anak sudah cukup

  1. KOPING KELUARGA
  1. Stesor-stresor keluar jangka panjang dan jangka pendek

Ibu mengatakan tidak menjalani rasa khawatir pada saat ini dan pemikiran kekhawatiran nantinya

  1. Strategi koping dalam menghadapi stress baik intern maupun ekstern

Ibu mengatakan berusah rileks jika ada masalah dan diselesaikan dengan musyawarah terlebih dahulu lalu diselesaikan secara bersama-sama

  1. KEADAAN GIZI KELUARGA
  1. Pemenuhan gizi

Ibu mengatakan setiap hari memasak sendiri untuk keluarga, bahan – bahan untuk memasak ibu didapatkan dari belanja di warung dekat rumah. Ibu setiap hari memasak seadanya sesuai dengan penghasilan yang di dapat suami.

  1. Upaya-upaya lainnya

Ibu selalu memasak makanan yang bervariasi di rumah.

G. PEMERIKSAAN FISIK

        Keadaan Umum        : tampak kurus dan cukup

        Kesadaran                        : composmentis

        BB                                : 9 kg

        TB                                        : 86 cm

        LIKA                                : 45 cm

        LIDA                                : 51 cm

        LILA                                : 13 cm

  1. Kepala/rambut

Penyebaran rambut merata, warna rambut hhitam, rambut tipis

  1. Muka

Wajah tidak seperti orang tua, tidak ada oedem

  1. Mata

Mata simetris, konjungtiva berwarna merah muda, sklera putih

  1. Hidung

Tidak ada cuping hidung, tidak ada massa maupun polip.

  1. Gigi dan mulut

Bibir lembab, tidak ada caries gigi, tidak ada stomatitis

  1. Leher

Tidak terjadi pembengkakan pada vena jugularis, pergerakan kelenjar tyroid baik, tidak terjadi pembesaran pada kelenjar  limfe.

  1. Dada

Bentuk dada normal, tidak ada suara tambahan (Whizing maupun ronchi).

  1. Abdomen

Warna abdomen sama dengan warna kulit sekitar, perut tidak membuncit

  1. Genetalia

tidak ada varises, tidak ada oedem, bentuk genetalia laki-laki        skrotum turun, testis ada 2

  1. Anus

tidak terdapat hemoroid, benjolan maupun oedem

  1. Ekstremitas
  1. Pada kuku merah muda, tidak oedem, turgor kulit kembali < 2 detik
  1. IDENTIFIKASI MASALAH / DIAGNOSA

DS : Ibu mengatakan BB anaknya tidak naik dan anaknya kurus

DO : Keadaan Umum        : tampak kurus  dan cukup                

Kesadaran                : composmentis

                                BB                        : 9 kg

                                TB                                : 86 cm

                                LIKA                : 45 cm

                                LIDA                : 51 cm

                                LILA                : 13 cm

Muka : Wajah tidak seperti orang tua, tidak ada oedem

Mata : Mata simetris, konjungtiva berwarna merah muda, sklera putih

Dada :Bentuk dada normal, tidak ada suara tambahan (Whizing maupun ronchi).

Abdomen : Warna abdomen sama dengan warna kulit sekitar, perut tidak membuncit

Ekstremitas :Pada kuku merah muda, tidak oedem, turgor kulit kembali < 2 detik

        Masalah :

  1. Gangguan kebutuhhan nutrisi / gizi
  2. Kurangnya pengetahuan ibu terhadap pemenuhan nutrisi anak
  3. BB 9 kg : kurus < -2 SD s/d -3 SD masuk dalam KEP ringan

DX : An R umur 3 tahun 6 bulan dengan KEP ringan

  1. INTERVENSI

Tanggal         : 17/11/2011

Jam        : 18.05 WIB

Tujuan        : setelah dilakukan asuhan kebidanan selama ± 1 minggu, diharapkan KEP teratasi  atu BB anak bertambah

Kriteria Hasil        :

Intervensi :

  1. Lakukan pendekatan pada klien dan keluarganya

R/ terciptanya hubungan saling percaya antara tenaga kesehatan dengan keluarga sehingga dapat melanjutkan suatu tindakan

  1. Jelaskan pada ibu tentang kondisi anak

R/ dapat menambah pengetahuan ibu serta dan mengalami perubahhan yang baik

  1. Jelaskan bahaya KEP pada ibu

R/ ibu dapat merubah pola makanan anak

  1. Anjurkan kepada ibu untuk memberikan komponen makanan yang sehat seimbang setiap hari

R/ pemenuhan nutrisi balita

  1. Berikan susu formula pada balita dan ajarkan cara pembuatan susu pada ibu

R/ pemenuhan nutrisi balita

  1. Lakukan penimbang BB balita setiap 3 hari

R/ pemantauan BB balita

  1. IMPLEMENTASI

Tanggal         : 17/11/2011

Jam        : 18.15 WIB

  1. Melakukan pendekatan pada klien dan keluarganya dengan menanyakan identitas, keluan yang dirasakan secara ramah dan sabar
  2. Menjelaskan pada ibu tentang kondisi anak pada ibu bahhwa ank ibu terkena KEK ringan
  3. Menjelaskan bahaya KEP pada ibu yaitu pertumbuhah ank terhhambat dan menimbulkan kematian
  4. Menganjurkan kepada ibu untuk memberikan komponen makanan yang sehat seimbang setiap hari yaitu nasi, lauk, buah, sayur dan susu
  5. Memberikan susu formula pada balita dan mengajarkan cara pembuatan susu pada ibu yaitu 3 sendok makan diseduh dengan air hangat di minum 3X1
  6. Melakukan penimbang BB balita setiap 3 hari
  1. EVALUASI

Tanggal  17/11/2011        Jam : 19.00 WIB

S : Ibu mengatakan mengerti dengan penjelasan yang diberikan dan berjanji akan melaksanakannnya

O : ibu dan anak tampak kooperatif dan mengangguk

A : An R umur 3 tahun 6 bulan denagn KEP ringan

P : Lakukan penimbang BB balita setiap 3 hari

CATATAN PERKEMBANGAN

1. Tanggal : 20/11/2011                Jam : 09.00 WIB

S : Ibu menngatakan sudah memberikan susu formula pada anaknya tapi kondisi anak masih tetap sama

O : BB : 9 kg

        TB : 86 cm

        Lika : 45 cm

        Lida : 51 cm

        Lila : 13 cm

        Pemeriksaan fisik :

A : An R umur 3 tahun 6 bulan denagn KEP ringan

P : Lakukan penimbang BB balita setiap 3 hari

CATATAN PERKEMBANGAN

2. Tanggal : 23/11/2011                Jam : 09.00 WIB

S : Ibu mengatakan sudah memberikan susu formula dan anaknya mau makan dengan lahap

O : BB : 9,5 kg

        TB : 86 cm

        Lika : 45 cm

        Lida : 51 cm

        Lila : 13 cm

        Pemeriksaan fisik :

A : An R umur 3 tahun 6 bulan denagn KEP ringan

P : - motivasi ibu untuk tetap memberikan susu formula

BAB 4

PEMBAHASAN

Dari landasan teori dapat diketahui bahwa yang dimaksud dengan Kurang Energi protein (KEP) adalah kurang gizi yang disebabkan olehh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari sehingga tidak memenuhi angka kebutuhan gizi (AKG). Kekurangan gizi pada balita diklasifikasikan menjadi KEP ringan, KEP sedang, dan KEP berat. Faktor penyebab kurang gizi pada balita yaitu jarak antar usia kakak atau adik yang terlalu dekat, anak yang mulai bisa berjalan muda terkena infeksi atau juga tertular oleh penyakit-penyakit lain, lingkungan yang kurang bersih, sehingga anak mudah sakit-sakitan, kurangnya pengetahuan orang tua terutama ibu mengenai gizi, kondisi sosial ekonomi keluarga yang sulit dan adanya penyakit bawaan.

        Berdasarkan tinjauan kasus yang dilakukan kepada keluarga Tn “M” dengan salah satu anggota keluarga An R usia 3 tahun 6 bulan dengan KEP ringan. Berdasarkan hasil pemerikasaan BB : 9 kg, TB : 86 cm, Lika : 45 cm, Lida : 51 cm, Lila : 13 cm. BB 9 kg masuk dalam kategori kurus dan masuk dalam KEP ringan pemeriksaan fisik yatu kulit biasa tidak keriput, tubuhh kurus, wajah tidak seperti orang tua, dan perut tidak membuncit. Terdapat kesesuaian antara teori kehamilan yang ada dengan tinjauan kasus yang dilakukan pada salah satu keluarga Tn M yaitu An R.

BAB 5

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa asuhan kebidanan yang dilakukan pada tanggal 17/11/2011 jam 18.00 WIB di Sumber wringin kepada keluarga Tn “M” dengan salah satu anggota keluarga An R usia 3 tahun 6 bulan dengan KEP ringan. Berdasarkan hasil pemerikasaan BB : 9 kg, TB : 86 cm, Lika : 45 cm, Lida : 51 cm, Lila : 13 cm. pemeriksaan fisik yatu kulit biasa tidak keriput, tubuhh kurus, wajah tidak seperti orang tua, dan perut tidak membuncit. BB 9 kg masuk dalam kategori kurus dan masuk dalam KEP ringan

5.2 Saran

Saya berharap semoga dengan adanya laporan ini dapat menambah wawasan para pembaca untuk mengenali dan mencegah terjadinya komplikasi pada KEP lebih lanjut.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2008.Kalori Tinggi Untuk Gizi Buruk.Jakarta:Republika Online

Effendy, Rasrul.1998.Ilmu Keperawatan Masyarakat.Jakarta:EGC

Mansjoer, Arif.2000.Kapita Selekta Kedokteran Jilid 2.Jakarta : Media Aesculapius

Nasar, Dkk.2001.Pedoman Tata Kurang Protein.Jakarta:PKM-IDAI

Notoadmodjo, Soedjo.2003.Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat.Jakarta:Rineka Cipta