Modul Ajar PJOK SD Fase A Kelas II
MODUL AJAR PJOK SD FASE A KELAS II
Penyusun : Puji Rahayu Jenjang : SD Kelas : II Materi : Aktivitas Senam Lantai Alokasi Waktu : 3 x 35 Menit (4 Kali Pertemuan). *Guru dapat memetakan dan menentukan jumlah pertemuan disesuaikan dengan lingkungan belajar masing-masing. Jumlah Peserta Didik: 28 Moda: Luring | Kompetensi Awal: Peserta didik telah dapat menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan dan memahami berbagai pola gerak dasar gerak dominan keseimbangan guling depan, dan guling belakang dengan benar. | Profil Pemuda Pancasila: Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan pada Fase A adalah mandiri dan gotong royong yang ditunjukkan melalui proses pembelajaran pola gerak dominan (bertumpu, bergantung, keseimbangan, berpindah/lokomotor, tolakan, putaran, ayunan, melayang, mendarat) dalam aktivitas senam lantai dengan benar. | ||
Sarana Prasarana | ||||
| ||||
Target Peserta Didik | ||||
*guru dapat memilih target peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing dan modul ini dibuat untuk peserta didik reguler. | ||||
Jumlah Peserta Didik | ||||
| ||||
Ketersediaan Materi | ||||
* jika memilih YA, maka di dalam pembelajaran disediakan alternatif aktivitas sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Modul ini dibuat untuk peserta didik reguler. | ||||
Materi , Media, dan Bahan Pembelajaran. | ||||
Aktivitas pembelajaran berbagai pola gerak dominan (bertumpu, bergantung, keseimbangan, berpindah/lokomotor, tolakan, putaran, ayunan, melayang, mendarat) melalui:
Materi dapat dimodifikasi dengan menambah pengulangan, intensitas, dan kesempatan/frekuensi melakukan bagi peserta didik atau kelompok peserta didik yang memperlihatkan kemampuan yang belum baik dalam penguasaan aktivitas berbagai gerak dominan (bertumpu, bergantung, keseimbangan, berpindah/lokomotor, tolakan, putaran, ayunan, melayang, mendarat) dalam aktivitas senam. Strategi pembelajaran gerak yang lain dapat diberikan setelah dilakukan identifikasi kesulitan sebelumnya. Peserta didik yang mengalami kesulitan dapat dipasangkan dengan peserta didik yang lebih terampil sehingga dapat dibantu dalam penguasaan keterampilan tersebut.
Materi dapat dikembangkan dengan meningkatkan kompleksitas. Pada saat pembelajaran peserta didik atau kelompok peserta didik yang telah melebihi batas ketercapaian pembelajaran diberikan kesempatan melakukan aktivitas berbagai gerak dominan (bertumpu, bergantung, keseimbangan, berpindah/lokomotor, tolakan, putaran, ayunan, melayang, mendarat) dalam aktivitas senam yang lebih kompleks. Guru juga dapat meminta peserta didik atau kelompok peserta didik berbagi dengan teman-temannya tentang pembelajaran yang dilakukan agar penguasaan kompetensi lebih baik (capaian pebelajaran terpenuhi).
| ||||
Moda Pembelajaran | ||||
*Guru dapat memilih moda pembelajaran yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar yang ada, pada modul ini menggunakan moda daring. | ||||
Pengaturan Pembelajaran | ||||
Pengaturan Peserta didik:
*Guru dapat memilih pengaturan peserta didik sesuai dengan kebutuhan. | Metode:
*Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan bebrapa metode yang diinginkan. | |||
Asesmen Pembelajaran | ||||
Menilai Ketercapaian Tujuan Pembelajaran:
(Guru dapat memilih salah satu atau beberapa assesmen penilaian yang sesuai). | Jenis Asesmen:
(Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa penilaian yang sesuai). | |||
Tujuan Pembelajaran | ||||
Peserta didik melalui pembelajaran komando dapat menunjukkan kemampuan dalam mempraktikkan dan memahami berbagai berbagai pola gerak dominan (bertumpu, bergantung, keseimbangan, berpindah/lokomotor, tolakan, putaran, ayunan, melayang, mendarat) dalam aktivitas senam sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki serta mengembangkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila pada eleman gotong royong dan mandiri dengan meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagai, pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. | ||||
Pemahaman Bermakna | ||||
Peserta didik dapat memanfaatkan aktivitas senam dalam kehidupan nyata sehari-hari. Contohnya gerak guling depan merupakan aktivitas senam yang dapat melatih kelenturan otot tubuh dan dapat meningkatkan kebugaran jasmani. | ||||
Pertanyaan Pemantik | ||||
| ||||
Prosedur Kegiatan Pembelajaran | ||||
Hal-hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melakukan kegiatan pembelajaran antara lain sebagai berikut:
Langkah-langkah kegiatan pengajaran antara lain sebagai berikut:
Contoh permainan “estafet ranting” Cara bermain:
Gambar. permainan estafet ranting.
Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan menggunakan model komando, dengan prosedur sebagai berikut:
Aktivitas pembelajaran gerak bertumpu dalam aktivitas senam melalui:
Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur gerak bertumpu dengan tangan sesuai dengan penjelasan guru. Bertumpu adalah menolakan atau menekankan tangan atau kaki pada sesuatu. Gerakan bertumpu dengan tangan dapat dilakukan dalam berbagai latihan antara lain: menirukan ular kobra, push up, dan menirukan katak berdiri. Grakan bertumpu dengan kaki dapat dilakukan dengan berbagai latihan antara lain: berjalan, melompat, meloncat.
Gerak bertumpu dengan tangan.
Cara melakukannya:
Gambar. menirukan ular kobra.
Cara melakukannya:
Gambar. bertumpu dengan kedua tangan.
Cara melakukannya:
Gambar. menirukan katak berdiri.
Cara melakukannya:
Gambar. berjalan jinjit.
Cara melakukannya:
Gambar. berjalan dengan tumpun tumit. Setelah peserta didik melakukan aktivitas 1 pembelajaran gerak bertumpu dilanjutkan dengan mempelajari aktivitas 2 gerak bergantung dalam aktivitas senam. Bentuk-bentuk aktivitas pembelajaran gerak bergantung dalam aktivitas senam dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain sebagai berikut:
Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur gerak bergantung dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Gerak bergantung dalam aktivitas senam dapat melatih kekuatan otot lengan. Gerakan bergantung dapat dilakukan pada dahan pohon atau palang. Cara melakukan praktik/latihan gerak bergantung adalah:
Gambar. bergantung.
Cara melakukannya:
Gambar. bergantung pada dahan pohon
Cara melakukannya:
Gambar. bergantug pada palang dengan kaki lurus
Cara melakukannya:
Gambar. bergantung dengan kaki ditekuk.
Cara melakukannya:
Gambar. bergantung dan merambat pada palang Setelah peserta didik melakukan aktivitas 2 pembelajaran bergantung dalam aktivitas senam, dilanjutkan dengan mempelajari aktivitas 3 gerak keseimbangan dalam aktivitas senam lantai. Bentuk-bentuk aktivitas pembelajaran gerak keseimbangan dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain sebagai berikut:
Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur keseimbangan sikap kapal terbang dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan equilibrium baik statis maupun dinamis ketika tubuh ditempatkan pada berbagai posisi (Delitto, 2003). Equilibrium adalah sebuah bagian penting dari pergerakan tubuh dalam menjaga tubuh tetap stabil sehingga manusia tidak jatuh walaupun tubuh berubah posisi. Salah satu bentuk latihan keseimbangan statis dalam aktivitas senam adalah sikap kapal terbang. Cara melakukan praktik/latihan gerak keseimbangan statis sikap kapal terbang dalam aktivitas senam adalah:
Gambar. keseimbangan sikap kapal terbang
Cara melakukannya:
Gambar. keseimbangan menekuk salah satu kaki ke belakang.
Cara melakukannya:
Gambar. keseimbangan mengangkat salah satu kaki lurus ke depan.
Cara melakukannya:
Gambar. sikap kapal terbang dengan bantuan teman
Cara melakukannya:
. Gambar. Sikap kapal terbang secra erkelompok. Setelah peserta didik melakukan aktivitas 3 pembelajaran gerak keseimbangan dalam aktivitas senam, dilanjutkan dengan mempelajari aktivitas 4 gerak berpindah tempat/ lokomotor. Bentuk-bentuk aktivitas aktivitas keterampilan gerak berpindah tempat dalam aktivitas senam, antara lain sebagai berikut:
Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur gerak berpindah tempat/ lokomotor (melompat dan meloncat dengan isyarat) sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Latihan gerak berpindah tempat dalam aktivitas senam dapat dilakukan dengan cara jalan, lari, lompat, dan loncat. Cara melakukan praktik/latihan gerak berpindah tempat/ lokomotor (melompat dan meloncat) dalam aktivitas senam adalah: Melompat
Gambar. melompat Meloncat
Gambar. meloncat.
Gambar. melompati ban bekas.
Cara melakukannya:
Gambar. meloncat melewati ban bekas.
Cara melakukannya:
Gambar. permainan rusa rubah.
Cara bermain:
Gambar . permainan menangkap balon. Setelah peserta didik melakukan aktivitas 4 pembelajaran gerak berpindah tempat/ lokomotor dalam aktivitas senam, dilanjutkan dengan mempelajari aktivitas 5 gerak tolakan, putaran, ayunan, melayang, mendarat dalam aktivitas senam lantai. Bentuk-bentuk aktivitas pembelajaran gerak tolakan, putaran, ayunan, melayang, mendarat dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain sebagai berikut:
Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur tolakan, putaran, ayunan, melayang, mendarat dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru. Gerakan berguling ke samping dilakukan dengan menirukan botol yang menggelinding. Gambar. botol Gerakan berguling ke depan dan ke belakang dilakukan dengan menirukan roda berputar. Gambar. roda
Cara melakukannya:
Gambar. guling ke samping.
Cara melakukannya:
Gambar. guling ke depan
Cara melakukannya:
Gambar. guling ke depan dengan menepuk punggung teman.
Cara melakukannya:
Gambar. guling belakang dengan kaki dibuka lebar.
Cara melakukannya:
Gambar. guling belakang dengan kaki rapat.
| ||||
Penilaian | ||||
Penilaian Pengembangan Karakter (Dimensi Mandiri dan Gotong Royong)
No | Pernyataan | |||||
1 | 2 | 3 | 4 | |||
1. | Bagaimanakah perasaan kalian saat mengikuti pembelajaran PJOK pada hari ini. | |||||
2. | Bagaimanakah perasaan kalian saat melakukan gerakan aktivitas senam secara mandiri. | |||||
3. | Bagaimanakah perasaan kalian saat mengamati teman yang sedang melakukan gerakan aktivitas senam. | |||||
Jumlah skor | ||||||
Jumlah nilai: jumlah skor x 100 skor maksimal | ||||||
Sangat Baik | Baik | Perlu Perbaikan | ||||
Jika jumlah nilai 100 | Jika jumlah nilai ≥75-≤94 | Jika jumlah nilai <75 | ||||
*) Dibacakan oleh guru, peserta memilih emoticon dengan memberi tanda (√) pada kolom yang telah disediakan..
Teknik | Bentuk | Contoh Instrumen | Kriteria Penilaian | |||||
Tes Tulis | Mencocokan gambar | Cocokanlah gambar dibawah ini dengan benar
Kunci:
| Jawaban benar mendapatkan skor 1 dan salah 0. | |||||
Soal uraian tertutup |
Kunci:
| Mendapatkan skor; 4, jika seluruh urutan dituliskan dengan benar dan isi benar. 3, jika urutan dituliskan salah tetapi isi benar. 2, jika sebagian urutan dituliskan dengan benar dan sebagian isi benar. 1, jika urutan dituliskan salah dan sebagian besar isi salah. |
Lakukan gerak menirukan katak berdiri. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan ketepatan melakukan gerakan (penilaian produk).
Berikan (angka) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta didik menunjukkan atau menampilkan gerak spesifik yang diharapkan.
Contoh lembar penilaian proses gerak untuk perorangan (setiap peserta didik satu lembar penilaian).
Nama :__________________________ Kelas: __________
No | Indikator Esensial | Uraian Gerak | Ya (1) | Tidak (0) |
1. | Sikap awal |
| ||
| ||||
| ||||
| ||||
2. | Sikap gerakan pelaksanaan |
| ||
| ||||
| ||||
| ||||
3. | Sikap akhir |
| ||
| ||||
| ||||
| ||||
Perolehan/Skor maksimum X 100% = Skor Akhir | ||||
Skor maksimum: 12
Skor perolehan peserta didik: SP
Nilai keterampilan yang diperoleh peserta didik: SP/12.
Penilaian hasil gerakan gerak bertumpu.
(1) Tahap pelaksanaan pengukuran
Penilaian hasil/produk gerak bertumpu dengan cara:
(a) Peserta didik dengan cara berpasangan melakukan pengamatan terhadap teman yang sedang melakukan gerakan menirukan katak berdiri.
(b) Peserta didik mencatat dalam lembar pengamatan berapa detik saat mempertahankan gerakan.
(c) Pengamatann dilakukan secara bergantian dengan pasanganya.
(d) Lamanya waktu yang dicatat adalah hasil dari penilaian yang dilakukan.
Perolehan Nilai | Klasifikasi Nilai |
…… > 8 detik | Sangat Baik |
6 –8 detik | Baik |
3 – 5 detik | Cukup |
........ < 2 detik | Kurang |
Lakukan gerakan bergantung pada palang. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan ketepatan melakukan gerakan (penilaian produk).
Berikan (angka) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta didik menunjukkan atau menampilkan gerak spesifik yang diharapkan.
Contoh lembar penilaian proses gerak sama dengan lembar penilaian gerak bertumpu.
Skor maksimum: 12
Skor perolehan peserta didik: SP
Nilai keterampilan yang diperoleh peserta didik: SP/12.
Penilaian hasil gerakan gerak bergantung
Penilaian hasil/produk gerak bergantung dengan cara:
(a) Peserta didik dengan cara berpasangan melakukan pengamatan terhadap teman yang sedang melakukan gerakan bergantung pada palang.
(b) Peserta didik mencatat dalam lembar pengamatan berapa detik saat mempertahankan gerakan.
(c) Pengamatan dilakukan secara bergantian dengan pasanganya.
(d) Lamanya waktu yang dicatat adalah hasil dari penilaian yang dilakukan.
Perolehan Nilai | Klasifikasi Nilai |
…… > 8 detik | Sangat Baik |
6 – 8 detik | Baik |
3 – 5 detik | Cukup |
........ < 2 detik | Kurang |
Lakukan gerakan sikap kapal terbang. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan ketepatan melakukan gerakan (penilaian produk).
Berikan (angka) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta didik menunjukkan atau menampilkan gerak spesifik yang diharapkan.
Contoh lembar penilaian proses gerak sama dengan lembar penilaian gerak bertumpu
Skor maksimum: 12
Skor perolehan peserta didik: SP
Nilai keterampilan yang diperoleh peserta didik: SP/12.
Penilaian hasil gerakan gerak sikap kapal terbang
Penilaian hasil/produk gerak sikap kapal terbang dengan cara:
(a) Peserta didik dengan cara berpasangan melakukan pengamatan terhadap teman yang sedang melakukan gerakan sikap kapal terbang.
(b) Peserta didik mencatat dalam lembar pengamatan berapa detik saat mempertahankan gerakan.
(c) Pengamatan dilakukan secara bergantian dengan pasanganya.
(d) Llamanya waktu yang dicatat adalah hasil dari penilaian yang dilakukan.
Perolehan Nilai | Klasifikasi Nilai |
…… > 10 detik | Sangat Baik |
8 – 10 detik | Baik |
5 – 7 detik | Cukup |
........ < 4 detik | Kurang |
Lakukan melompati ban bekas. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan ketepatan melakukan gerakan (penilaian produk).
Berikan (angka) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta didik menunjukkan atau menampilkan gerak spesifik yang diharapkan.
Contoh lembar penilaian proses gerak sama dengan lembar penilaian gerak bertumpu
Skor maksimum: 12
Skor perolehan peserta didik: SP
Nilai keterampilan yang diperoleh peserta didik: SP/12.
Penilaian hasil gerakan gerak melompat
Penilaian hasil/produk gerak melompat dengan cara:
(a) Peserta didik dengan cara berpasangan melakukan pengamatan terhadap teman yang sedang melakukan gerakan melompat
(b) Peserta didik mencatat dalam lembar pengamatan berapa kali ia dapat melakukan gerakan melompat selama 30 detik.
(c) Pengamatan dilakukan secara bergantian dengan pasanganya.
(d) Jumlah lompatan yang dicatat adalah hasil dari penilaian yang dilakukan.
Perolehan Nilai | Klasifikasi Nilai |
…… > 20 kali | Sangat Baik |
15– 20 kali | Baik |
10– 14 kali | Cukup |
........ < 9 kali | Kurang |
Lakukan gerakan guling depan. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan melakukan gerakan (penilaian proses) dan ketepatan melakukan gerakan (penilaian produk).
Berikan (angka) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta didik menunjukkan atau menampilkan gerak spesifik yang diharapkan.
Contoh lembar penilaian proses gerak sama dengan lembar penilaian gerak melompat ke depan dengan tolakan dua kaki.
Skor maksimum: 12
Skor perolehan peserta didik: SP
Nilai keterampilan yang diperoleh peserta didik: SP/12.
Penilaian hasil gerakan guling depan.
Penilaian hasil/produk guling depan dengan cara:
(a) Peserta didik dengan cara berpasangan melakukan pengamatan terhadap teman yang sedang melakukan guling depan.
(b) Peserta didik mencatat dalam lembar pengamatan ketepatan dalam melakukan gerakan berguling.
(c) Pengataman dilakukan secara bergantian dengan pasanganya
No.
| Jenis Gerakan | Kriteria Pengskoran |
1. | Gerakan awalan berguling | 1-4 |
2. | Sikap badan bulat saat berguling | 1-4 |
5. | Menjaga keseimbangan | 1-4 |
Jumlah Skor Maksimal | 12 |
Nilai Akhir: Skor Perolehan x 100
Skor Maksimal
1: Kurang
2: Cukup
3: Baik
4: Sangat Baik
Pengayaan dan Remedial |
Pengayaan diberikan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Pengayaan dilakukan apabila setelah diadakan penilaian pada kompetensi yang telah diajarkan pada peserta didik pada setiap aktivitas pembelajaran, nilai yang dicapai melampaui kompetensi yang telah ditetapkan oleh guru. Pengayaan dilakukan dengan cara menaikkan tingkat kesulitan dengan cara melakukan gerakan guling depan atau belakang dari posisi berdiri.
Remidial dilakukan oleh guru terintegrasi dalam pembelajaran yaitu dengan memberikan intervensi yang sesuai dengan level kompetensi peserta didik dari mana guru mengetahui level kompetensi peserta didik. Level kompetensi diketahui dari refleksi yang dilakukan setiap kali pembelajaran. Remedial dilakukan dengan cara menetapkan atau menurunkan tingkat kesulitan dalam materi pembelajaran.
Refleksi Peserta Didik dan Guru |
Contoh Format Refleksi:
Setelah peserta didik melakukan aktivitas 1 pembelajaran bertumpu dalam aktivitas senam, peserta didik diminta untuk merasakan bagian tubuh mana saja yang digunakan untuk melakukan gerakan tersebut. Peserta didik diminta untuk memberikan tanda (√) pada kolom yang disediakan oleh guru, sesuai dengan perasaan mereka yang digambarkan dengan emoticon saat melakukan gerakan tersebut. Kemudian laporkan hasil capaian belajar yang diperoleh kepada guru.
Lembar Refleksi
Bentuk Pembelajaran |
| |
Aktivitas keterampilan gerak menirukan ular kobra.*) |
|
|
Aktivitas keterampilan gerak bertumpu seperti push up.*) | ||
Aktivitas keterampilan gerak menirukan katak berdiri *) | ||
Aktivitas keterampilan gerak bertumpu dengan tumit *) | ||
Aktivitas keterampilan gerak bertumpu dengan tumit *) |
*) materi disesuaikan dengan pokok bahasan.
Laporan hasil capaian berdasarkan lembar refleksi
No | Aktivitas Pembelajaran | Hasil Refleksi | |
Belum Tercapai | Tercapai | ||
1. | Aktivitas pembelajaran gerak bertumpu secara perorangan atau berkelompok.*) | ||
2. | Menunjukkan nilai-nilai karakter profil Pelajar Pancasila pada elemen Mandiri dan Gotong Royong dalam proses bertumpu dalam aktivitas senam.*) | ||
*) Materi di sesuaikan dengan pokok bahasan.
Refleksi yang dilakukan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Hasil refleksi bisa digunakan untuk menentukan perlakuan kepada peserta didik, apakah remedial atau pengayaan. Remedial dan pengayaanya di dalam pembelajaran, tidak terpisah setelah pembelajaran. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam refleksi guru antara lain:
Lembar Kerja Peserta Didik |
Tanggal : .................................................................
Lingkup/materi pembelajaran : .................................................................
Nama Siswa : .................................................................
Fase/Kelas : A / II
Lakukan variasi gerak bertumpu, bergantung, keseimbangan, berpindah/lokomotor, tolakan, putaran, ayunan, melayang!
Glosarium |
|
Referensi |
Muhajir. 2010. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SD/M.Ts Kelas II. Bogor : Penerbit Yudhistira. May Sumarya, Eso Suwarso.2010.Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan untuk SD/MI kelas II.Jakarta: Penerbit PT Arya Duta. Taufina.2017. Tema 8 Pengalamanku Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013 Edisi Revisi 2017 Buku Siswa SD/MI Kelas II. Jakarta: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Suwandi, dkk. Penjaskorkes 2 ( Pendidikan Jasmani Olaharaga dan Kesehatan). Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementrian Nasional. Sindhu Cindar Bumi, dkk. 2010. Senang Belajar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan untuk Kelas II Sekolah Dasar/ Madrasyah Ibtidaiyah. Jakarta: PT Pribumi Mekar. |
Memeriksa dan Menyetujui, Kepala SD ......................................... | .............................., .................. 2021 Guru Mata Pelajaran |
…………………………………................. NIP. |
…………………............................. NIP. |
@2021 Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi