MAKALAH AL-ISLAM III
MUJAHADAH DAN SAJA’AH DALAM ISLAM
Disusun Oleh:
Nama : Mujitahik
Nim : 21012A0028
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK
JURUSAN ADMINISTRASI NIAGA
2O11
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah Swt yang dengan limpahan taupiq, rahmat dan hidayat Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Slawat dan salam semoga dilimpahkan kepada junjungan kita nabi Muahammad saw,beserta keluarganya,sahabat-sahabatnya,dan para pengikutnya sampai akhir zaman.
Maksud dari penyusunan makalah ini yang berjudul:mujahadah dan saja’ah dalam islam adalah untuk memenuhi tugas dari dosen pengapu.
Dalam penyusutan makalah ini kami menyadari bahwa terdapat kekurangan atau jauh dari sempurna,Oleh karena itu kami mengharap kritik dan saran yang bersipat membangun dari para pembaca terutama rekan-rekan/teman-teman mahasiswa.
Dengan selsainya penyusunan makalah ini kami ingin menucapkan rasa trimakasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yank telah banyak membantu dalam membimbing kami.
BAB II
PEMBAHASAN
PENGERTIAN MUJAHADAH
Mujahadah artinya kesungguhan: merupakan yang sangat penting dalam unsur yang di percayai sebagai kekuatan dan mencapai cita-cita.untukk mencapai kesuksesan orang harus disiplin melaksanakan tugas yang sedang dilasanakannya.sejak awal ia harus brusaha untuk beremujahadah mencapai keseluruhan tujuan.kalau kesungguhan ini dilakukannya maka akn ditemukan hasilnya diantaranya adalah musyahabah
Demikian juga barang siapa yang tidak bersungguh-sunguh melawan hawa napsunya yang selalu mernggang dirinya dan mengajak berbuat maksiat dan mentang kebaikan,maka tidak mungkin ia akan mendapat cahayatarikat yang dicaarinya.
Abu Qasim Al-Qusairy rahimatalla Ta’ala mengatakan barang siapa yang tidak beermujahadah sejak awal,ia tidak akan mendapat keharuman sedikitpun dari cahaya tarikat,dikatakan dari apa yang pernah di dengarnya dari Syeh Abu Ali Ad Daqaq: barang siapa dari sejak awal tidak mempuunyai pendirian yang kuat,akhirnya ia tidak mempunyai majelis musyawarah: sebagian Ulamak mengatakan hanya dengan ketekunan dan kesungguhan serta disiplin yang teratur, akan mencapai tujuan yang tinggi.
Arti mujahadah menurut bahasa adalah perang, menurut aturan syara’ memerangi nafsu amarah dan memberi beban kepadanya adalah perang melawan musuh-musuh Alloh, dan menurut istilah ahli hakikat adalah untuk melakukan sesuatu yang berat baginya yang sesuai dengan aturan syara’ (agama). Sebagian Ulama mengatakan . Mujahadah adalah tidak menuruti kehendak nafsu dan ada lagi yang mengatakan. Mujahadah adalah menahan nafsu dari kesenangannya.
Pengertian mujahadah secara umum adalah berjuang, bersungguh -sungguh, berperang melawan musuh. Didalam Wahidiyah yang dimaksud adalah bersungguh-sungguh memerangi dan menundukkan hawa nafsu untuk di arahkan kepada kesadaran.
Mujahadah dalam berbagai macam cara dapat berupa diantaranya, memerangai nafsu, dan sungguh-sungguh dalam melaksanakan agama Allah swt.
Bentuk-Bentuk Mujahadah
1.Sholat
2.Dzikir
3.Do'a
4.Melakukan shalat-shalat sunnah
Hanya dengan cita-cita yang tinggi kuat hikmahnya orang kan menemukan kehidupan esok hari yang cerah tidak ada harapan yang menjadi kenyataan tanpa kesunngguhan sedangkan sipat bemalas- malas dan santai akan menemui kerugian.
Ma’rifatullah
Demikian juga ma’rifatullah yang hanya di anugrahkan secara khusus,tidak munkin akan di peroleh tampa mujahadah sangatlah mustahil terjadinya,karena ma’rifatullah adalah cahaya yang dipantulakan alloh kedalam hati sanubari hambanya,denga nur itu ia akan dapat memandang rahasia kekuasaan alloh dengan kesempurnaan sipat-sipatnya
Jihadun Nafs
Jihadun nafs adalah salah satu cara dari sipat mujahadah karena jihadun Nafs termasuk prilaku orang, arip billah (hamba yang mengenal alloh) karena hanya arip billah saja yang akan mendapatkan ma’ripat,di sebapkan kesungguhan mereka,kesungguhan yang di ikuti dengan ketaatan serta kepatuhan tampa pamrih.Di katakana di antara tnda-tanda ma’rifatullah rasa kasih sayang kepada alloh dan kehebatannya, kekuasaan, dan keperkasaanya, kearipan dan kealimanya.
Jihad Nafs ada 4 tingkatan
MACAM- MACAM MUJAHADAH ANTARA LAIN
Alloh SWT berfirman :
Artinya Dan orang - orang yang bersungguh - sungguh untuk mencari keridloan
kami, benar - benar Kami tunjukkan kepada mereka jalan - jalan Kami
Syekh Imam Al-Ghozali Berkata :
Mujahadah adalah kunci hidayah tidak ada kunci untuk memperoleh hidayah selain Mujahadah
Makna mujahadah itu sendiri adalah upaya mencurahkan segenap kesungguhan untuk melawan kebohongan atau membunuh kebatilan, kebatilan yang eksis, hawa nafsu, dan Setan.
Bermujahadah dapat dilakukan dengan beberapa tahapan.
(5) zikir, dengan ucapan La ilaha illa AI!ah
(6) hubungan batin dengan sang guru dengan menyerap pengetahuannya meleburkan diri bersamanya,
(7) terus meninggalkan hal-hal yang mengundang bahaya,
(8) meninggalkan jauh-jauh sikap menentang Allah Swt. baik hal itu akan membahayakan ataupun akan memberikan ke-manfaatan bagimu di samping tidak mempertanyakan persoalan yang berkaitan dengan Surga dan Neraka.
FAEDAH MUJAHADAH
Faedah Mujahadah antara lain
PENGERTIAN SAJA’AH
Saja’ah (keberanian) adalah salah satu ciri yang dimiliki orang yang istiqamah di jalan Allah, selain ciri-ciri berupa al-ithmi’nan (ketenangan) dan at-tafaul (optimisme).Jadi orang yang istiqamah akan senantiasa berani, tenang dan optimis karena yakin berada di jalan yang benar dan yakinpula akan dekatnya pertolongan Allah.
Macam-macam saja’ah
Syaja’ah atau pemberani atau kesatria tentu saja berbeda dengan bersikap nekat, “ngawur” atau tanpa perhitungan dan pertimbangan saja’ah adalah keberanian yang didasari pertimbangan matang dan penuh perhitungan karena ingin meraih ridha Allah. Dan untuk meraih ridha Allah, tentu saja diperlukan ketekunan kecermatan dan kerapian kerja (itqan). Buka keberanian yang tanpa perhitungan, namun juga bukan terlalu perhitungan dan pertimbangan yang melahirkan ketakutan paling tidak ada beberapa macam bentuk saja’ah yakni:
1.Memillliki daya tahan besar
Seseorang dapat dikatakan memiliki sifat berani jika ia memiliki daya tahan yang besar untuk menghadapi kesulitan, penderitaan dan mungkin saja bahaya dan penyiksaan karena ia berada di jalan Allah.
2.Berterusterang dalam kebenaran
Qulil haq walau kaana muuran (katakan yang benar meskipun itu pahit) dan berkata benar di hadapan penguasa yang zhalim adalah juga salah satu bentuk jihad bil lisan. Jelas saja dibutuhkan keberanian menanggung segala resiko bila kita senantiasa berterus terang dalam kebenaran
4.Kemampuan berterusterang
Orang yang berani adalah orang yang bekerja dengan baik, cermat dan penuh perhitungan terutama dalam persiapan jihad menghadapi musuh-musuh Islam. Kemampuan merencanakan dan mengatur strategi termasuk di dalamnya mampu menyimpan rahasia adalah merupakan bentuk keberanian yang bertanggung jawab.
4. Mengakui kesalahan
Salah satu orang yang memiliki sifat pengecut adalah tidak mau mengakui kesalahan, mencari kambing hitam dan bersikap “lempar batu, sembunyi tangan”
Sebaliknya orang yang memiliki sifat syaja’ah berani mengakui kesalahan, mau meminta maaf, bersedia mengoreksi kesalahan dan bertanggung jawab.
5. Bersikap objektip pada diri sendiri
Ada orang yang cenderung bersikap over estimasi terhadap dirinya, menganggap dirinya baik, hebat, mumpuni dan tidak memiliki kelemahan serta kekurangan. Sebaliknya ada yang bersikap under estimasi terhadap dirinya yakni menganggap dirinya bodoh, tidak mampu berbuat apa-apa dan tidak memiliki kelebihan apapun. Kedua sikap tersebut jelas tidak proporsional dan tidak obyektif. Orang yang berani akan bersikap obyektif, dalam mengenali dirinya yang memiliki sisi baik dan sisi buruk
6. Menahan nafsu di saat marah
Seseorang dikatakan berani bila ia tetap mampu bermujahadah li nafsi, melawan nafsu dan amarah. Kemudian ia tetap dapat mengendalikan diri dan menahan tangannya padahal ia punya kemampuan dan peluang untuk melampiaskan amarahnya.
Contoh Figur Sahabat dan Sahabiyah yang Memiliki Sifat saja’ah. Berani karena benar dan rela mati demi kebenaran. Slogan tersebut pantas dilekatkan pada diri sahabat-sahabat dan sahabiyah-sahabiyah Rasulullah saw. karena keagungan kisah-kisah perjuangan mereka.
DAPTAR PUSTAKA
Ahmad Al-Buny,Djamal Uddin.(2001).Ahlaqus sufiyah,pustaka Hikmah perdana.