Modul Ajar PJOK SD Fase C Kelas V

MODUL AJAR PJOK SD FASE C KELAS V

Penyusun : Slamet Sugiyanto

Jenjang    : SD

Kelas       : V

Alokasi Waktu : 3 x 35 Menit (2 Kali pertemuan).

Kompetensi Awal:

Peserta didik telah dapat  menunjukkan kemampuan dalam memahami dan mampu menerapkan konsep pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi serta kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki. 

Profil Pelajar Pancasila:

Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan pada Fase C adalah mandiri dan gotong royong yang ditunjukkan melalui proses aktivitas pembelajaran konsep pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi serta kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat.

Sarana Prasarana

  • Ruangan kelas atau sejenisnya.
  • LCD Proyektor, layar, laptop, dan active speaker
  • Alat peraga kesehatan, penyakit menular dan tidak menular.
  • Poster kesehatan, penyakit menular dan tidak menular.
  • Video pembelajaran kesehatan, penyakit menular dan tidak menular.

Target Peserta Didik

  • Peserta didik regular/tipikal.
  • Peserta didik dengan hambatan belajar.
  • Peserta didik cerdas istimewa berbakat (CIBI).
  • Peserta didik meregulasi diri belajar.
  • Peserta didik dengan ketunaan (tunanetra, tunarungu, tunagrahita, tunadaksa, tunalaras, tunaganda).

Jumlah Peserta Didik

  • Maksimal 28 peserta didik.

Ketersediaan Materi

  • Pengayaan untuk peserta didik CIBI atau yang berpencapaian tinggi : YA /TIDAK.
  • Alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas, untuk peserta didik yang sulit memahami konsep: YA /TIDAK.

Jika memilih YA, maka di dalam pembelajarannya menyediakan alternatif aktivitas sesuai kebutuhan.

Materi, Media, dan Bahan Pembelajaran

  1. Materi Pokok Pembelajaran
  1. Materi Pembelajaran Reguler tentang Pemeliharaan Kesehatan Reproduksi, penyakit menular dan tidak menular.
  1. Fakta, konsep, dan prosedur pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi.
  2. Fakta, konsep, dan prosedur pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular.
  3. Fakta, konsep, dan prosedur pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit tidak menular.

  1. Materi Pembelajaran Remidial

Materi dapat dimodifikasi sedemikian rupa, dengan mempertimbangkan konten materi dan media yang tepat untuk peserta didik atau kelompok peserta didik yang memperlihatkan kemampuan yang belum baik dalam penguasaan aktivitas pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi serta kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat.

Strategi pembelajaran yang lain dapat diberikan setelah dilakukan identifikasi kesulitannya sebelumnya. Peserta didik yang mengalami kesulitan dipasangkan dengan peserta didik yang lebih memahami sehingga dapat dibantu dalam penguasaan pengetahuan tersebut.

  1. Materi Pembelajaran Pengayaan

Materi dapat dikembangkan dengan meningkatkan kompleksitas materi dan mengubah lingkungan belajarnya. Untuk peserta didik atau kelompok peserta didik yang memperlihatkan kemampuan di atas kompetensi yang sedang diajarkan dapat diberikan tugas mendampingi dan membantu peserta didik lainnya untuk belajar aktivitas pembelajaran pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat.

Strategi pembelajaran yang lain dapat diberikan setelah dilakukan identifikasi kesulitan sebelumnya. Peserta didik yang mengalami kesulitan dapat dipasangkan dengan peserta didik yang lebih memahami materi sehingga dapat dibantu dalam penguasaan konsep tersebut.

 

  1. Media Pembelajaran
  1. Peserta didik sebagai model atau guru yang memperagakan aktivitas pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular.
  2. Gambar atau poster tentang pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular.
  3. Video pembelajaran tentang pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular.

  1. Bahan Pembelajaran
  1. Buku ajar
  2. Link Youtube(jika diperlukan)
  3. Lembar Kerja (student work sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas gerak

Moda Pembelajaran

  • Daring.
  • Luring.
  • Paduan antara tatap muka dan PJJ (blended learning).

Guru memilih moda pembelajaran yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar yang ada, pada modul ini menggunakan moda luring.

Pengaturan Pembelajaran

Pengaturan Peserta didik:

  • Individu.
  • Berpasangan.
  • Berkelompok
  • Klasikal

(Guru dapat mengatur sesuai dengan jumlah siswa di setiap kelasnya serta formasi yang diinginkan).

Metode:

  • Diskusi
  • Presentasi
  • Demonstrasi
  • Project
  • Eksperimen
  • Eksplorasi
  • Permainan
  • Ceramah
  • Simulasi
  • Resiprokal

(Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa metode yang diinginkan).

Asesmen Pembelajaran

Menilai Ketercapaian Tujuan Pembelajaran:

  • Asesmen individu
  • Asesmen berpasangan
  • Asesmen kelompok

Jenis Asesmen:

  • Pengetahuan (lisan, tertulis)
  • Keterampilan (praktik, kinerja)
  • Sikap (mandiri dan gotong royong)
  • Portofolio

(Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa asesmen yang sesuai).

Tujuan Pembelajaran

Peserta didik melalui pembelajaran windows shoping dapat mulai menunjukkan kemampuan dalam memahami dan mampu menerapkan konsep pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki serta mengembangkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila pada elemen Gotong Royong dan Mandiri dengan meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagi, pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Pemahaman Bermakna

Peserta didik dapat memanfaatkan aktivitas konsep pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan nyata sehari-hari. Contohnya bahwa dengan menjaga kebersihan tubuh menjadi sehat dan bugar, terhindar dari penyakit, sehingga dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik.

Pertanyaan Pemantik

Mengapa peserta didik perlu memahami dan menerapkan pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat?

Prosedur Kegiatan Pembelajaran

  1. Persiapan mengajar

Hal-hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melakukan kegiatan pembelajaran antara lain sebagai berikut:

  1. Membaca kembali Modul Ajar yang telah dipersiapkan guru sebelumnya.
  2. Membaca kembali buku-buku sumber yang berkaitan dengan pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat.
  3. Menyiapkan alat pembelajaran, diantaranya:
  1. Ruangan kelas atau sejenisnya.
  2. LCD Proyektor, layar, laptop, dan active speaker
  3. Alat peraga kesehatan, penyakit menular dan tidak menular.
  4. Poster kesehatan, penyakit menular dan tidak menular.
  5. Video pembelajaran kesehatan, penyakit menular dan tidak menular.
  6. Lembar Kerja (student work sheet) yang berisi perintah dan indikator tugas gerak

  1. Kegiatan pengajaran

Langkah-langkah kegiatan pengajaran antara lain sebagai berikut:

  1. Kegiatan pendahuluan (15 Menit)
  1. Guru menyiapkan peserta didik di dalam kelas dan mengucapkan salam atau selamat pagi kepada peserta didik.
  2. Guru memerintahkan salah seorang peserta didik untuk memimpin doa.
  3. Guru harus memastikan bahwa semua peserta didik dalam keadaan sehat.
  4. Guru memotivasi peserta didik untuk mengondisikan suasana belajar yang menyenangkan dengan menjelaskan manfaat mempelajari dan memahami pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat.
  5. Guru mengecek penguasaan kompetensi yang sudah dipelajari sebelumnya, dengan cara tanya jawab.
  6. Guru menjelaskan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik setelah proses pembelajaran (seperti yang tercantum dalam indikator ketercapaian kompetensi) disertai dengan penjelasan manfaat dari mempelajari tentang pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat.
  7. Guru menyampaikan cakupan materi yang akan dipelajari yaitu: pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat.
  8. Guru menjelaskan teknik asesmen untuk kompetensi pengetahuan dan keterampilan aktivitas pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat.
  1. kompetensi pengetahuan berupa tes tertulis mengenai fakta, konsep, dan prosedur dalam menganalisis pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat.
  2. kompetensi keterampilan yaitu berupa praktik aktivitas pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat melalui gambar bercerita.
  3. kompetensi sikap (Profil Pelajar Pancasila) berupa observasi dan catatan jurnal berupa pengembangan nilai-nilai karakter gotong royong dan mandiri.
  1. Dalam pembelajaran ini disamping dapat mengembangkan elemen pengembangan pola perilaku hidup sehat, peserta didik juga diharapkan dapat mengembangkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila pada elemen Gotong Royong dan Mandiri dengan meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagai, pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Kegiatan Inti (75 Menit)

Pembelajaran diawali dengan penayangan video tentang pemeliharaan kesehatan, penyakit menular dan tidak menular. Peserta didik diminta mengamati video hingga selesai.

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan menggunakan model Windows Shoping, dengan prosedur sebagai berikut:

  1. Peserta didik membagi diri menjadi tiga kelompok/sesuai dengan pokok bahasan, antara lain: pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular.
  2. Setiap kelompok berdiskusi dan menuliskan hasil diskusi pada kertas plano untuk ditempel di dinding dan dibaca oleh kelompok lain tentang: pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular.
  3. Setiap anggota kelompok membaca dan mencatat hasil diskusi kelompok lain yang ditempel, kemudian membuat pertanyaan sesuai dengan pokok bahasan tersebut (paling sedikit satu pertanyaan setiap kelompok/empat pertanyaan).
  4. Setiap kelompok mengajukan pertanyaan dan dijawab oleh kelompok lain yang membahas pokok bahasan sesuai pertanyaan tersebut, yaitu: pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular.
  5. Setiap kelompok menyusun simpulan akhir dan membacakannya di depan kelas di akhir pembelajaran secara bergiliran, yang menekankan nilai-nilai gotong royong dan mandiri.
  6. Secara rinci bentuk-bentuk pembelajaran pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular adalah sebagai berikut:

  1. Pembelajaran 1: Mendiskusikan fakta, konsep, dan prosedur pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi.

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur berdiskusi tentang pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, dipelajari melalui melihat tayangan video dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

 

Guru memutarkan video singkat tentang pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi. Kemudian peserta didik berdiskusi tentang materi sebagai berikut.

Fakta bahwa agar alat reproduksi selalu sehat, maka perlu dijaga kebersihannya. Bagian tubuh yang merupakan daerah lipatan sangat mudah berkeringat dan lembab. Dengan demikian bakteri mudah berkembang biak dan dapat menyebabkan bau tak sedap dan penyakit dapat timbul dengan mudah.

Cara menjaga kebersihan alat reproduksi antara lain:

  1. mandi minimal dua kali sehari.
  2. setiap kali mandi dan setiap kali selesai buang air besar maupun kecil harus selalu dibersihkan.
  3. tangan sebelum membersihkan alat reproduksi harus dicuci dulu dengan sabun.
  4. organ reproduksi harus disiram air, kemudian dibersihkan dengan tangan dan sabun, bersihkan siram lagi dengan air (atau dengan kertas pembersih).
  5. selesai disiram dan dibersihkan selalu dikeringkan dengan handuk.
  6. tangan harus segera dicuci lagi dengan sabun begitu selesai membersihkan tadi.
  7. jangan menggaruk-garuk daerah sekitar alat reproduksi.
  8. selalu memakai celana dalam yang bersih, kering, agar kuman penyakit tidak masuk.
  9. Sebaiknya tidak menggunakan celana yang ketat, sehingga tidak lembab dan berkeringat.
  10. Gantilah pakaian dalam minimal sehari dua kali.
  11. Jangan pernah menggunakan pakaian dalam dan handuk secara bergantian dengan orang lain.
  12. Pada saat di toilet umum, siram terlebih dahulu area kloset yang akan digunakan.

Beberapa cara yang dapat dilakukan guru agar siswa lebih memahami konsep pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi ialah sebagai berikut:

  1. Mendorong agar siswa rajin menjaga kebersihan diri terutama kebersihan alat reproduksi.
  2. Berikan brosur-brosur kesehatan yang berisi tentang pentingnya pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi.

  1. Pembelajaran 2: Mendiskusikan fakta, konsep, dan prosedur tentang pemeliharaan diri dan orang lain dari penyakit menular.

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur berdiskusi tentang pemeliharaan diri dan orang lain dari penyakit menular, dipelajari melalui melihat tayangan video dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

 

Guru memutarkan video singkat tentang pemeliharaan diri dan orang lain dari penyakit menular. Kemudian peserta didik berdiskusi tentang materi sebagai berikut.

Fakta bahwa penyakit menular ialah penyakit yang dapat ditularkan baik secara langsung maupun  melalui perantara. Penyakit menular dapat diakibatkan oleh virus, bakteri, parasit, ataupun jamur. Proses penularan dapat melalui empat perantara, yaitu kontak langsung, kontak tidak langsung, melalui makanan/minuman, dan melalui udara. Proses penularan secara langsung terjadi pada saat berkontak langsung dengan penderita penyakit. Sedangkan penularan secara tidak langsung dapat terjadi ketika tertular penyakit melalui perantara seperti nyamuk.

Jenis-jenis penyakit menular, antara lain:

  1. Penyakit Kulit.

Penyakit kulit merupakan salah satu jenis penyakit menular yang banyak jenisnya dan mudah menular dari satu orang ke orang lain. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan diri sendiri, lingkungan, dan pakaian; mengkonsumsi makanan bergizi; dan tidak menggunakan pakaian/handuk orang lain. Contoh penyakit kulit yaitu cacar air, panu, dan kudis.

  1. Penyakit influenza

Penyakit influenza merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh virus influenza yang menginfeksi saluran pernapasan yang ditularkan melalui udara ketika penderita batuk/bersin. Gejala penyakit influenza yaitu penderita mendpat serangan demam, pada bagian muka terasa nyeri, mata dan hidung berair, tenggorokan sakit, hidung beringus, dan tulang lengan dan tungkai pegal, sakit kepala, dan tubuh terasa lemah.

  1. Penyakit diare

Penyakit diare disebabkan oleh infeksi bakteri, infeksi virus, keracunan makanan, dan konsumsi obat yang kurang sesuai dengan tubuh. Gejala utama diare ialah sering berak encer/berair, kadang disertai muntah, demam, rasa mual, dan nyeri di perut, sehingga penderita mengalami kekurangan cairan. Pertolongan pada penderita diare adalah dengan memberikan cairan, makanan, dan obat-obatan. Cairan yang dapat diberikan berupa larutan gula-garam, oralit, air tajin, dan kuah sayuran.

  1. Penyakit demam berdarah

Penyakit demam berdarah disebut juga DBD (demam berdarah dengue). Penyebabnya adalah virus dengue yang penularannya melalui nyamuk aedes aegypti. Demam berdarah ringan menyebabkan demam tinggi, ruam, nyeri otot dan sendi. Jika sudah parah dapat menyebabkan pendarahan serius, penurunan tekanan darah, dan berakibat kematian. Pencegahan dapat dilakukan dengan pemberantasan nyamuk dewasa, dan jentik nyamuk.

  1. Penyakit malaria

Penyakit malaria merupakan penyakit menular yang diakibatkan oleh parasit plasmodium dari gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Gejala utama malaria yaitu demam tinggi hingga menggigil, sakit kepala, mual, dan muntah, kejang, tubuh berkeringat diiringi kelelahan, dan nyeri pada sekujur tubuh. Pencegahan penularan dengan cara membersihkan lingkungan tempat tinggal.

  1. Pembelajaran 3 : Mendiskusikan fakta, konsep, dan prosedur tentang pemeliharaan diri dan orang lain dari penyakit tidak menular.

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur berdiskusi tentang pemeliharaan diri dan orang lain dari penyakit tidak menular, dipelajari melalui melihat tayangan video dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

 

Guru memutarkan video singkat tentang pemeliharaan diri dan orang lain dari penyakit tidak menular. Kemudian peserta didik berdiskusi tentang hal-hal sebagai berikut.

Fakta bahwa penyakit tidak menular adalah penyakit yang disebabkan karena adanya masalah fisiologis. Biasanya terjadi karena faktor keturunan dan gaya hidup yang tidak sehat. Penyebab secara umum ialah mengonsumsi gula, garam, dan lemak secara berlebihan.

Karakteristik penyakit tidak menular yaitu masa inkubasi panjang, bersifat kronik (berlarut-larut), banyak mengalami kesulitan diagnosis, mempunyai variasi yang luas, memerlukan biaya tinggi dalam pencegahan dan penanggulangannya.

Jenis-jenis penyakit tidak menular adalah:

  1. Hipertensi/darah tinggi

Hipertensi adalah suatu kondisi dimana tekanan darah terhadap dinding arteri (pembuluh darah) sangat tinggi melampaui batas normalnya. Peningkatan ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk mengedarkan darah melalui pembuluh darah.

  1. Diabetes

Merupakan penyakit dimana kadar gula dalam darah meningkat, karena gangguan fungsi insulin. Disebabkan oleh faktor genetis, obesitas, konsumsi makanan yang tidak baik, dan merokok.

  1. Jantung

Penyakit jantung ialah suatu kondisi dimana kerja organ jantung tidak berjalan normal karena sebab tertentu. Gangguan pada jantung disebabkan karena penumukan kolesterol disekitar pembuluh darah. Penyakit jantung disebabkan karena faktor merokok, menderita diabetes, kolesterol tinggi, terkena hipertensi, dan gemar mengonsumsi makanan berlemak.

  1. Obesitas

Obesitas merupakan penumukanlemak yang sangat tinggi dalam tubuh seseorang, yang mengakibatkan berat badan diatas berat badan ideal. Dampak obesitas antara lain: terserang strok, penyakit jantung, diabetes, dan kanker usus.

  1. Osteoporosis

Merupakan penyakit tulang yang mempunyai sifat khas berupa massa tulang yang rendah, disertai mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang sehingga tulang menjadi rapuh.

  1. Pembelajaran 3 : Fakta, konsep, dan prosedur tentang pemeliharaan diri dan orang lain dari penyakit menular melalui modifikasi pembelajaran gambar bercerita.

Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur berdiskusi tentang pemeliharaan diri dan orang lain dari penyakit menular, dipelajari melalui melihat tayangan video dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.

 

Guru menjelaskan secara singkat tentang pemeliharaan diri dan orang lain dari penyakit menular. Kemudian peserta didik diberikan tugas sesuai uraian berikut.

  1. Peserta didik dibagi menjadi 4 kelompok, salah satu kelompok diminta untuk memilih 5 gambar yang tersaji, lalu menyusun kelima gambar tentang hakikat pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat.
  2. Kelompok yang mendapat giliran menyusun 5 gambar sesuai dengan ide kelompoknya, lalu menceritakan urutan terjadinya suatu penyakit menular runtut sesuai dengan gambar.
  3. Presentasi di depan teman-temannya, lalu kelompok yang lain diberi kesempatan untuk menanggapi dalam bentuk pernyataan atau pertanyaan.

Gambar yang tersaji adalah sebagai berikut.

  1. Guru mengamati seluruh diskusi yang dilakukan oleh peserta didik secara individu maupun kelompok.
  2. Guru mengamati seluruh aktivitas pembelajaran peserta didik dalam mempresentasikan tentang kesehatan dan kebersihan alat reproduksi, penyakit menular dan tidak menular secara seksama. Hasil belajar peserta didik dinilai selama proses dan di akhir pembelajaran.

  1. Kegiatan Penutup (15 menit)
  1. Salah satu peserta didik di bawah bimbingan guru menyimpulkan hasil diskusi, guru mempertanyakan apa manfaat hasil kesimpulan tersebut.
  2. Guru menyampaikan kemajuan yang diperoleh peserta didik secara umum dan kesalahan-kesalahan yang masih sering timbul saat berdiskusi.
  3. Guru menginformasikan kepada peserta didik kelompok yang paling baik penampilannya selama melakukan diskusi.
  4. Guru menugaskan peserta didik untuk membaca dan membuat catatan tentang kesehatan dan kebersihan alat reproduksi, penyakit menular dan tidak menular. Hasilnya ditugaskan kepada peserta didik dijadikan sebagai tugas.
  5. Berdoa dipimpin oleh salah satu peserta didik dan menyampaikan salam.

Asesmen

  1. Asesmen Sikap

Asesmen Pengembangan Karakter (Dimensi Mandiri dan Gotong Royong)

  1. Petunjuk Asesmen (Lembar Asesmen Sikap Diri)
  1. Isikan identitas kalian.
  2. Berikan tanda cek (√) pada kolom “Ya” jika sikap yang ada dalam pernyataan sesuai dengan sikap Kalian, dan “Tidak” jika belum sesuai.
  3. Isilah pernyataan tersebut dengan jujur.
  4. Hitunglah jumlah jawaban “Ya”.
  5. Lingkari kriteria Sangat Baik, Baik, atau Baik sesuai jumlah “Ya” yang terisi.

  1. Rubrik Asesmen Sikap

No

Pernyataan

Ya

Tidak

1.

Saya membuat target asesmen yang realistis sesuai kemampuan dan minat belajar yang dilakukan.

2.

Saya memonitor kemajuan belajar yang dicapai serta memprediksi tantangan yang dihadapi.

3.

Saya menyusun langkah-langkah dan strategi untuk mengelola emosi dalam pelaksanaan belajar.

4.

Saya merancang strategi dalam mencapai tujuan belajar.

5.

Saya mengkritisi efektivitas diri dalam bekerja secara mandiri dalam mencapai tujuan.

6.

Saya berkomitmen dan menjaga konsistensi dalam mencapai tujuan yang telah direncanakannya.

7.

Saya membuat tugas baru dan keyakinan baru dalam melaksanakannya.

8.

Saya menyamakan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan tujuan kelompok.

9.

Saya memahami hal-hal yang diungkapkan oleh orang lain secara efektif.

10.

Saya melakukan kegiatan kelompok dengan kelebihan dan kekurangannya dapat saling membantu.

11.

Saya membagi peran dan menyelaraskan tindakan dalam kelompok untuk mencapai tujuan bersama.

12.

Saya tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya di masyarakat.

13.

Saya menggunakan pengetahuan tentang sebab dan alasan orang lain menampilkan reaksi tertentu.

14.

Saya mengupayakan memberi hal yang dianggap penting dan berharga kepada masyarakat.

Sangat Baik

Baik

Perlu Perbaikan

Jika lebih dari 10 pernyataan terisi “Ya”

Jika lebih dari 8 pernyataan terisi “Ya”

Jika lebih dari 6 pernyataan terisi “Ya”

  1. Asesmen Pengetahuan

Teknik

Bentuk

Contoh Instrumen

Kriteria Asesmen

Tes Tulis

Pilihan ganda dengan 4 opsi

1. Upaya yang dapat dilakukan  agar penyakit menular tidak mudah menyebar adalah dengan cara ….

  1. membiarkan sampah menumpuk
  2. membuang sampah dimana saja
  3. membiarkan saluran air kumuh
  4. menjaga kebersihan lingkungan

Kunci: D. menjaga kebersihan lingkungan

Jawaban benar mendapatkan skor 1 dan salah 0.

Uraian tertutup

1.         Sebutkan gejala penyakit influenza!

Kunci:

  1. penderita mendpat serangan demam.
  2. pada bagian muka terasa nyeri.
  3. mata dan hidung berair
  4. tenggorokan sakit
  5. hidung beringus
  6. tulang lengan dan tungkai pegal.
  7. sakit kepala, dan
  8. tubuh terasa lemah.

Mendapatkan skor;

4, jika seluruh urutan dituliskan dengan benar dan isi benar.

3, jika urutan dituliskan salah tetapi isi benar.

2, jika sebagian urutan dituliskan dengan benar dan sebagian isi benar.

1, jika urutan dituliskan salah dan sebagian besar isi salah.

  1. Asesmen Keterampilan
  1. Presentasi bersama teman materi tentang penyakit menular.
  1. Butir Tes

Diskusi materi tentang kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, penyakit menular dan tidak menular bersama temanmu. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan mempresentasikan materi tentang kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, penyakit menular dan tidak menular (asesmen proses) dan ketepatan melakukan presentasi (asesmen produk).

  1. Petunjuk Asesmen

Berikan (angka) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta didik menunjukkan atau menampilkan mempresentasikan materi kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, penyakit menular dan tidak menular yang diharapkan.

  1. Rubrik Asesmen Keterampilan Presentasi/diskusi

Contoh lembar asesmen proses presentasi/diskusi untuk perorangan (setiap peserta didik satu lembar asesmen).

         Nama :____________________________ Kelas: __________

Asesmen Presentasi/Diskusi

Skor Akhir

Keterangan

Asesmen Proses

Asesmen Produk (Berdiskusi)

Persiapan awal menyiapkan materi diskusi  (Skor 3)

Sikap pelaksanaan melakukan diskusi (Skor 4)

Menyimpulkan hasil diskusi (Skor 3)

  1. Pedoman penskoran
  1. Pedoman penskoran
  1.  Persiapan awal menyiapkan materi diskusi

Skor 3 jika:

  1. mempersiapkan bahan diskusi.
  2. melengkapi materi materi diskusi.
  3. sistimatika penyusunan materi diskusi.

Skor 2 jika: hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar.

Skor 1 jika: hanya satu kriteria yang dilakukan secara benar.

  1.  Pelaksanaan melakukan diskusi

Skor 4 jika:

  1. membuka diskusi
  2. menyampaikan materi dengan sistimatis.
  3. ketepatan menyampaikan materi dengan runtun.
  4. ketepatan menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan runtun.

Skor 3 jika: hanya tiga kriteria yang dilakukan secara benar.

Skor 2 jika: hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar.

Skor 1 jika: hanya satu kriteria yang dilakukan secara benar.

  1.  Menyimpulkan hasil diskusi

Skor 3 jika:

  1. menyimpulkan hasil diskusi.
  2. menyusun laporan secara sistimatis.
  3. kelengkapan laporan hasil diskusi.

Skor 2 jika: hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar.

Skor 1 jika: hanya satu kriteria yang dilakukan secara benar.

  1. Pengolahan skor

Skor maksimum: 10

Skor perolehan peserta didik: SP

Nilai keterampilan yang diperoleh peserta didik: SP/10

  1. Lembar pengamatan asesmen hasil penyajian tentang hakikat pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat.

Asesmen hasil penyajian tentang hakikat pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat.

  1. Tahap pelaksanaan pengukuran

Asesmen hasil/produk penyajian/diskusi hakikat pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat dengan cara “Gambar Bercerita”:

  1. Peserta didik dibagi menjadi 4 kelompok, diminta untuk memilih 5 gambar yang tersaji. 
  2. Kemudian gambar yang tersusun tersebut dipresentasikan oleh peserta didik di depan teman secara berkelompok.
  3. Petugas menilai kelengkapan materi, sistematika materi, dan kerapihan materi, dan ketepatan melakukan diskusi yang dilakukan oleh peserta didik.
  4. Ketepatan diskusi yang dilakukan dengan benar memenuhi persyaratan dihitung untuk diberikan skor.

  1. Konversi ketepatan melakukan diskusi dengan skor

No.

Jenis Materi

Kriteria Pengskoran

1.

Kelengkapan materi

3

2.

Sistematika penyusunan materi

3

3.

Ketepatan dalam penyusunan materi

3

4.

Ketepatan dalam menyampaikan materi

3

5.

Ketepatan dalam menyusun laporan diskusi

3

Jumlah Skor Maksimal

15

Pengayaan dan Remedial

  1. Pengayaan

Pengayaan diberikan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Pengayaan dilakukan apabila setelah diadakan asesmen pada kompetensi yang telah diajarkan pada peserta didik pada setiap aktivitas pembelajaran, nilai yang dicapai melampaui kompetensi yang telah ditetapkan oleh guru. Pengayaan dilakukan dengan cara menaikkan tingkat kesulitan materi dengan cara mengubah menambah materi yang dibelajarkan, serta menambah tingkat kesulitan tugas yang diberikan.

  1. Remidial

Remidial dilakukan oleh guru terintegrasi dalam pembelajaran yaitu dengan memberikan intervensi yang sesuai dengan level kompetensi peserta didik dari mana guru mengetahui level kompetensi peserta didik. Level kompetensi diketahui dari refleksi yang dilakukan setiap kali pembelajaran. Remedial  dilakukan dengan cara menetapkan atau menurunkan tingkat kesulitan dalam materi pembelajaran.

Refleksi Peserta Didik dan Guru

  1. Refleksi Peserta Didik

Pada setiap 2 topik dan di akhir pembelajaran peserta didik ditanya tentang:

  1. Apa yang sudah dipelajari.
  2. Dari apa yang sudah dipelajari, hal-hal apa saja yang sudah dikuasai.
  3. Kesulitan-kesulitan apa saja yang peserta didik alami/temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular.
  4. Kesalahan-kesalahan apa saja yang peserta didik alami/temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular
  5. Bagaimana cara memperbaiki kesalahan-kesalahan yang peserta didik alami/ temukan dalam melakukan aktivitas pembelajaran pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular.

Contoh Format Refleksi

Setelah melakukan presentasi dan diskusi tentang pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat, peserta didik diminta menuliskan kesulitan-kesulitan, kesalahan-kesalahan, dan bagaimana cara memperbaikinya yang terkait pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat. Kemudian laporkan hasil capaian belajar yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.

No

Aktivitas Pembelajaran

Hasil Refleksi

Tercapai

Belum Tercapai

1.

Presentasi dan diskusikan pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular yang dilakukan secara berkelompok.*)

2.

Menunjukkan nilai-nilai karakter profil Pelajar Pancasila pada elemen Mandiri dan Gotong Royong dalam proses pembelajaran pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular.

*) Materi disesuaikan dengan pokok bahasan.

  1. Refleksi Guru

Refleksi yang dilakukan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Hasil refleksi bisa digunakan untuk menentukan perlakuan kepada peserta didik, apakah remedial atau pengayaan. Remedial dan pengayaanya di dalam pembelajaran, tidak terpisah setelah pembelajaran. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam refleksi guru antara lain:

  1. Apakah kegiatan pembelajaran dapat berjalan dengan baik?
  2. Kesulitan-kesulitan apa saja yang dialami/temukan dalam proses pembelajaran pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat.
  3. Apa yang harus diperbaiki dan bagaimana cara memperbaiki proses pembelajaran pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat.
  4. Bagaimana keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat tersebut.

Lembar Kerja Peserta Didik

Tanggal                        : .................................................................

Lingkup/materi pembelajaran        : .................................................................

Nama Siswa                        : .................................................................

Fase/Kelas                        : C / V         

  1. Panduan umum
  1. Pastikan Kalian dalam keadaan sehat dan siap untuk mengikuti aktivitas pembelajaran.
  2. Ikuti prosedur dalam melakukan presentasi/diskusi pembelajaran pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat dengan baik, sesuai dengan instruksi yang diberikan guru.
  3. Mulailah kegiatan dengan berdo’a.
  4. Selama kegiatan perhatikan selalu keselamatan diri dan keselamatan bersama.

  1. Panduan aktivitas pembelajaran
  1. Bersama dengan teman, buatlah kelompok sejumlah maksimal 7 orang.
  2. Lakukan aktivitas pembelajaran pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat secara berkelompok.
  3. Perhatikan penjelasan berikut ini:

Susunlah gambar yang terdiri dari 5 kartu tentang penyakit menular, lalu ceritakan di depan temanmu!

  1. Buatlah kelompok kerja dengan beranggotakan 4-7 orang.
  2. Pilihlah 5 gambar, lalu susun menjadi urutan gambar yang menurutmu seuai dengan tema penyakit menular.
  3. Setelah tersusun urutan yang menurut kamu benar, ceritakanlah di depan temanmu.
  4. Peserta atau kelompok lain diber kesempatan untuk menanggapi kelompok yang tampil.
  5. Presentasikan/ceritakan gambar di depan kelas sesuai kemampuan kalian  dengan waktu maksimal 5 menit.

  1. Bahan Bacaan Peserta Didik

  1. Pedoman tentang pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular. Untuk membantu dalam mencari sumber bacaan tersebut, dapat diperoleh melalui: buku, majalah, koran, internet, atau sumber lainnya.
  2. Materi pembelajaran pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular. Untuk membantu dalam mencari sumber bacaan tersebut, dapat diperoleh melalui: buku, majalah, koran, internet, atau sumber lainnya.

  1. Bahan Bacaan Guru

  1. Pedoman/peraturan tentang pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular.
  2. Sumber materi pembelajaran pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular.

Glosarium

  • Agar alat reproduksi selalu sehat, maka perlu dijaga kebersihannya. Bagian tubuh yang merupakan daerah lipatan sangat mudah berkeringat dan lembab. Dengan demikian bakteri mudah berkembang biak dan dapat menyebabkan bau tak sedap dan penyakit dapat timbul dengan mudah.
  • Penyakit menular ialah penyakit yang dapat ditularkan baik secara langsung maupun  melalui perantara. Penyakit menular dapat diakibatkan oleh virus, bakteri, parasit, ataupun jamur.
  • Penyakit tidak menular adalah penyakit yang disebabkan karena adanya masalah fisiologis. Biasanya terjadi karena faktor keturunan dan gaya hidup yang tidak sehat. Penyebab secara umum ialah mengonsumsi gula, garam, dan lemak secara berlebihan

Referensi

Muhajir. 2017. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SD/MI Kelas VI. Bogor : Penerbit Yudhistira.

Muhajir. 2017. Buku Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SD/MI Kelas VI. Bogor : Penerbit Yudhistira

Muhajir. 2017. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VII. Bogor : Penerbit Yudhistira.

Muhajir. 2017. Buku Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VII. Bogor : Penerbit Yudhistira.

Muhajir. 2020. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VII. Jakarta: Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kemendikbud.

Tim Direktorat SMP. 2017. Panduan Asesmen oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Tim Direktorat SMP. 2016. Panduan Pembelajaran Untuk Sekolah Menengah Pertama. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Memeriksa dan Menyetujui,

Kepala SD/MI .........................................

.............................., ..................  2021

Guru Mata Pelajaran

………………………………….................

     NIP.

                         

………………….............................

      NIP.

 @2021 Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi