Modul Ajar PJOK SD Fase C Kelas V
MODUL AJAR PJOK SD FASE C KELAS V
Penyusun : Slamet Sugiyanto Jenjang : SD Kelas : V Alokasi Waktu : 3 x 35 Menit (2 Kali pertemuan). | Kompetensi Awal: Peserta didik telah dapat menunjukkan kemampuan dalam memahami dan mampu menerapkan konsep pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi serta kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki. | Profil Pelajar Pancasila: Profil Pelajar Pancasila yang dikembangkan pada Fase C adalah mandiri dan gotong royong yang ditunjukkan melalui proses aktivitas pembelajaran konsep pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi serta kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat. | ||
Sarana Prasarana | ||||
| ||||
Target Peserta Didik | ||||
| ||||
Jumlah Peserta Didik | ||||
| ||||
Ketersediaan Materi | ||||
Jika memilih YA, maka di dalam pembelajarannya menyediakan alternatif aktivitas sesuai kebutuhan. | ||||
Materi, Media, dan Bahan Pembelajaran | ||||
Materi dapat dimodifikasi sedemikian rupa, dengan mempertimbangkan konten materi dan media yang tepat untuk peserta didik atau kelompok peserta didik yang memperlihatkan kemampuan yang belum baik dalam penguasaan aktivitas pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi serta kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat. Strategi pembelajaran yang lain dapat diberikan setelah dilakukan identifikasi kesulitannya sebelumnya. Peserta didik yang mengalami kesulitan dipasangkan dengan peserta didik yang lebih memahami sehingga dapat dibantu dalam penguasaan pengetahuan tersebut.
Materi dapat dikembangkan dengan meningkatkan kompleksitas materi dan mengubah lingkungan belajarnya. Untuk peserta didik atau kelompok peserta didik yang memperlihatkan kemampuan di atas kompetensi yang sedang diajarkan dapat diberikan tugas mendampingi dan membantu peserta didik lainnya untuk belajar aktivitas pembelajaran pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat. Strategi pembelajaran yang lain dapat diberikan setelah dilakukan identifikasi kesulitan sebelumnya. Peserta didik yang mengalami kesulitan dapat dipasangkan dengan peserta didik yang lebih memahami materi sehingga dapat dibantu dalam penguasaan konsep tersebut.
| ||||
Moda Pembelajaran | ||||
Guru memilih moda pembelajaran yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar yang ada, pada modul ini menggunakan moda luring. | ||||
Pengaturan Pembelajaran | ||||
Pengaturan Peserta didik:
(Guru dapat mengatur sesuai dengan jumlah siswa di setiap kelasnya serta formasi yang diinginkan). | Metode:
(Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa metode yang diinginkan). | |||
Asesmen Pembelajaran | ||||
Menilai Ketercapaian Tujuan Pembelajaran:
| Jenis Asesmen:
(Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa asesmen yang sesuai). | |||
Tujuan Pembelajaran | ||||
Peserta didik melalui pembelajaran windows shoping dapat mulai menunjukkan kemampuan dalam memahami dan mampu menerapkan konsep pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki serta mengembangkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila pada elemen Gotong Royong dan Mandiri dengan meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagi, pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. | ||||
Pemahaman Bermakna | ||||
Peserta didik dapat memanfaatkan aktivitas konsep pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan nyata sehari-hari. Contohnya bahwa dengan menjaga kebersihan tubuh menjadi sehat dan bugar, terhindar dari penyakit, sehingga dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan baik. | ||||
Pertanyaan Pemantik | ||||
Mengapa peserta didik perlu memahami dan menerapkan pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat? | ||||
Prosedur Kegiatan Pembelajaran | ||||
Hal-hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melakukan kegiatan pembelajaran antara lain sebagai berikut:
Langkah-langkah kegiatan pengajaran antara lain sebagai berikut:
Pembelajaran diawali dengan penayangan video tentang pemeliharaan kesehatan, penyakit menular dan tidak menular. Peserta didik diminta mengamati video hingga selesai. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan menggunakan model Windows Shoping, dengan prosedur sebagai berikut:
Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur berdiskusi tentang pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, dipelajari melalui melihat tayangan video dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.
Guru memutarkan video singkat tentang pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi. Kemudian peserta didik berdiskusi tentang materi sebagai berikut. Fakta bahwa agar alat reproduksi selalu sehat, maka perlu dijaga kebersihannya. Bagian tubuh yang merupakan daerah lipatan sangat mudah berkeringat dan lembab. Dengan demikian bakteri mudah berkembang biak dan dapat menyebabkan bau tak sedap dan penyakit dapat timbul dengan mudah. Cara menjaga kebersihan alat reproduksi antara lain:
Beberapa cara yang dapat dilakukan guru agar siswa lebih memahami konsep pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi ialah sebagai berikut:
Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur berdiskusi tentang pemeliharaan diri dan orang lain dari penyakit menular, dipelajari melalui melihat tayangan video dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.
Guru memutarkan video singkat tentang pemeliharaan diri dan orang lain dari penyakit menular. Kemudian peserta didik berdiskusi tentang materi sebagai berikut. Fakta bahwa penyakit menular ialah penyakit yang dapat ditularkan baik secara langsung maupun melalui perantara. Penyakit menular dapat diakibatkan oleh virus, bakteri, parasit, ataupun jamur. Proses penularan dapat melalui empat perantara, yaitu kontak langsung, kontak tidak langsung, melalui makanan/minuman, dan melalui udara. Proses penularan secara langsung terjadi pada saat berkontak langsung dengan penderita penyakit. Sedangkan penularan secara tidak langsung dapat terjadi ketika tertular penyakit melalui perantara seperti nyamuk. Jenis-jenis penyakit menular, antara lain:
Penyakit kulit merupakan salah satu jenis penyakit menular yang banyak jenisnya dan mudah menular dari satu orang ke orang lain. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan diri sendiri, lingkungan, dan pakaian; mengkonsumsi makanan bergizi; dan tidak menggunakan pakaian/handuk orang lain. Contoh penyakit kulit yaitu cacar air, panu, dan kudis.
Penyakit influenza merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh virus influenza yang menginfeksi saluran pernapasan yang ditularkan melalui udara ketika penderita batuk/bersin. Gejala penyakit influenza yaitu penderita mendpat serangan demam, pada bagian muka terasa nyeri, mata dan hidung berair, tenggorokan sakit, hidung beringus, dan tulang lengan dan tungkai pegal, sakit kepala, dan tubuh terasa lemah.
Penyakit diare disebabkan oleh infeksi bakteri, infeksi virus, keracunan makanan, dan konsumsi obat yang kurang sesuai dengan tubuh. Gejala utama diare ialah sering berak encer/berair, kadang disertai muntah, demam, rasa mual, dan nyeri di perut, sehingga penderita mengalami kekurangan cairan. Pertolongan pada penderita diare adalah dengan memberikan cairan, makanan, dan obat-obatan. Cairan yang dapat diberikan berupa larutan gula-garam, oralit, air tajin, dan kuah sayuran.
Penyakit demam berdarah disebut juga DBD (demam berdarah dengue). Penyebabnya adalah virus dengue yang penularannya melalui nyamuk aedes aegypti. Demam berdarah ringan menyebabkan demam tinggi, ruam, nyeri otot dan sendi. Jika sudah parah dapat menyebabkan pendarahan serius, penurunan tekanan darah, dan berakibat kematian. Pencegahan dapat dilakukan dengan pemberantasan nyamuk dewasa, dan jentik nyamuk.
Penyakit malaria merupakan penyakit menular yang diakibatkan oleh parasit plasmodium dari gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Gejala utama malaria yaitu demam tinggi hingga menggigil, sakit kepala, mual, dan muntah, kejang, tubuh berkeringat diiringi kelelahan, dan nyeri pada sekujur tubuh. Pencegahan penularan dengan cara membersihkan lingkungan tempat tinggal.
Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur berdiskusi tentang pemeliharaan diri dan orang lain dari penyakit tidak menular, dipelajari melalui melihat tayangan video dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.
Guru memutarkan video singkat tentang pemeliharaan diri dan orang lain dari penyakit tidak menular. Kemudian peserta didik berdiskusi tentang hal-hal sebagai berikut. Fakta bahwa penyakit tidak menular adalah penyakit yang disebabkan karena adanya masalah fisiologis. Biasanya terjadi karena faktor keturunan dan gaya hidup yang tidak sehat. Penyebab secara umum ialah mengonsumsi gula, garam, dan lemak secara berlebihan. Karakteristik penyakit tidak menular yaitu masa inkubasi panjang, bersifat kronik (berlarut-larut), banyak mengalami kesulitan diagnosis, mempunyai variasi yang luas, memerlukan biaya tinggi dalam pencegahan dan penanggulangannya. Jenis-jenis penyakit tidak menular adalah:
Hipertensi adalah suatu kondisi dimana tekanan darah terhadap dinding arteri (pembuluh darah) sangat tinggi melampaui batas normalnya. Peningkatan ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk mengedarkan darah melalui pembuluh darah.
Merupakan penyakit dimana kadar gula dalam darah meningkat, karena gangguan fungsi insulin. Disebabkan oleh faktor genetis, obesitas, konsumsi makanan yang tidak baik, dan merokok.
Penyakit jantung ialah suatu kondisi dimana kerja organ jantung tidak berjalan normal karena sebab tertentu. Gangguan pada jantung disebabkan karena penumukan kolesterol disekitar pembuluh darah. Penyakit jantung disebabkan karena faktor merokok, menderita diabetes, kolesterol tinggi, terkena hipertensi, dan gemar mengonsumsi makanan berlemak.
Obesitas merupakan penumukanlemak yang sangat tinggi dalam tubuh seseorang, yang mengakibatkan berat badan diatas berat badan ideal. Dampak obesitas antara lain: terserang strok, penyakit jantung, diabetes, dan kanker usus.
Merupakan penyakit tulang yang mempunyai sifat khas berupa massa tulang yang rendah, disertai mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang sehingga tulang menjadi rapuh.
Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur berdiskusi tentang pemeliharaan diri dan orang lain dari penyakit menular, dipelajari melalui melihat tayangan video dan berdiskusi sesuai lembar tugas yang diberikan oleh guru.
Guru menjelaskan secara singkat tentang pemeliharaan diri dan orang lain dari penyakit menular. Kemudian peserta didik diberikan tugas sesuai uraian berikut.
Gambar yang tersaji adalah sebagai berikut.
| ||||
Asesmen | ||||
Asesmen Pengembangan Karakter (Dimensi Mandiri dan Gotong Royong)
No | Pernyataan | Ya | Tidak | ||
1. | Saya membuat target asesmen yang realistis sesuai kemampuan dan minat belajar yang dilakukan. | ||||
2. | Saya memonitor kemajuan belajar yang dicapai serta memprediksi tantangan yang dihadapi. | ||||
3. | Saya menyusun langkah-langkah dan strategi untuk mengelola emosi dalam pelaksanaan belajar. | ||||
4. | Saya merancang strategi dalam mencapai tujuan belajar. | ||||
5. | Saya mengkritisi efektivitas diri dalam bekerja secara mandiri dalam mencapai tujuan. | ||||
6. | Saya berkomitmen dan menjaga konsistensi dalam mencapai tujuan yang telah direncanakannya. | ||||
7. | Saya membuat tugas baru dan keyakinan baru dalam melaksanakannya. | ||||
8. | Saya menyamakan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan tujuan kelompok. | ||||
9. | Saya memahami hal-hal yang diungkapkan oleh orang lain secara efektif. | ||||
10. | Saya melakukan kegiatan kelompok dengan kelebihan dan kekurangannya dapat saling membantu. | ||||
11. | Saya membagi peran dan menyelaraskan tindakan dalam kelompok untuk mencapai tujuan bersama. | ||||
12. | Saya tanggap terhadap lingkungan sosial sesuai dengan tuntutan peran sosialnya di masyarakat. | ||||
13. | Saya menggunakan pengetahuan tentang sebab dan alasan orang lain menampilkan reaksi tertentu. | ||||
14. | Saya mengupayakan memberi hal yang dianggap penting dan berharga kepada masyarakat. | ||||
Sangat Baik | Baik | Perlu Perbaikan | |||
Jika lebih dari 10 pernyataan terisi “Ya” | Jika lebih dari 8 pernyataan terisi “Ya” | Jika lebih dari 6 pernyataan terisi “Ya” | |||
Teknik | Bentuk | Contoh Instrumen | Kriteria Asesmen |
Tes Tulis | Pilihan ganda dengan 4 opsi | 1. Upaya yang dapat dilakukan agar penyakit menular tidak mudah menyebar adalah dengan cara ….
Kunci: D. menjaga kebersihan lingkungan | Jawaban benar mendapatkan skor 1 dan salah 0. |
Uraian tertutup | 1. Sebutkan gejala penyakit influenza! Kunci:
| Mendapatkan skor; 4, jika seluruh urutan dituliskan dengan benar dan isi benar. 3, jika urutan dituliskan salah tetapi isi benar. 2, jika sebagian urutan dituliskan dengan benar dan sebagian isi benar. 1, jika urutan dituliskan salah dan sebagian besar isi salah. |
Diskusi materi tentang kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, penyakit menular dan tidak menular bersama temanmu. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan mempresentasikan materi tentang kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, penyakit menular dan tidak menular (asesmen proses) dan ketepatan melakukan presentasi (asesmen produk).
Berikan (angka) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta didik menunjukkan atau menampilkan mempresentasikan materi kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, penyakit menular dan tidak menular yang diharapkan.
Contoh lembar asesmen proses presentasi/diskusi untuk perorangan (setiap peserta didik satu lembar asesmen).
Nama :____________________________ Kelas: __________
Asesmen Presentasi/Diskusi | Skor Akhir | Keterangan | |||
Asesmen Proses | Asesmen Produk (Berdiskusi) | ||||
Persiapan awal menyiapkan materi diskusi (Skor 3) | Sikap pelaksanaan melakukan diskusi (Skor 4) | Menyimpulkan hasil diskusi (Skor 3) | |||
Skor 3 jika:
Skor 2 jika: hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar.
Skor 1 jika: hanya satu kriteria yang dilakukan secara benar.
Skor 4 jika:
Skor 3 jika: hanya tiga kriteria yang dilakukan secara benar.
Skor 2 jika: hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar.
Skor 1 jika: hanya satu kriteria yang dilakukan secara benar.
Skor 3 jika:
Skor 2 jika: hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar.
Skor 1 jika: hanya satu kriteria yang dilakukan secara benar.
Skor maksimum: 10
Skor perolehan peserta didik: SP
Nilai keterampilan yang diperoleh peserta didik: SP/10
Asesmen hasil penyajian tentang hakikat pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat.
Asesmen hasil/produk penyajian/diskusi hakikat pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat dengan cara “Gambar Bercerita”:
No. | Jenis Materi | Kriteria Pengskoran |
1. | Kelengkapan materi | 3 |
2. | Sistematika penyusunan materi | 3 |
3. | Ketepatan dalam penyusunan materi | 3 |
4. | Ketepatan dalam menyampaikan materi | 3 |
5. | Ketepatan dalam menyusun laporan diskusi | 3 |
Jumlah Skor Maksimal | 15 | |
Pengayaan dan Remedial |
Pengayaan diberikan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Pengayaan dilakukan apabila setelah diadakan asesmen pada kompetensi yang telah diajarkan pada peserta didik pada setiap aktivitas pembelajaran, nilai yang dicapai melampaui kompetensi yang telah ditetapkan oleh guru. Pengayaan dilakukan dengan cara menaikkan tingkat kesulitan materi dengan cara mengubah menambah materi yang dibelajarkan, serta menambah tingkat kesulitan tugas yang diberikan.
Remidial dilakukan oleh guru terintegrasi dalam pembelajaran yaitu dengan memberikan intervensi yang sesuai dengan level kompetensi peserta didik dari mana guru mengetahui level kompetensi peserta didik. Level kompetensi diketahui dari refleksi yang dilakukan setiap kali pembelajaran. Remedial dilakukan dengan cara menetapkan atau menurunkan tingkat kesulitan dalam materi pembelajaran.
Refleksi Peserta Didik dan Guru |
Pada setiap 2 topik dan di akhir pembelajaran peserta didik ditanya tentang:
Contoh Format Refleksi
Setelah melakukan presentasi dan diskusi tentang pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat, peserta didik diminta menuliskan kesulitan-kesulitan, kesalahan-kesalahan, dan bagaimana cara memperbaikinya yang terkait pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat. Kemudian laporkan hasil capaian belajar yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.
No | Aktivitas Pembelajaran | Hasil Refleksi | |
Tercapai | Belum Tercapai | ||
1. | Presentasi dan diskusikan pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular yang dilakukan secara berkelompok.*) | ||
2. | Menunjukkan nilai-nilai karakter profil Pelajar Pancasila pada elemen Mandiri dan Gotong Royong dalam proses pembelajaran pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular. | ||
*) Materi disesuaikan dengan pokok bahasan.
Refleksi yang dilakukan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Hasil refleksi bisa digunakan untuk menentukan perlakuan kepada peserta didik, apakah remedial atau pengayaan. Remedial dan pengayaanya di dalam pembelajaran, tidak terpisah setelah pembelajaran. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam refleksi guru antara lain:
Lembar Kerja Peserta Didik |
Tanggal : .................................................................
Lingkup/materi pembelajaran : .................................................................
Nama Siswa : .................................................................
Fase/Kelas : C / V
Susunlah gambar yang terdiri dari 5 kartu tentang penyakit menular, lalu ceritakan di depan temanmu!
Glosarium |
|
Referensi |
Muhajir. 2017. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SD/MI Kelas VI. Bogor : Penerbit Yudhistira. Muhajir. 2017. Buku Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SD/MI Kelas VI. Bogor : Penerbit Yudhistira Muhajir. 2017. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VII. Bogor : Penerbit Yudhistira. Muhajir. 2017. Buku Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VII. Bogor : Penerbit Yudhistira. Muhajir. 2020. Modul Pembelajaran Jarak Jauh Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SMP/M.Ts Kelas VII. Jakarta: Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kemendikbud. Tim Direktorat SMP. 2017. Panduan Asesmen oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Tim Direktorat SMP. 2016. Panduan Pembelajaran Untuk Sekolah Menengah Pertama. Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. |
Memeriksa dan Menyetujui, Kepala SD/MI ......................................... | .............................., .................. 2021 Guru Mata Pelajaran |
…………………………………................. NIP. |
…………………............................. NIP. |
@2021 Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi