Modul Ajar PJOK SD Fase B Kelas IV
MODUL AJAR PJOK SD FASE B KELAS IV
Penyusun : Debby Yanorisa Jenjang Sekolah : SD Kelas : IV Materi : 1.5 Alokasi Waktu : 3 x 35 Menit (2 Kali Pertemuan) Materi Pokok : Pola Perilaku Hidup Sehat Jumlah PD : 28 orang Moda : Luring/TM | Kompetensi Awal: Peserta didik dapat memahami dan mampu menerapkan konsep pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, serta pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat. | Profil Pelajar Pancasila: Profil pelajar pancasila yang dikembangkan pada fase C adalah mandiri dan gotong royong yang di tunjukkan melalui proses aktivitas pembelajaran melalui pemahaman pola perilaku hidup sehat. | ||
Sarana Prasarana | ||||
| ||||
Target Peserta Didik | ||||
*guru dapat memilih target peserta didik disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing. | ||||
Jumlah Peserta Didik | ||||
| ||||
Ketersediaan Materi | ||||
*Jika memilih Ya, maka di dalam pembelajaran disediakan alternatif aktivitas sesuai kebutuhan peserta didik. *guru dapat memilih, disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing. Pada modul ini tidak tersedia pengayaan untuk peserta didik CIBI dan tidak tersedia alternatif penjelasan, metode, atau aktivitas untuk peserta didik yang sulit memahami materi. | ||||
Materi Ajar, Alat, dan Bahan yang Diperlukan | ||||
Aktivitas pembelajaran konsep pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, serta pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat., melalui:
Fakta , konsep, dan prosedur dari konsep pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi secara perorangan atau berkelompok.
Fakta , konsep, dan prosedur dari kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular secara perorangan atau berkelompok.
Materi pembelajaran untuk remidial sama dengan materi reguler. Akan tetapi penekanan materinya hanya pada materi yang belum baik (berdasarkan identifikasi) pada penguasaan aktivitas pembelajaran pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat, yang akan dipelajari peserta didik kembali. Peserta didik yang mengalami kesulitan dapat dipasangkan dengan peserta didik yang lebih mampu, atau aktiivitas belajar dapat dilakukan dalam bentuk kelompok, sehingga peserta didik tersebut dapat dibantu dalam menguasai materi dengan lebih baik.
Untuk peserta didik atau kelompok peserta didik yang memperlihatkan kemampuan di atas kompetensi yang sedang diajarkan dapat diberikan tugas mendampingi dan membantu peserta didik lainnya untuk belajar aktivitas pembelajaran pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat. Pada saat pembelajaran peserta didik atau kelompok peserta didik dapat diberikan kesempatan untuk mempelajari pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehatyang lebih kompleksss sekaligus juga sebagai contoh dan untuk memotivasi peserta didik lain agar termotivasi untuk mencapai kompetensi yang sama. Guru juga dapat meminta peserta didik atau kelompok peserta didik sharing kepada teman-temannya tips untuk belajar kemampuan memahami materipemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehatagar pemahaman materi lebih baik (tercapai).
| ||||
Moda Pembelajaran | ||||
*guru dapat memilih moda pembelajaran yang diinginkan sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan belajar yang ada. Pada modul ini menggunakan moda luring. | ||||
Pengaturan Pembelajaran | ||||
Pengaturan Peserta didik:
*guru dapat mengatur sesuai dengan jumlah siswa di setiap kelasnya serta formasi yang diinginkan. | Metode:
*guru dapat memilih salah satu metode atau menggabungkan beberapa metode yang akan digunakan. | |||
Asesmen Pembelajaran | ||||
Menilai Ketercapaian Tujuan Pembelajaran:
*guru dapat memilih lebih dari satu sesuai kebutuhan dan keinginan. | Jenis Asesmen:
*Guru dapat memilih salah satu atau menggabungkan beberapa penilaian yang sesuai. | |||
Tujuan Pembelajaran | ||||
Peserta didik melalui pembelajaran diskusi dan presentasi dapat mulai menunjukkan kemampuan dalam memahami dan mampu menerapkan konsep pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat sesuai potensi dan kreativitas yang dimiliki. Serta mengembangkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila pada elemen Gotong Royong dan Mandiri dengan meregulasi dan menginternalisasi nilai-nilai gerak seperti: berkolaborasi, kepedulian, berbagi, pemahaman diri dan situasi yang dihadapi, dan meregulasi diri, serta dapat menerapkan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. | ||||
Pemahaman Bermakna | ||||
Peserta didik dapat memanfaatkan konsep pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat dalam kehidupan nyata sehari-hari. Contohnya: peserta didik dapat membiasakan untuk melakukan hal-hal yang bersifat pencegahan dalam upaya menghindari diri dari berbagai macam penyakit menular dan tidak menular, dan jika peserta didik pada suatu waktu merasakan gejala-gejala dari suatu penyakit seperti yang ada pada materi pembelajaran, maka peserta didik dapat mengetahui kemungkinan penyakit apa yang sedang dideritanya dan upaya untuk penyembuhan dari penyakit tersebut. | ||||
Pertanyaan Pemantik | ||||
| ||||
Prosedur Kegiatan Pembelajaran | ||||
Hal-hal yang harus dipersiapkan guru sebelum melakukan kegiatan pembelajaran antara lain sebagai berikut:
Langkah-langkah kegiatan pengajaran antara lain sebagai berikut:
Pembelajaran diawali dengan penayangan video atau gambar tentang pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular. Peserta didik diminta mengamati video dengan baik hingga selesai. Dan guru juga dapat menambahkan informasi terkait materi yang akan dipelajari. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran inti dengan menggunakan model penugasan, diskusi dan presentasi (Windows Shoping), dengan prosedur sebagai berikut:
Secara rinci bentuk-bentuk pembelajaran pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan penyakit tidak menular adalah sebagai berikut: Aktivitas pembelajaran konsep pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, melalui: Fakta , konsep, dan prosedur, serta menerapkan pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi. Pengetahuan mengenai fakta, konsep, dan prosedur serta menerapkan pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, dipelajari melalui menyimak, membaca dan berdiskusi sesuai lembar kerja yang diberikan oleh guru. Aktivitas pembelajaran mendiskusikan materi pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi. Alat reproduksi merupakan bagian tubuh yang memiliki fungsi yang penting bagi tubuh. Kesehatan alat reproduksi juga harus dijaga dengan baik. Kebersihan alat reproduksi harus dijaga agar terhindar dari bibik penyakit. Alat reproduksi bermanfaat sebagai alat pengembangbiakan. Kesehatan reproduksi adalah keadaan sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh terkait funsi, peran, dan sistem reproduksi. Kondisi sehat tidak berarti bebas penyakit atau kecacatan, tetapi sehat secara mental dan sosial kultural. Maka untuk mencapai derajat sehat, kamu harus menjaga kebersihan alat reproduksimu.
Menjaga kebersihan alat reproduksi, terutama bagian luar, merupakan bagian dari kebersihan diri. Kebiasaan ini perlu ditanamkan sejak dini. Tidak hanya anak perempuan, anak laki-laki juga perlu membiasakannya. Penyakit dapat timbul akibat kebersihan di sekitar bagian alat reproduksi tidak terjaga. Jika terbiasa membersihkan alat reproduksi akan banyak memperoleh manfaat. Manfaat menjaga kebersihan alat reproduksi sebagai berikut :
Mengapa tangan harus dicuci ? Tangan biasa digunakan untuk menyentuh benda. Bisa jadi, benda yang disentuh atau dipegang kotor. Setelah buang air kecil atau besar, kamu perlu mencuci tangan. Jika tidak dicuci, tangan akan menjadi tempat kuman berkembang biak. Gunakan sabun ketika mencuci tangan.
Setelah buang air, jangan lupa membersihkan diri. Bilaslah anggota tubuh menggunakan air bersih yang mengalir. Gunakan tangan kiri untuk membersihkannya. Gunakan pula sabun agar kebersihannya makin terjaga.
Apa jadinya jika tubuhmu basah dan lembab ? Tubuh menjadi tempat tumbuhnya jamur. Jamur kulit menyebabkan gatal-gatal. Secara refleks, kamu akan menggaruk-garuk kulit tubuh karena rasa gatal. Tindakan ini dapat melukai kulitmu atau tubuhmu dan menambah luasnya jamur. Untuk menghindari tumbuhnya jamur, kamu perlu mengeringkan tubuhmu dengan mengelap tubuh dengan handuk atau tisu saat berkeringat atau basah.
Higienis berarti bebas dari kuman atau tidak mengandung bibit penyakit. Apa hubungan higienis dengan celana dalam ? Celana dalam yang bersih dan higienis dapat menjaga kebersihan alat reproduksi. Gantilah celana dalam sekurangnya dua kali dalam satu hari. Celana dalam yang kotor dan lembab rentan kuman penyakit. Sebaiknya kamu memilih celana dalam yang berbahan katun, karena bahan katun dapat menyerap keringat sehingga tidak lembab.
Pakaian dan celana kotor menjadi sarang bibit penyakit. Agar tetap bersih, pakaian dan celana kotor harus dicuci, selanjutnya pakaian tersebut dijemur dan disetrika.
Mengenakan pakaian atau celana yang ketat dapat mengganggu peredaran darah. Suhu tubuh juga semakin meningkat. Agar kesehatan reproduksi terjaga, sebaiknya menggunakan celana yang agak longgar. Agar dapat bebas bergerak dan lebih nyaman beraktivitas.
Biasakan buang air di toilet atau kamar mandi. Kebiasaan ini merupakan sikap terpuji dan dapat menjaga kesehatan tubuh. Hindari buang air di sembarang tempat. Selain menggangu orang lain, buang air di sembarang tempat merupakan perilaku yang tidak terpuji. Kebersihan toilet atau kamar mandi perlu dipelihara secara rutin. Toilet atau kamar mandi yang kotor akan menjadi sarang kuman, kuman dapat menimbulkan penyakit.
Infeksi saluran kencing atau infeksi saluran kemih disebabkan bakteri Escherichia Coli. Bakteri Escherichia Coli hidup di dalam saluran cerna yang masuk pada saluran uretra. Infeksi saluran kencing dibagi atas 2 macam, yaitu infeksi saluran kecing bawah dan infeksi saluran kencing atas. Gejala infeksi saluran kencing bagian bawah adalah rasa ingin selalu buang air kecil, nyeri atau perih saat buang air kecil, warna urine keruh, dan bau urine tidak sedap. Gejala infeksi saluran kencing bagian atas adalah nyeri pada bagian selangkangan, mual dan demam.
Kudis disebabkan oleh tungau Sarcoptes Scabiei. Tungau menggali sarang di bawah lapisan kulit, sehingga kulit gatal dan membentuk ruam. Penyakit ini dapat menular melalui sentuhan kulit. Penyakit ini juga ditularkan jika terjadi kontak langsung dengan hewan yang mengidap kudis. Hindari saling meminjam pakaian atau handuk.
Eksim atau eksema adalah peradangan pada kulit yang menyebabkan munculnya gatal-gatal. Pada kondisi tertentu kulit memerah, kering dan pecah-pecah. Eksim merupakan jenis penyakit jangka panjang. Setelah menghilang, gejalanya dapat muncul kembali. Kulit yang terkena eksim tidak boleh digaruk karena menyebabkan infeksi dan iritasi.
Urethritis adalah penyakit infeksi yang menyebabkan peradangan pada bagian lapisan uretra. Lapisan uretra adalah sebuah saluran kecil yang berfungsi mengalirkan air kencing ke luar tubuh. Penyebab urethritis antara lain bakteri yang masuk ke saluran uretra sehingga terjadi infeksi. Setelah peserta didik melakukan aktivitas 1 pembelajaran konsep pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, dilanjutkan dengan mempelajari aktivitas 2 yaitu konsep pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular. Bentuk-bentuk aktivitas pembelajaran konsep pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular, dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain sebagai berikut: Fakta , konsep, dan prosedur, serta menerapkan pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular. Pengetahuan mengenai fakta, konsep, serta menerapkan pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular, dipelajari melalui membaca dan berdiskusi sesuai lembar kerja yang diberikan oleh guru.
Penyakit menular ialah penyakit yang dapat ditularkan baik secara langsung maupun m elalui perantara. Penyakit menular dapat diakibatkan oleh virus, bakteri, parasit, ataupun jamur.Proses penularan dapat melalui empat perantara, yaitu kontak langsung, kontak tidak langsung, melalui makanan/minuman, dan melalui udara. Proses penularan secara langsung terjadi pada saat berkontak langsung dengan penderita penyakit. Sedangkan penularan secara tidak langsung dapat terjadi ketika tertular penyakit melalui perantara seperti nyamuk. Jenis-jenis penyakit menular, antara lain:
Penyakit kulit merupakan salah satu jenis penyakit menular yang banyak jenisnya dan mudah menular dari satu orang ke orang lain. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan diri sendiri, lingkungan, dan pakaian; mengkonsumsi makanan bergizi; dan tidak menggunakan pakaian/handuk orang lain. Contoh penyakit kulit yaitu cacar air, panu, dan kudis. Penyakit Cacar Air Penyakit Panu Berikut adalah jenis-jenis penyakit kulit berdasarkan penyebabnya:
Peradangan pada kulit disebut dermatitis. Kondisi ini terjadi ketika kulit bersentuhan dengan bahan yang bersifat iritatif atau dengan alergen (zat atau benda yang menyebabkan reaksi alergi).
Gangguan autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan jaringan tubuh yang sehat.
Penyakit kulit akibat infeksi ini umumnya menular. dan bisa disebabkan oleh:
Berikut ini adalah beberapa langkah pencegahan penyakit kulit yang bisa dilakukan:
Penyakit Influenza merupakan jenis penyakit yang disebabkan oleh virus Influenza yang menginfeksi saluran pernapasan yang ditularkan melalui udara ketika penderita batuk/bersin. Gejala penyakit Influenza yaitu:
Berikut adalah 3 cara paling umum virus Influenza bisa menular ke orang lain:
Salah satu cara penularan virus Influenza adalah melalui tetesan liur yang muncrat ketika seseorang yang terinfeksi bersin, batuk, atau sekadar berbicara. Tetesan liur itu bisa melesat ke udara hingga 30 cm bahkan 1 meter, dan akhirnya terhirup oleh orang-orang di sekitar.
Influenza juga bisa menular melalui sentuhan, misalnya jabatan tangan. Orang yang terinfeksi akan terus bersin dan membersihkan hidung atau menutup hidungnya saat bersin dengan tangan. Tentunya virus akan menempel pada tangannya dan menempel pada berpindah pada setiap benda yang disentuhnya. Ketika Anda berjabat tangan, virus kemudian bisa berpindah ke tangan Anda.
Virus dapat menempel di permukaan benda, misalnya gagang pintu, telepon seluler, meja, bahkan uang kertas. Maka itu, penularan sangat mudah terjadi hanya dengan cara menyentuh permukaan suatu benda yang terdapat virus Influenza. Menurut Mayo Clinic, virus inInfluenzaenza dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia selama beberapa jam, tergantung jenis permukaannya. Umumnya, virus dapat bertahan lebih lama di permukaan besi, plastik, atau kaca. Faktor lain seperti suhu dan tingkat kelembapan juga dapat memengaruhi berapa lama virus bisa bertahan di luar tubuh. Jika orang yang sehat menyentuh benda yang telah terpapar, virus inInfluenzaenza bisa menginfeksi orang tersebut. Risiko penularan akan semakin tinggi apabila orang tersebut langsung menyentuh hidung atau mulutnya tanpa cuci tangan terlebih dahulu. Cara mencegah penularan penyakit Influenza :
Penyakit diare disebabkan oleh infeksi bakteri, infeksi virus, keracunan makanan, dan konsumsi obat yang kurang sesuai dengan tubuh. Gejala utama diare ialah sering berak encer/berair, kadang disertai muntah, demam, rasa mual, dan nyeri di perut, sehingga penderita mengalami kekurangan cairan. Pertolongan pada penderita diare adalah dengan memberikan cairan, makanan, dan obat-obatan. Cairan yang dapat diberikan berupa larutan gula-garam, oralit, air tajin, dan kuah sayuran.
Penyakit demam berdarah disebut juga DBD (demam berdarah dengue). Penyebabnya adalah virus dengue yang penularannya melalui nyamuk aedes aegypti. Demam berdarah ringan menyebabkan demam tinggi, ruam, nyeri otot dan sendi. Jika sudah parah dapat menyebabkan pendarahan serius, penurunan tekanan darah, dan berakibat kematian. Pencegahan dapat dilakukan dengan pemberantasan nyamuk dewasa, dan jentik nyamuk dengan cara :
Penyakit malaria merupakan penyakit menular yang diakibatkan oleh parasit plasmodium dari gigitan nyamuk Anopheles betina yang terinfeksi. Gejala utama malaria yaitu demam tinggi hingga menggigil, sakit kepala, mual, dan muntah, kejang, tubuh berkeringat diiringi kelelahan, dan nyeri pada sekujur tubuh. Pencegahan penularan dengan cara membersihkan lingkungan tempat tinggal.
Penyakit tidak menular adalah penyakit yang disebabkan karena adanya masalah fisiologis. Biasanya terjadi karena faktor keturunan dan gaya hidup yang tidak sehat. Penyebab secara umum ialah mengonsumsi gula, garam, dan lemak secara berlebihan. Karakteristik penyakit tidak menular yaitu masa inkubasi panjang, bersifat kronik (berlarut-larut), banyak mengalami kesulitan diagnosis, mempunyai variasi yang luas, memerlukan biaya tinggi dalam pencegahan dan penanggulangannya. Jenis-jenis penyakit tidak menular adalah:
Hipertensi adalah suatu kondisi dimana tekanan darah terhadap dinding arteri (pembuluh darah) sangat tinggi melampaui batas normalnya. Peningkatan ini menyebabkan jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya untuk mengedarkan darah melalui pembuluh darah. Upaya pencegahan penyakit Hipertensi:
Diabetes merupakan penyakit dimana kadar gula dalam darah meningkat, karena gangguan fungsi insulin. Disebabkan oleh faktor genetis, obesitas, konsumsi makanan yang tidak baik, dan merokok. Gejala-gejala pada penyakit diabetes:
Upaya pencegahan penyakit diabetes: 1. Menerapkan pola makan sehat 2. Menjalani olahraga secara rutin 3. Menjaga berat badan ideal 4. Mengelola stres dengan baik 5. Melakukan pengecekan gula darah secara rutin
Penyakit jantung ialah suatu kondisi dimana kerja organ jantung tidak berjalan normal karena sebab tertentu. Gangguan pada jantung disebabkan karena penumpukan kolesterol di sekitar pembuluh darah. Penyakit jantung disebabkan karena faktor merokok, menderita diabetes, kolesterol tinggi, terkena hipertensi, dan gemar mengonsumsi makanan berlemak. Berikut ini adalah gejala penyakit jantung yang umumnya dialami: 1. Nyeri dada 2. Sesak napas 3. Pembengkakan di betis, kaki, atau pergelangan kaki 4. Kelelahan Penyakit jantung tidak bisa disembuhkan secara total dan membutuhkan perawatan seumur hidup. Namun, kamu bisa menghindari gejala penyakit jantung dengan melakukan berbagai upaya pencegahannya, misalnya dengan menerapkan gaya hidup sehat yang bisa meningkatkan kesehatan jantung. Berikut ini adalah beberapa upaya pencegahan gejala penyakit jantung yang bisa Anda lakukan:
Obesitas merupakan penumpukan lemak yang sangat tinggi dalam tubuh seseorang, yang mengakibatkan berat badan diatas berat badan ideal. Dampak obesitas antara lain: terserang strok, penyakit jantung, diabetes, dan kanker usus. Upaya pencegahan penyakit obesitas antara lain:
Merupakan penyakit tulang yang mempunyai sifat khas berupa massa tulang yang rendah, disertai mikro arsitektur tulang dan penurunan kualitas jaringan tulang sehingga tulang menjadi rapuh. Berikut ini adalah pola hidup sehat yang perlu Anda lakukan sejak dini untuk mencegah pengeroposan tulang: 1. Konsumsi Makanan Tinggi Kalsium 2. Tingkatkan Konsumsi Kalium dan Protein 3. Berjemur Sinar Matahari 4. Melakukan Aktivitas Fisik secara Rutin 5. Hindari Rokok dan Alkohol 6. Mengurangi Minuman Bersoda 7. Hindari Diet Ketat 8. Deteksi Dini Gejala 9. Hindari Risiko Terjatuh 10. Segera Obati
Gambar yang tersaji adalah sebagai berikut :
| ||||
Asesmen | ||||
Penilaian Pengembangan Karakter (Dimensi Mandiri dan Gotong Royong)
No | Pernyataan | Ya | Tidak | ||
1. | Saya membuat target penilaian yang nyata sesuai dengan kemampuan dan minat belajar yang say dilakukan. | ||||
2. | Saya memantau kemajuan belajar yang saya capai serta memperkirakan tantangan yang dihadapi. | ||||
3. | Saya menyusun langkah-langkah dan strategi untuk mengelola perasaan dan sikap dalam pelaksanaan belajar. | ||||
4. | Saya merancang strategi dalam mencapai tujuan belajar. | ||||
5. | Saya mengkritik kemampuan diri sendiri dalam bekerja secara mandiri untuk mencapai tujuan. | ||||
6. | Saya berupaya secara maksimal dalam mencapai tujuan yang telah direncanakannya. | ||||
7. | Saya membuat tugas baru dan keyakinan/semangat baru dalam melaksanakannya. | ||||
8. | Saya menyamakan tindakan sendiri dengan tindakan orang lain untuk melaksanakan tujuan kelompok. | ||||
9. | Saya memahami hal-hal yang diungkapkan oleh orang lain secara baik. | ||||
10. | Saya melakukan kegiatan kelompok dengan kelebihan dan kekurangan, dan dapat saling membantu. | ||||
11. | Saya membagi peran dan menyesuaikan tindakan dalam kelompok untuk mencapai tujuan bersama. | ||||
12. | Saya peduli terhadap lingkungan sosial. | ||||
13. | Saya menggunakan pengetahuan tentang sebab dan alasan orang lain menampilkan reaksi tertentu. | ||||
14. | Saya mengupayakan memberi hal yang dianggap penting dan berharga kepada lingkungan sosial. | ||||
Sangat Baik | Baik | Perlu Perbaikan | |||
Jika lebih dari 10 pernyataan terisi “Ya” | Jika lebih dari 8 pernyataan terisi “Ya” | Jika lebih dari 6 pernyataan terisi “Ya” | |||
Teknik | Bentuk | Contoh Instrumen | Kriteria Penilaian |
Tes Tulis | Pilihan ganda, Isian, dan Uraian | 1. Tindakan yang harus dilakukan saat membersihkan alat reproduksi adalah ....
Kunci: B
A. Dapat mengganggu fungsi alat reproduksi B. Menimbulkan penyakit pada alat reproduksi. C. Kulit di sekitar alat reproduksi bisa luka dan iritasi dan tercemar oleh kuman. D. Kulit di sekitar alat reproduksi lebih sensitif dari pada bagiantubuh lain. Kunci : C
Kunci : Diare
Kunci : Malaria | Jawaban benar mendapatkan skor 1 dan salah 0. |
Uraian tertutup | 1. Tuliskanlah jenis-jenis penyakit yang tidak menular ! Kunci : a. Diabetes b. Jantung c. Hipertensi d. Obesitas e. Osteoporosis
Kunci:
| Mendapatkan skor; 4, jika dapat menjawab 4 dengan benar. 3, jika dapat menjawab 3 dengan benar. 2 jika dapat menjawab 2 dengan benar. 1, jika dapat menjawab 1 dengan benar. Mendapatkan skor; 4, jika seluruh urutan dituliskan dengan benar dan isi benar. 3, jika urutan dituliskan salah tetapi isi benar. 2, jika sebagian urutan dituliskan dengan benar dan sebagian isi benar. 1, jika urutan dituliskan salah dan sebagian besar isi salah. |
Presentasi bersama teman materi pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, serta pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat.
Diskusi pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, serta pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat bersama temanmu. Unsur-unsur yang dinilai adalah kesempurnaan mempresentasikan materi tentang pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, serta pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat (penilaian proses) dan ketepatan melakukan presentasi (penilaian produk).
Berikan (angka) pada kolom yang sudah disediakan, setiap peserta didik menunjukkan atau menampilkan mempresentasikan materi pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, serta pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat yang diharapkan.
Contoh lembar penilaian proses presentasi/diskusi untuk perorangan (setiap peserta didik satu lembar penilaian).
Nama :____________________________ Kelas: __________
Penilaian Presentasi/Diskusi | Skor Akhir | Ket. | |||
Penilaian Proses | Penilaian Produk (Berdiskusi) | ||||
Persiapan awal menyiapkan materi diskusi (Skor 3) | Sikap pelaksanaan melakukan diskusi (Skor 4) | Menyimpulkan hasil diskusi (Skor 3) | |||
Skor 3 jika:
Skor 2 jika: hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar.
Skor 1 jika: hanya satu kriteria yang dilakukan secara benar.
Skor 4 jika:
Skor 3 jika: hanya tiga kriteria yang dilakukan secara benar.
Skor 2 jika: hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar.
Skor 1 jika: hanya satu kriteria yang dilakukan secara benar.
Skor 3 jika:
Skor 2 jika: hanya dua kriteria yang dilakukan secara benar.
Skor 1 jika: hanya satu kriteria yang dilakukan secara benar.
Skor maksimum: 10
Skor perolehan peserta didik: SP
Nilai keterampilan yang diperoleh peserta didik: SP/S. Maksimum x 100
Penilaian hasil pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, serta pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat :
Penilaian hasil/produk penyajian/diskusi pemeliharaan kebersihan dan kesehatan alat reproduksi, serta pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular sesuai dengan pola perilaku hidup sehat dengan cara “Gambar Bercerita”:
No. | Jenis Materi | Kriteria Pengskoran |
1. | Kelengkapan materi | 3 |
2. | Sistematika penyusunan materi | 3 |
3. | Ketepatan dalam penyusunan materi | 3 |
4. | Ketepatan dalam menyampaikan materi | 3 |
5. | Ketepatan dalam menyusun laporan diskusi | 3 |
Jumlah Skor Maksimal | 15 | |
SP/S. Maksimum x 100
Pengayaan dan Remidial |
Pengayaan diberikan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Pengayaan dilakukan apabila setelah diadakan penilaian pada kompetensi yang telah diajarkan pada peserta didik pada setiap aktivitas pembelajaran, nilai yang dicapai melampaui kompetensi yang telah ditetapkan oleh guru.Pengayaan dilakukan dengan cara menaikkan tingkat kesulitan materi dengan cara mengubah menambah materi yang dibelajarkan, serta menambah tingkat kesulitan tugas yang diberikan.
Remidial dilakukan oleh guru terintegrasi dalam pembelajaran yaitu dengan memberikan intervensi yang sesuai dengan level kompetensi peserta didik dari mana guru mengetahui level kompetensi peserta didik. Level kompetensi diketahui dari refleksi yang dilakukan setiap kali pembelajaran. Remidial dilakukan dengan cara menetapkan atau menurunkan tingkat kesulitan dalam materi pembelajaran.
Refleksi Peserta Didik dan Guru |
Pada setiap akhir topik dan di akhir pembelajaran peserta didik ditanya tentang:
Contoh Format Refleksi:
Setelah melakukan presentasi dan diskusikan pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular, peserta didik diminta menuliskan kesulitan-kesulitan, kesalahan-kesalahan, dan bagaimana cara memperbaikinya yang terkait pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular. Kemudian laporkan hasil capaian belajar yang diperoleh dalam buku catatan atau buku tugas kepada guru.
No | Aktivitas Pembelajaran | Pengamatan Pembelajaran | |
Tercapai | Belum Tercapai | ||
1. | Presentasi dan diskusikan pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular secara berkelompok.*) | ||
2. | Menunjukkan nilai-nilai karakter Profil Pelajar Pancasila pada elemen Mandiri dan Gotong Royong dalam proses pembelajaran pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular dan tidak menular.*) | ||
*) Materi disesuaikan dengan pokok bahasan.
Refleksi yang dilakukan oleh guru terhadap proses pembelajaran yang dilakukan pada setiap aktivitas pembelajaran. Hasil refleksi bisa digunakan untuk menentukan perlakuan kepada peserta didik, apakah remidial atau pengayaan. Remidial dan pengayaanya didalam pembelajaran, tidak terpisah setelah pembelajaran. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian dalam refleksi guru antara lain:
Lembar Kerja Peserta Didik |
Tanggal : .................................................................
Lingkup/materi pembelajaran : .................................................................
Nama Siswa : .................................................................
Fase/Kelas : B/ IV
Susunlah gambar yang terdiri dari 5 kartu tentang penyakit menular, lalu ceritakan di depan temanmu!
Bahan-bahan/alat yang dibutuhkan oleh peserta didik antara lain:
Nama Kelompok : ....................................................................................
Topik Yang Didiskusikan : .....................................................................................
(Penyakit) ....................................................................................
Materi : Pemeliharaan kesehatan diri dan orang lain dari penyakit menular.
Aspek Yang Harus Diamati | Ya | Tidak |
| ||
| ||
| ||
|
Glosarium |
|
Referensi |
Muhajir. 2010. Buku Peserta didik Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SD/M.Ts Kelas IV. Bogor : Penerbit Yudhistira. Muhajir. 2019. Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan, untuk SD/MI Kelas IV. Bandung : Sahara Multi Trading. Tim Penyusunan Bahan Ajar. 2010. Buku Bahan Ajar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Bogor: PPPPTKPenjas& BK. Muhajir. 2020. Belajar dan Berlatih Aktivitas Kebugaran Jasmani. Bandung: Sahara Multi Trading. Tim Direktorat SD. 2017. Panduan Penilaian untuk Sekolah Dasar (SD). Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. fliphtml5.com/fywqh/hshd/basic/201-226 https://www.alodokter.com/macam-macam-penyakit-kulit-dan-cara-mengatasinya https://hellosehat.com/pernapasan/Influenza/penularan-Influenza/ https://www.pfimegalife.co.id/literasi-keuangan/kesehatan/read/langkah-mencegah-dbd-pada-anak https://www.alodokter.com/malaria/pencegahan https://www.alodokter.com/ketahui-cara-mencegah-diabetes-yang-tepat-di-sini https://www.alodokter.com/berbagai-gejala-penyakit-jantung-dan-pencegahannya https://axa.co.id/inspirasi/cara-mencegah-dan-menghindari-obesitas/ |
Memeriksa dan Menyetujui, Kepala SD/MI ......................................... | .............................., .................. 2021 Guru Mata Pelajaran |
…………………………………................. NIP. | …………………............................. NIP. |
@2021Pusat Asesmen dan Pembelajaran Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kemendikbud, Riset dan Teknologi